Senin, 22 Maret 2021

Review Hotel: Fraser Residence Sudirman, Jakarta dan Kehidupan Malam Blora

"Selamat Ulang Tahun Kakak".

Ini kali kedua kakak berulang tahun ditengah-tengah covid-19. Tahun ini kakak request mau rayainnya di hotel lengkap dengan decor. Setelah pertimbangan beberapa hotel, apakah kita keluar kota aja seperti puncak atau Bandung atau kita di Jakarta aja staycationnya. Kemudian bingung lagi apa kita pakai booking apartement yang udah dibeli jauh-jauh hari di Fraser Residence Sudirman atau kita cari apartement yang lain aja?, soalnya review dibeberapa website mengatakan kita tidak boleh renang nih di Fraser Residence Sudirman. Boleh renang kalau kita sudah swab test. Mikin-mikir aja siapa yang harus swab anti-gen biar anak-anak bisa senang kita juga gak kemahalan. Akhirnya diputuskan tetap di Fraser Residence aja dan kita tidak akan berenang selama staycation 2 malam disana (*ceritanya ;P).

Dan akhirnya tibalah rombongan sirkus pada H-2 sebelum acara ulang tahunnya. Sewa yang 2 kamar dengan harga Rp.1.300.000/malam flexible date udah dari awal-awal sale traveloka nih. Mari kita liat sebahagia apa yah yang ulang tahun diajak staycation disini 3 hari 2 malam.

Prosedur Covid

Prosedur covid paling berbeda dari hotel yang lain selama pandemi adalah untuk penggunaan area umum. Setiap tamu yang ingin mengakses kolam renang dan taman bermain anak diharuskan telah melakukan swab test sebelumnya, paling tidak swab anti gen dengan jangka waktu berlaku selama 3 hari. Jadi bukan hanya yang akan berenang yah namun yang nemenin pun perlu ada surat keterangan bebas covidnya. 

Jadi Fraser Sudirman ini bisa beda gitu peraturannya dengan Freser Setiabudi dan yang lainnya, soalnya untuk beberapa area umum seperti kolam renang dan taman bermain anak itu masih sharing dengan Apartemen Peak. Sedangkan untuk area umum lain yang tidak sharing seperti bola bilyard gitu boleh digunakan langsung aja. 

Untuk pemeriksaan suhu badan dan hand sanitizer sudah dilakukan dari sebelum mobil kita masuk kedalam area Fraser Residence. Hand sanitizer pun terdapat didalam lift dan beberapa area umum di apartemen. Selain itu untuk kamar sudah ada tag "has been sanitized" begitu juga untuk kursi santai dipinggiran kolam renang. 

Ada hal lain lagi sih yang bikin tenang, namun ini sebenarnya emang hal standard yang dimiliki apartement meskipun bukan covid. Lift hanya di isi dengan jumlah tertentu seperti biasa, namun yang berbeda itu adalah lift ini langsung mengantarkan kita ke depan kamar. Yup ini bener-bener pribadi beda unit beda lift. Jadi keluar kamar masuk lift, keluar lift masuk kamar. Private!. Selama tiga hari disana saya bahkan belum pernah ssatu lift dengan orang lain meskipun seorang. Bravo! jadi merasa tenang dikit kan yah. Oh iya private lift ini juga berlaku untuk crew hotel. Mereka punya lift sendiri disela-sela gedungnya :D. Kalau kita minta apa ditolong apa dkk, crew akan masuk dari pintu belakang yang berbeda dari pintu yang kita pakai masuk tadi. Itu yang bikin makin jarang ketemu orang yeee kan.

Check In/ Check Out
 
Proses check-in dan check-outnya mudah saja. Tidak ada antrian baik sebelum dan sesudah, hanya sebutkan booking atas nama siapa dan tunjukkan ktp a.n bookingan. Oh iya ada deposite sebesar Rp.600.000 yang dibebankan ke kartu kredit. Mengingat ini apartemen, yah ada banyak barang pecah belah semisal perlengkapan makan dan kitchen set yang super lengkap namun menegangkan bagi mamak dengan anak-anak yang riang gembir ini.

Proses check-in kelar, kemudian kami diarahkan ke lift terdekat. Pas keluar lift, lah kaget kok depan lift langsung pintu kamar kita. Nengok kiri kanannya eh kok tembok kosong. Wow kami sendiran aja dilantai ini ternyata sodara-sodara. Masuklah anak-anak ku, boleh bahagia banget tidak ada tetangga yang terusik! :p. 

Kamar
 
Kalau ngomongin luasnya, staycation di apartement udah pasti luas yah. Living room, dining room hingga kitchen dibuat tentu saja tanpa sekat. Areanya luas banget sih buat anak bermain-main. Perabotannya juga ramah anak jadi saya tidak perlu menyembunyikan beberapa perabotan terlebih dahulu agar tidak pecah ketika anak berlarian kesana kemari. 
 
Kemudian kedua kamar terdapat dibagian paling dalam apartemen. Namun tidak perlu khawatir karena pencahayaan tetap maksimal dengan jendela kaca yang lebar dan tinggi seperti hotel pada umumnya. Terdapat satu kamar utama dengan kamar mandi didalamnya. Ada bathup juga yah jadi ini sebenarnya yang akan menjadi pelipur lara jika tidak diperkenankan untuk berenang. Dikamar kedua ukurannya agak lebih panjang karena tidak ada kamar mandi dalam. Kamar kedua ini muat banget dengan dua twin bed dan satu baby crip. Koper rapi masuk kedalam lemari yang lega banget juga. Fasilitas meja strika, strikaan, gantungan baju lengkap semua.
Karena kami nginepnya ramean ampe bawa kasur pompa buat mbak, diunit ini banyak banget loh bantal tambahannya. Bantal bisa dicek di dalam lemari aja. Kemarin sampai ada 3 kelebihan bantal sih yang bisa digunakan. Oh iya untuk hair dryer juga disiapkan yah tapi on request, jadi jangan segan untuk memencet "nol" untuk bantuan room service ;).

Oh iya untuk kamar kedua bisa menggunakan satu kamari mandi sendiri yang terletak diantar kamar. Jadi tidak repot-repot amat sebenarnya. Kamar mandi kedua hanya dilengkapi shower saja. Untuk fasilitas handuk disiapkan 2 handuk besar dan 2 handuk kecil dimasing-masing kamar mandi. Kemarin minta tambahan lagi sih tetap dikasi loh. Baek banget room servicenya. 
Sekarang lanjut ke kitchen setnya. Untuk peralatan makannya lengkap yah dari piring besar, piring kecil, bowl, gelas, sendok garpu besar, sendok garpu kecil, sendok dessert semua disediakan empat set. Bahkan ada piring oval besar dan kecil untuk makan tengah gitu loh. Panci wajan yang ok banget donk, kulkas dua pintu dan oven yang semua satu set dengan merk Electrolux. Udah jelaslah yah fasilitas kitchen setnya ngak asal-asalan. 
Nyambung dengan kitchen set, ada ruangan nyempil untuk laundry roomnya. Udah disediakan juga detergent sachet jika ingin digunakan. Kemarin tidak sempat coba sih, namun kayaknya yang sekalian dengan dryernya deh, soalnya tidak ada gantung buat jemuran gitu sih :D.

Restoran
Apartemennya tidak menyediakan fasitalas sekalian dengan sarapan yah. Namanya juga residence jadi emang target market mereka yah yang tinggal lama gitu untuk urusan dinas atau expatriat yang penempatan Indonesia. Tapi tidak perlu khawatir, food delivery gampang dan murah. Lokasinya disetiabudi ini itu deket banget dengan setiabudi one, grand indonesia, dan karbela yang tentu saja banyak jajanan dan makanan yang bisa dipesan.

Fasilitas
 
*Kolam Renang
Yup! setelah pertimbangan untuk ruginya, akhirnya kami memutuskan untuk swab-antigen aja donk hahahaha. Lumayan sekali swab-antigen Rp.180.000 namun kami masih bisa renang dua kali dan anak-anak juga bisa mengakses taman bermainnya dengan bebas. Dedek kasian banget sudah setahun tidak bermain seluncuran dan halang rintang yang biasanya bisa dikunjungin tiap minggu. Baiklah nak, demi kebahagianmu biar papi kamu saja yang berpikir bayarnya :p.

Setelah pergi swab-antigen malam-malam, bocah-bocah ini bukannya berenang pagi-pagi malah mandi dibathup donk. Inilah efek terlalu banyak permainan yang bisa mereka mainin dibathup yang telah kami sediakan. Akhirnya bathup jadi menarik banget sekarang dibandingkan kolam renang. Berenang skip deh untuk sore hari (awas aja klo ampe hujan, bodo amatlah). 

Untungnya cuaca cerah terus hingga kami pulang. Jadilah sore hari kami bisa menikmati kolam renang. Kolam renangnya sih panjang dan lebar banget. Orang yang menggunakan pun sedikit jadi kami bener-bener jauhan. Itu seperti keluarga mana menguasai area mana dan keluarga lain diarea yang berbeda lagi. Tapi itu tepat bisa puas berenang bolak balik. Terlebih lagi ketika kami berenang di Senin pagi, itu sih bener-bener tidak orang yang berenang. Sekolam itu hanya kami sekeluarga donk yang berenang disana. Jaga jarak? Yes!

Selain kolam utama yang panjang ini, ada dua kolam yang ukurannya lebih kecil. Bukan kolam anak sebenarnya, ini kolam air hangat. Dan yess kolam air hangatnya sepanjang hari donk dinyalakan terus. Adek yang sering kedinginan sekarang lebih lama main airnya. Kalau merasa dingin, anak-anak ini masuk lagi ke kolam air hangat, setelah itu balik lagi nyebur ke kolam yang besar. 

Oh iya kolam besarnya ok nih buat anak-anak. Abang yang masih kelas 3 SD bisa berdiri dengan baik dikolam tersebut tanpa harus meloncat-loncat didalam air. Lumayan tidak perlu konsetrasi tingkat tinggi banget mengawasi tiga anak ini selama dikolam. Kolam renangnya the BEST!

*Area Main Anak

Area bermain anaknya luas, bisa banget main kejar-kejaran. Alasnya pun yang standard playground outdoor yah. Ada beberapa mainan outdoor seperti ayunan, gawang buat main bola, ring basket anak, jungkat jungkit dan juga seluncuran set besar. 

Puas banget sih bocah ini berlarian kesana kemarin mencoba semua permainan ini private. Lagi-lagi selama kami bermain disini tidak ada anak kecil lain yang juga bergabung. Benar-benar semuanya terasa fasilitas pribadi. Ini juga yang bagusnya kalau prosedur covidnya ketat. Saking ketatnya sampai ngak ada orang loh yang nemenin main :D. Mami tidak merasa rugi anak-anak kita harus swab test kalau rasa was-was puang hilang.

Setelah keringet mereka sudah sebesar jagung semua, akhirnya mereka sendiri yang menyerah dan minta balik ke kamar. Ini bener-bener main sampai puas!


*Blora dan Dukuh Atas


Kami memilih untuk menikmati malam ibu kota saat Minggu malam, berharap tidak seramai malam minggu. Kami mengajak anak-anak jalan kaki dari Fraser Residence (MRT Setiabudi) ke arah Blora. Belum pernah melihat seramai dan seseru apa kehidupan malam dibawah jembatan layang disana. 

Sambil berjalanan, adek takjub banget donk saat melihat ada kereta yang berangkat dari Stasiun Sudirman. Saking bahagianya anak-anak ini bertepuk tangan dari atas jembatan seolah-oleh yang mau meluncur itu roket. Tidak puas dari atas, bocah-bocah ini juga sampai berdiri di pinggi stasiun. Hanya dibatasi pagar saja mereka menyaksikan kereta bergerak cepat dihadapan mereka. Dan lagi-lagi diakhiri dengan tepuk tangan yang sungguh-sungguh. 

Selanjutnya kami sempat berfoto digrafiti yang terpampang menarik disetiap sudut dibawah flyover ini. Terlebih lagi warna-warni lampu yang menyinari persis pertunjukan seni yang baik. Setelah puas berjalan-jalan kami pun kembali berjalan kaki menuju MRT Setiabudi. Anak-anak nampak tidak kehabisan tenaga berlarian ditrotoar sudirman ini. Yah baru kali ini rasanya staycation tapi jalan-jalannya seperti lagi diluar negeri. Mencoba berjalan kaki menyusuri kota sendiri untuk mencari hal-hal yang bisa kami nikmati secara gratis ;D.


Staycation, staysave :D



 

 





Sabtu, 06 Maret 2021

Pasir Putih PIK 2

Ini malam terakhir kami di hotel sekitaran PIK. Rencananya setelah check-in di Swissotel pada hari Jumat, maka Sabtu pagi kami bisa bermain pasir di Pasir Putih PIK 2. Namun apa daya hari Jumat berakhir kelabu sehingga kami bangun kesiangan untuk dapat menikmati bermain-main dipantai. Akhirnya sore terakhir inilah yang kami pilih untuk ke Pasir Putih PIK 2. 

Lokasi ini biasanya terbuka dari pukul 3 sore, saya kurang yakin sih apakah dengan adanya tempat jajanan ini sehingga lokasi tersebut dibuka dari pagi. Cuma tahu kalau tamu hotel bisa ada special request untuk area ini dipagi hari. 

Lanjut lagi yah ceritanya, sepanjang perjalanan kami melewati banyak tempat hits terbaru dikawasan PIK. Salah satunya adalah kawasan kuliner Pancoran dan jembatan PIK yang selalu jadi foto para pesepada dikala weekend. Kendaraan tidak berhenti-hentinya datang menuju ke PIK 2. Ternyata perjalanan tidak selancar yang kami harapkan. Dari awalnya 18 menit perjalanan, kemudian berubah menjadi 30 menit karena proses muter balik untuk mencari parkiran yang ternyata cukup macet. Untuk parkiran sebenarnya tidak terlalu masalah karena area parkirnya bener-bener luas, namun jumlah mobil yang datang tidak sebanding dengan kapasitas jalan terlebih untuk muter balik. 

Melihat banyaknya mobil di jalan dan di parkiran sih nampaknya sudah hopeless gitu kalau situasi sudah tidak akan kondusif. Ternyata area Pasir Putih PIK 2 ini lebih luas lagi. Meskipun kita bisa melihat banyak orang dari ujung ke ujung namun jarak antar keluarga masih bisa terjaga banget sih. Tipikal wisata disini juga bukan pasari dipinggir pantai yah teman-teman. Ini benar-benar hanya pasir putih buatan yang terhampar sangat luas. Lokasinya memang dipinggir pantai, namun pantai bebatuan sehingga tidak cocok untuk berenang. 

Jadi semua orang yang datang kesini hanya untuk santai menikmati pemandangan laut dan bermain pasir saja. Oleh karena itulah setiap keluarga nampak berkelompok dengan anggota keuarga lainya. Masing-masing anak tidak akan terlalu jauh bermain pasir dari orang tuanya. 

Selain banyak anak yang sibuk bermain pasir, kita juga bisa melihat banyak keluarga yang datang dalam jumalh yang cukup ramain sehingga mereka bisa bermain bolak sepak diatas pasir. Tidak perlu terlalu khawatir, saking luasnya daerah ini kita tidak perlu khawatir dengan bola mereka yang akan mendarat terlalu dengan kita. 


Meskipun tidak ada pemeriksaan suhu badan, namun area ini dilengkapi dengan tempat cuci tangan di beberapa titik masuk kearea pantai. Selain itu kita juga bisa menemukan kamar mandi umum portable di area parkiran dengan jalan setapak menuju ke area pantai. Namun ini tidak gratis yah, kita perlu membayar Rp.2.000,- untuk setiap pemakaian. Meskipun nampaknya penjaga kamar mandi ini memperhatikan kebersihan toilet dengan baik, namun ada baiknya menghindari penggunaan toilet umum sih. Jika pun terpaksa harus digunakan, jangan lupa semprot-semprot dengan disinfektant terlebih dahulu sebelum menggunakan yah. 

Beruntunglah kami, matahari lebih lama tenggelam akhir-akhir ini. Sampai sekitar pukul 17.30 saja, kami dan anak-anak masih sempat banget untuk bermain sekitar 1 jam hingga cahaya sunset benar-benar tidak terlihat lagi. Oh iya tidak ada biaya tambahan lain yang perlu kita keluarkan jika hanya ingin main pasir disini yah. Another favorite open space for children. Soon kembali, Bhay!



Minggu, 28 Februari 2021

Review Hotel: Swissotel Hotel, PIK Jakarta

Staycation paling gado-gado yang pernah saya rasakan. Rencananya mau staycation diakhir Maret saja untuk merayakan ulang tahun kakak. Tapi seminggu terakhir ini harus kerja tanpa ada bantuan mbak tentu saja bikin stress berat. Mami butuh liburan!!!! Jadilah kami staycation saja dari hari Jumat. Rencananya release stress malah stress dihari pertama donk. Bocah berlarian di dalam kamar sehingga adek sempat tersandung dan kepala terluka dengan darah yang mengalir deras hingga jidat, pipi dan tangan. Beruntung saya selalu bawa oil copaiba, berdasarkan pengalaman ini ampuh banget untuk menghentikan pendarahan, benar saja cukup saya tetesin 2 tetes sekali, kemudian saya ulangi lagi, dan voila darah berhenti. Bukan iklan yah tapi sharing is caring. Selanjutnya tunggu halodoc untuk mengantarkan perban dan plester agar lukanya tertutup dan tidak infeksi.

Beda stress saya beda juga stress suami, karena ini hari Jumat dan akhir bulan maka susu dan popok anak habis. Ceritanya nanti beli saja disekitaran hotel, toh itu masih kota banget kali. Apa daya kami lupa kalau ini masih PSBB sehingga indomart dan alfamart tutup pukul 21.00. Setelah berkeliling PIK akhirnya keputusan bijak jika pulang saja ke rumah untuk mengambil stock yang tersisa di rumah. Lebih pasti dibandingkan terus mencari se-Jakarta Raya. Dan berakhirlah hari Jumat malam kami ini dengan stress full hingga pukul 23.00 p.m.

Bukan cara yang baik membuka cerita tentang review hotel namun ini pelajar penting banget sih buat orang tua yang ingin staycation agar lebih siap untuk segala sesuatunya. Lebih baik banyak barang bawaan namun lengkap dibandingkan harus membuang waktu berjam-jam tidak menikmati kamar hotel. Untungnya hotel ini sangat memuaskan diluar dari cerita kami yang teledor dihari pertama kami stay di hotel ini. 

Prosedur Covid

Dari lobby hingga pintu masuk, prosedur covidnya standard yah dengan pengukuran suhu tubuh dan juga membersihkan tangan dengan hand santizer. Untuk kamar dan ruang publik, pihak hotel sudah menjelaskan di layar tv masing-masing kamar bahwa setiap kamar sudah di disinfektant sebelum digunakan oleh tamu berikutnya. 

Selain itu hand sanitizer ada dimana-mana sih. Di dalam lift, disetiap frontliner, di depan lift, pokoknya ada dimana-mana. Selain itu juga ada peraturan tambahan tentang batas maksimum tamu yang dapat menggunakan kolam, begitu pula kapasitas restoran yang dijaga agar tidak menumpuk. Masing-masing tamu diarahkan untuk sarapan di jam berbeda untuk mengurangi kerumunan orang di restoran. 

Untuk lift pun sudah dibatasi kapasitas 4 orang, namun apa mau dikata. Hotel ini lagi ramai-ramainya dan lift agak lambat sehingga sering terjadi penumpukan. Karena terjadi penumpukan maka seringlah terjadi lift diisi dengan orang yang lebih banyak. Batasannya hanya selama badan tidak saling bersentuhan huft*.

 
Check In/ Check Out
Proses check-in-nya mengejutkan. Ketika saya ingin mencoba untuk check-in di lantai dasar/ lobby, frontliner-nya bilang kalau booking untuk kamar executive class saya telah siap. Wow upgrade guys dari kamar Rp.1.3jt ++ (harga diskon Rp.980rb)/malam menjadi kamar Rp.2.4jt ++ (harga diskon Rp.1.8jt)/malam. Yang bikin dahsyatnya lagi adalah saya check-in dengan harga voucher hotel temen donk Rp.1.5jt untuk dua malam. Oh yess another 60% diskon untuk mamak sabar hahahaha. Oh iya bagi yang menginap di hotel dan menggunakan voucher, jangan lupa yang membawa voucher fisiknya. Akibat lupa membawa voucher fisiknya, saya harus open cc senilai harga kamar deh Rp.4.8jt untuk dua malam. Tapi tidak masalah setelah vouchernya kita serahkan ketika abang go-send datang, voila masalah selesai :D.

Nah untuk proses check-in executive class ini beda sendiri, lokasinya langsung ke lantai 20. Namun karena tidak ada antrian untuk check-in sama sekali di lantai lobby saya memilih untuk langsung check-in saja di lantai bawah. Habisnya check-in nya ama bocah-bocah kan. Jadi maksud hati, ketika suami sudah parkir dan naik ke lobby dengan anak saya yang paling kecil, kami bisa langsung naik ke kamar. Semakin kurang kontak di area umum tentu lebih baik. 

Ternyata lantai 20 itu memang dikhususkan untuk executive class. Mulai dari executive check-in check-out, executive lounge dan executive room semuanya ada dilantai yang sama. Jadi kalau check-in di sini bisa sambil duduk dan dapat menikmati welcome drink. Santailah dan kesannya private. Tidak hanya exclusive disitu saja, untuk hari pertama kita juga dapat menikmati fasilitas tambahan lainya yaitu happy hour dari pukul 18.00 s.d 20.00 di executive lounge. Aduh gimana nih? baru check-in aja sudah terlalu berkesan sampai bikin 3 paragraf sendiri *wink.

Sekarang cerita kisah pahitnya dikit yah hahahaha. Untung saya datangnya hari Jumat, ternyata proses check-in hari Sabtu itu orang-orang parah banget sih antrinya. Tidak hanya antri check-in, namun juga ada antrian panjang untuk menggunakan lift. Selantai lobby itu penuh orang yang antri dimana-mana. Ini karena kebetulan sedang ada 3 acara pernikahan dihari Sabtunya, jadi antara keluarga pengantin, tamu pengantin dan orang yang sedang mau check-in tumplek plek plek-lah di lobby. Mungkin saat inilah executive class itu sangat terasa yah bedanya. Kita bisa punya area check-in private dan jumlahya terbatas karena yang check-in hanya untuk kamar tertentu.

Nah selanjutnya untuk proses check-out. Semua tentu mudah, keluar kamar, masuk ke executive lounge untuk drop access card dan bhay langsung turun aja ke lobby. Oh iya bell-boy sigap banget yah dari datang langsung bukain pintu dan barang terima beres dikamar. Begitu juga ketika check-out, bell boy membantu kami untuk mengatarkan barang hingga ke parkiran mobil dibasement. Jadi tinggal cus tidak perlu menunggu lama-lama di lobby dan dekat-dekat dengan orang lain yang juga sedang proses chekc-out.


Kamar
Kalau kamu lihat list kamar yang ditawarkan rasanya agak susah membedakan berbagai kriteria kamar yang ditawarkan. Kamar premier, swiss advantage, swiss selected dan executive mempunyai ukuran kamar yang sama, namun seharusnya ada fasilitas lain yang bisa diperoleh dengan swiss advantage dan swiss selected, seperti fasilitas executive lounge yang saya dapatkan ketika mendapatkan free upgrade dari kamar premier ke executive. 

Hotel ini terbilang hotel baru sehingga hanya kamar paling mahal saja yang menyediakan fasilitas bath up. Kata kakak, hotel ini ada kurangnya, tidak ada bathupnya ahhahahah. Kakak jadi punya standard hidup baru karena keseringan staycation. Selain bathup tadi, semua feels good tentang hotel baru. Kamar hotel didesain dengan furniture yang functional dengan ukuran yang minimalis sehingga anak-anak tetap bisa berlarian kesana kemari. Bahkan untuk baby crip saja ukurannya bener-bener pas ditempatkan antara lemar dan meja kerja. Ukuran pas, tidak ada bagian baby crip yang lebih lebar dari lemari sehingga ukuran kamar tetap terasa lega.
Saking canggihnya, kami sempat bingung dengan kaca transparant antara kamar mandi dan kamar. Tidak ada tirai apapun, tidak mungkin kan mandi dan buang hajat se-vulgar ini. Ternyata kaca ini sudah elektronik gitu, kita cukup tekan on/off saja maka kaca ini akan berubah menjadi putih dan tidak tembus pandang lagi. WOW!. Lanjut lagi ke area pintu, gimana coba pintu ini cara bukanya, ternyata ada pengait kecil yang perlu kita tarik dan pintu tertutup bukan dengan sistem pintu pada umumnya. Pintu ini nempel dengan teknologi magnet donk teman-teman, hahahhhahaha staycation experiencenya banyak banget yah.
Dari kamar mandi kita lanjut ke area kamar, Ukuran tempat tidurnya king sehingga masih terasa luas untuk tidur bertiga dengan kakak. Adek di baby crip sedangkan abang masih cukup di sofa bed yang kami rapatkan ke kasur. Bentar lagi mereka makin gede, siap-siap booking dua kamar nih. Amsyong mami amsyong. Disamping tempat tidur ada lemari kecil yang eye catching banget nih ketika dijadikan bar room. Tidak hanya pemanas air dan lemari es mini, fasilitas lainnya juga ada seperti mesin pembuat kopi Nescafe Dolce Gusto donk. Suami langsung seneng banget nih lumayan bisa ngopi-ngopi cantik dikamar.

Stop kontak listrik sudah dilengkapi dengan USB juga, jadi tidak perlu membawa terlalu banyak kepala chargeran. Namun satu yang disayangkan nih, meskipun tv-nya sudah smart tv tapi saya tidak bisa colok android connector untuk nonton netflix maupun disney. Soalnya butuh internetkan, sedangkan tau sendiri internet hotel pake acara harus generate sesuatu dulu dari website baru boleh masuk. 

Nilai plus dari kamar hotel ini adalah pemandangannya yang bisa melihat laut dan pesawat berlalu-lalang dengan bentuk yang sangat jelas. Secara yah itu deket banget dengan bandara, jadi posisi pesawat baru menukik ke langit. Anak-anak senang bermain dekat jendela sambil update info ada pesawat yang sedang take off maupun landing. Bisa kebayangkan betapa sering mereka merasa senang banget selama 3 hari nginep disana. Anak senang, mami senang.
 
Restoran
Maaf yah teman-teman ngak bisa cerita tentang common restaurantnya soalnya selama dua hari ini kami memilih untuk sarapan di executive lounge. Pikirnya mau cobain dua-duanya, hari pertama ke restaurant bawah untuk sarapan kemudian hari kedua baru ke executive lounge. Namun karena hari pertama sudah ke executive lounge duluan, maaf kami sudah tidak bisa berbaur lagi teman-teman hahahaah (orang kaya baru mode). Betapa ternyata tipe executive ini fasilitasnya terlalu berbeda dan sangat cocok untuk yang mau staycation tapi tidak mau terlalu banyak berinteraksi di area umum. 

Bahas dari tempat duduknya dulu yah. Di executive lounge ini kita bisa duduknya beda 1 sofa set dengan keluarga lain, jadi lebih amankan. Bahkan saya dan keluarga bisa sarapan di area yang semi tertutup karena dibatasi oleh tembok tanpa pintu dengan area executive lounge yang lain. Untuk makanan seperti biasa, kita tinggal nunjuk mau diambilin apa nanti akan dibantu oleh waitressnya. Kalau malas banget untuk ke area buffet, kamu juga bisa pesen saja dari meja mau dibawain minum ini itu, makan ini itu dan datanglah waitressnya dengan pesanan udah semi restoran padang :D.
Makanannya simple tapi enyak-enyak. Untuk sarapan rendah kalori ada yougurt dan oatmeal. Kemudian ada dimsum juga. Deretan roti-roti imut dan sereal yang enak (*coco asli bukan kiloan hahaa info penting). Dan tentu saja sarapan western dan koleksi karbo yang tersedia dengan berbagai pilihan. Semuanya enak-enak. 

Untuk mengantisipasi lonjakan, restoran buka sampai pukul 11.00 WIB. Kami dapat jadwal sarapan 09.00 s.d 10.30. Jadilah kami berenang udah sampai lapar dan dilanjutkan dengan brunch. Berhubung ini brunch maka porsi makannya tentu brunch donk alias kenyang bego :p.

Fasilitas
 
*Kolam Renang
Kolam renangnya panjang dan lumayan lebar. Kedalaman kolam renang dewasa 120cm jadi masih aman untuk anak seusia abang sedangkan untuk kolam anak ada dua pilihan. Kolam pertama adalah kolam yang langsung bersampingan dengan kolam dewasa. Kedalamannya lumayan yaitu setinggi lutut adek, jadi adek masih bisa main air dengan serunya tanpa kami harus takut dia tenggelam jika terjatuh dikolam saat bermain. Istilahnya kalau jatuh duduk masih bisa berusaha bangun sendirilah. Hanya saja kolam anak ini tidak terlalu aman sebenarnya. Kalau secara estetika sih keren yah, buat foto pun bagus karena ala-ala Bali gitu. Tapi itu juga sekaligus menjadi hal yang dipertimbangkan. Terlalu banyak halang rintang dengan unsur batu ditengah kolam anak, tentu saja resiko lari dikolam kemudian jatuh terbentur cukup tinggi. 
Nah pilihan lainya ada kolam yang kedalamnya juga sama namun lokasinya terpisah dengan kedua kolam ini. Selain ukuran untuk anak, bentuknya normal yaitu luas dan tanpa halang rintang ditengah-tengah kolam, kolam ini juga dilengkapi dengan arus. Jadi adek dan kakak seru aja gitu berenang melata melawan arus buatan yang terdapat dalam kolam. 
Selam covid ini penggunaan kolam dibatasin yah, jadi yang mau berenang harus reservasi terlebih dahulu. Info yang saya dapat sih dibatasi hanya 5 orang saja, namun pada kenyataannya rata-rata ada 20 orang diseluruh area kolam. Mungkin 5 orang per kamar kali yah hahahahaha. Meskipun sekamar kami ada 5 orang, tapi handuk hanya dapat 2 pieces per kamar. 

Beda jumlah tamu hotel yang berenang beda juga kapasitas tamu hotel yang berada dilokasi sekitar kolam renang. Area sekitar kolam renang memang bagus untuk berfoto-foto sehingga banyak orang yang datang hanya untuk sekedar berfoto di area sekitar kolam renang. Meskipun demikian kondisinya masih kondusif banget sih untuk jaga jarak antar tamu hotel.

*Bioskop
Ada pengalaman berbeda lainnya nih selama menginap di Swissotel. Untuk weekend Sabtu dan Minggu, hotel menyediakan satu ballroom khusus untuk 5 reservasi terbatas yang ingin menikmati suasana nonton bioskop lagi. Sama seperti kolam renang, kita perlu reservasi terlebih dahulu karena hanya ada 5 tempat tidur single yang sebenarnya disediakan untuk pengalaman menonton bioskop sekelas velvet/ premier class.
Jadwal bioskop buka setiap pukul 10.00 a.m dan pukul 14.00 p.m. Saya kurang tahu apakah film yang ditayangkan selalu berubah setiap minggunya atau tidak, namun untuk tanyang pagi dan siang sih filmnya beda. Setiap reservasi berarti bisa dapat 1 tempat tidur dan free flow pop corn, infus water serta air mineral. 

Karena kami check-in dari hari Jumat  jadi ketika kami menikmati fasilitas ini di hari Sabtu jam 14.00 p.m, itu hanya kami sekeluarga aja donk yang nonton. Tamu hotel yang lain either lagi check-out atau masih proses check-in. Omg betapa saya menyukai staycation kali ini yang bener-bener kita nikmatin dengan perasaaan aman karena less contact dengan orang-orang. Jadi orang tuanya bisa tidur-tiduran dikasur. Anaknya terserahlah mau duduk di bean bag didepan, mau lari-larian, beberapa kali minta refile pop corn, apa sajalah karena emak bapak mau pacaran dulu hahahaahaha.

*Gym dan Spa
Ada fasilitas Gym dan Spa juga dihotel ini yah. Spa last ordernya jam 20.00 p.m. Seperti biasa, kami bukan penggunakan fasilitas tersebut. Bisa dicoba yah jika tertarik. Semua buka selama PSBB transisi ini. Oh iya bagi yang mau sekedar sauna juga bisa banget nih, kamar ganti diarea kolam sudah dilengkapi dengan fasilitas sauna ini :D.

*Direct Access Mall
Selain berbagai fasilitas diatas, ada lagi nih fasilitas tambahan yang ok banget buat staycation yaitu direct akses ke mall PIK Avenue. Kenapa saya bilang ini ok karena untuk membeli cemilan cepuluh sebalas :p tidak perlu lagi pakai aplikasi gofood maupun grab food. Kita dapat turun ke mall dengan berjalan kaki untuk dine in atau sekedar take way untuk makan di dalam kamar. Tidak terbatas dengan makanan yang ada dimall yah, hotel ini lokasinya dikelilingi berbagai restoran yang buanyak banget dan lagi hits jadi kamu bisa pesen dengan harga delivery yang lebih murah. 
Tambahin lagi ngak yah ini fasilitas tambahannya? tambahinlah yah. Kamu bisa banget loh menikmati salah satu tempat wisata sekitar hotel yaitu Pasir Putih PIK 2. Cerita lengkapnya bisa klik link yang tadi yah.

Sampai jumpa di staycation aman dan sehat selanjutnya *wink
Terima kasih





 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver