TMII
atau Taman Mini Indonesia Indah terletak di timur Jakarta. Seperti kebanyakan
orang ketahui, TMII memiliki koleksi rumah adat dari seluruh provinsi di
seluruh Indonesia. Namun, saya tidak akan berkeliling dan menceritakan koleksi
rumah adat tersebut. Tujuan saya kali ini adalah museum, gedung pertunjukan dan
wahana balon udara. Pihak TMII berperan besar dalam cerita saya kali ini. Aksi
gencar mereka menjual ‘paket’ murah berupa voucher
ke wahana-wahana tersebut menjadi alasannya. Dan, aksi membeli voucher tersebut menjadi awal rekam
jejak perjalanan saya di TMII.
Museum IPTEK
“Seandainya
waktu kecil saya diajak bermain sambil belajar di museum seperti ini, pasti
sekarang saya sudah menjadi engineer.”
Itulah hal pertama yang terlintas di kepala saya saat memasuki museum IPTEK
ini. Hahaha ngarep! Tapi, tempat ini memang
menarik untuk mempelajari ilmu fisika dan ‘kawan-kawannya’ yang lain. Di dalam
museum ini, berbagai teori yang pernah saya baca di buku pelajaran semuanya dapat
saya lihat aplikasinya melalui alat-alat peraga. Bahkan, teori-teori yang belum
sempat diuraikan selama bersekolah juga diuraikan di sini. Saya sempat mencoba
untuk duduk di atas paku, masuk ke dalam rumah simulasi gempa, dan duduk di kursi
putar dengan memegang ban berputar untuk merasakan teori helikopter. Tidak
hanya itu saja, saya juga merasakan pengalaman menjadi pemain sirkus
yang mengendarai sepeda diatas tali baja yang tentu saja tidak akan pernah saya
peroleh di sekolah.
Tempat
ini benar-benar saya rekomendasikan untuk para orang tua maupun anak-anak
sekolah sebagai tempat liburan alternative. Tidak perlu merasa aneh karena
bermain sambil lucu-lucuan seru juga disini. Selamat menikmati liburan sambil
belajar, ya :D.
Keong Emas
Tempat
berikutnya yang saya kunjungi adalah keong emas. Wahana ini serupa bioskop yang
mampu menayangkan film-film IMAX 3D. Durasi film yang diputar pun lumayan lama
seperti di bioskop. Pertunjukan diadakan setiap jam, sehingga tidak perlu
khawatir melewatkan pertunjukan film 3D di sini. Sayangnya, tidak diperkenankan
untuk memotret di dalam Keong Mas, sehingga saya tidak dapat memberikan
gambaran keadaan tempat ini dari dalam. Sebagai gantinya, saya tampilkan gambar
saya dari luar saja ya *wink.
Balon Udara
Wahana
yang satu ini lain daripada yang lain – tidak akan kamu temukan di pusat
hiburan lain di Indonesia. Balon udara ini diterbangkan setinggi 100 meter dari
tanah, dengan satu tali besi yang mengikat balon udara agar tidak terbang
terbawa angin. Di dalam ‘keranjang’ balon udara, saya dapat berjalan melingkar 360°
dan menikmati indahnya pemandangan Jakarta di sore hari saat matahari terbenam.
Pergantian langit yang biru menjadi jingga benar-benar pemandangan yang
berbeda. Transisi warna langit dari biru hingga menjadi merah kekuningan
sungguh spekatkuler dan memanjakan mata. Dari atas tampak jelas seluruh bagian TMII
dan kawasan di sekitarnya.
Tidak perlu khawatir dengan masalah keamanan karena
selama 10 menit berada di ketinggian, kita ditemani dengan para kru yang telah
berpengalaman. Bahkan, semua kru sudah melewati beragam pelatihan sehingga
bersertifikasi secara internasional. Aman! Untuk menaiki wahana balon udara
ini, kamu harus merogoh kantong sebesar Rp. 90.000 – Rp. 120.000. Saya
beruntung karena hanya harus membayar 1/3 dari harga normal berkat voucher murah dari internet tersebut. Dengan
terbenamnya matahari yang menarik cahayanya dari bumi Indonesia, maka selesai
jugalah perjalanan saya pada liburan kali ini. Selamat menikmati liburan yah
thadaaaaa *wink.
Berwisata
ke TMII bisa menjadi alternatif liburan jika memiliki bujet terbatas.
Anggaran
biaya yang kamu keluarkan bisa dilihat di link berikut:
Dua trip saya yang terakhir nampaknya selau dimulai dengan posting kisah buruknya terlebih dahulu sebelum trip yang sebenarnya. Kali ini nampaknya saya harus membuat satu page sendiri untuk kisah seorang sopir yang mengantarkan saya dan teman-teman selama perjalanan. Kenapa si sopir ini sangat penting dan menjadi bagian penting dalam perjalanan saya. Berikut beberapa hal aneh yang dilakuin oleh supir ini. Saya sebut saja sebagai "tips menghindari perjalanan buruk karena tourguide" Ciri 1. Sopir merangkap ketua rombongan Untuk perjalan selama di Jawa Timur sebenarnya saya dan teman-teman hanya ingin menyewa kendaraan saja. Kami rencananya menyetir sendiri. Namun tidak ada penyewaan seperti itu. Jadilah sewa mobil + sopir. Namun apa yang terjadi adalah sopir mobil yang terlalu supel tersebut berubah menjadi tour guide. Scene 1. Pertemuan pertama #TourGuideAneh: Jadi kalian ini rencananya kemana-kemana aja? Temen : Kita mau ke malang ama batu dl hari ini. Bsok siang baru ke bromo trus nginep sehari. Habis itu ke Pasuruan dan Surabaya pas hari terakhir. Saya : Mau ke Jatim Park ama BNS dulu hari ini. Makan cwie mie ama kafe pohon. #TourGuideAneh: Kita ngak usah ke Jatim Park. Itu sama saja dengan dufan di Jakarta. Kalau ke Jatim Park siangnya rugi karena malamnya BNS itu sama saja dengan jatim park. Saya : Tapi kita mau makan siang ama singa disana, mau ke zoo parknya. #TourGuideAneh: Kita ngak usah kesana saya bawa saja ke BNS, nanti kita ke Probolinggo saja, disana ada pulau pasir putih dan rafting. Disana lebih bagus. Temen : Bedanya apa ama yang dicitarik #TourGuideAneh: ada fall yang beberapa meter (sambil menunjukkan foto rafting). Scene 2.Permandian Air Panas Saya : Kita mau ke permandian air panas ntar malam, bagus ngak? #TourGuideAneh:Bagus (sambil mengacungkan jempol). Tapi kalau malam dia udah tutup. Cuma buka sampai sore saja. Pagi-pagi buta gw udah siap-siap ke permandian air panas #TourGuideAneh: Bangunin anak-anak saja kita berangkat sekarang. Disana udah banyak orang juga jam segini. Didalam perjalanan gw tertidur hingga terbangun di kawasan air terjun Cuban Rondo. Saya : kita kapan ke permandian air panasnya? #TourGuideAneh: Habis dari sini kita kesana, itu soalny baru buka jam 8 pagi. Ntah apa yang terjadi, si sopir mandi duluan dan temen-temen saya juga jadi pada mandi. Saya : Yaudah kita berangkat sekarang? Anak-anak mandi disana aja kan mau mandi air panas. #TourGuideAneh:Ngak apa-apa kalau ada yang mau mandi disini. Jam 9 pagi kok bukanya. Setelah jam 10 siang, diantarlah saya dan pacar saya kesana. Mandi permandian air panas di siang hari? bener-bener random acara yang baik sekali. Untung saja ada private roomnya. Jadi,"Gw berendam! Lo nunggu" Scene 3. Bromo Setelah turun dari penanjakan Saya : Kita makan dulu yuk, lapar. #TourGuideAneh: Kita sarapan di probolinggo saja, ini masih jam 6. Saya : Itu kita yang sarapannya jadi lama atau kita yang pulangnya dipercepat Temen : Nanti kita naik kuda atau jalan kaki #TourGuideAneh: Nantilah diatur, foto-foto saja dibromo (menunjukkan kita tidak usaha naik keatas gunung)
Saya : kita tidak ke savana, teletubies dan air terjunnya yah #TourGuideAneh: Kita kan ngak mungkin juga kesana (Hening)
DONE! kalau kalian sudah punya fix plan apalagi kalau sudah melewati proses googling, random acara, dan budget! Cut saja kalau ada sopir yang seperti ini. Percayalah akan berujung buruk. Ciri 2. Sopir yang tidak merasa sebagai sopir Saat menyewa mobil pastikan tentang biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk sopir. Biasanya akan ada perjanjian seperti ini. Biaya makan sopir sekali makan Rp. 15.000. Jika dibawah keluar kota harus ada uang penginapan untuk sopir Rp. 100.000/ malam. Percayalah dengan biaya seperti ini mungkin terlihat banyak tapi sebenarnya lebih murah daripada rules mengenai biaya sopir yang tidak jelas, apalagi kalau sopirnya memang tidak jelas. #TourGuideAneh: kalian kan anak muda nigh, hari ini kita ngak usah tidur, kita banyak di jalan aja. Kalau mau tidur di Jakarta aja. Setelah jam 12 malam jadilah kita tidur didalam mobil dekat alun-alun kota batu. Saya pikir, karena kita mau jalan menuju bromo jam 1 malam, makanya kita menunggu di jalan saja daripada check-in. Alhasil ampe subuh si sopir tertidur di mobil dan buat kita semau gelandangan disana. BNS - Saat turun dan masuk ke BNS si #TourGuideAneh ikutan masuk (siapa yang bayar biayanya dia? KITA!) - Masuk ke wahana si si #TourGuideAneh ikutan masuk (siapa yang bayar biayanya dia? KITA!) Bromo - Saat kita naik ke Bromo si #TourGuideAneh ikutan masuk (siapa yang bayar biayanya dia? KITA!) - Untuk naik ke bromo itu tidak semurah hanya membayar tiket masuk tetapi untuk sewa jeep kita harus membayarkan dia juga dengan nilai ratusan ribu perorang (siapa yang bayar biayanya dia? KITA!) Ciri 3. Sopir pemalas Berhati-hatilah dengan sopir yang punya seribu alasan apalagi mengenai jarak yang terlalu jauh atau waktu yang terlalu lama untuk mencapai suatu tempat karena bisa jadi, supir ini hanya malas untuk menyetir terlalu jauh kesana. Setelah dua hari berada di Probolinggo tempat kelahiran si supir ini, jadilah siang itu kita ngak tau mau ngapain lagi di kota itu. Temen : Kita ke Surabaya saja siang ini. Pulang dari Surabaya baru kita menginap di Pasuruan. #TourGuideAneh: Kita tidak mungkin ke Surabaya, ke Surabaya itu perjalanannya 4 jam, Trus nanti kita pulang ke Pasuruan dari Surabaya itu 3 jam. Kita tidak bisa ngapa-ngapain juga pasti di Surabaya. Saya : Memangnya sekarang jam berapa? #TourGuideAneh: Jam 1.30. Saya : Berarti kalaupun 4 jam cukup kok kalau kita cuma mau ke Suramadu saja dan keliling di kota Surabaya. Kita kan cuma mau malam harinya saja di Suramadu.
Akhirnya jalanlah kita ke Pasuruan dari Probolinggo selama 1 jam perjalanan karena sudah tidak tahu mau ngapain lagi ke kota Probolinggo yang katanya ada pulau pasir putih dan rafting tapi adanya cuma diomongan tapi tidak kesana. Pada malam hari setelah sampai ke Pasuruan, akhirnya saya dan pacar memisahkan diri ke Surabaya. Kami berdua berencana naik bus malam itu. Saya : Pak tolong antarkan saya terminal terdekat, mau ambil bus ke Surabaya #TourGuideAneh: Nanti saya antarkan saja kalian ke Surabaya. Nanti takutnya kenapa-kenapa banyak yang suka nipu di terminal. Saya : Tidak usah, karena teman-teman disini siapa yang akan mengantar. Lagian kalau ke Surabaya terus balik kesini jauh dan makan bensin. #TourGuideAneh: Ngak kok, paling cuma sejam saja kalau pakai mobil pribadi ke Surabaya. Saya : (^%^^%$*%^&*&**&*$$#@#@#) Apa yang tejadi dengan jalanan di Jawa Timur ini. Kalau siang bisa 4 jam tapi kalau magrib jadi 2 jam saja Probolinggo-Surabaya. Apa segitu hebatkah pengaruh pemuaian pada aspal jalanan. Ciri 4. Sopir kurang ajar Melanjutkan cerita di atas, saat perjalanan diantarkan untuk mencari bus #TourGuideAneh: Seharusnya temen-temen kamu itu sudah enak, di rumah keluarganya dia sudah ada 2 mobil jadi sebenarnya mereka sudah tidak butuh mobil ini. Saya: Kalau seperti itu, hari ini kita sudah tidak sewa mobil ini pak. Bapak tidak dapat job lagi degh (tertawa sinis) (Hening)
Rasanya
baru 2 jam tertidur namun sudah harus terbangun lagi. Nampaknya ini telah menjadi
kewajiban yang harus saya lakukan tiap kali berwisata di pegunungan. Mungkin
karena saya selalu ingin mengejar keindahan sunrise
dan sejuknya hawa pengunungan yang mana mengharuskan saya bangun sesubuh mungkin.
Namun tidak menjadi masalah karena keindahan pegunungan kali ini sudah terbukti
hingga ke manca negera. Apalagi kalau bukan Bromo, wisata pegunungan yang cocok
bagi orang-orang yang memang suka mendaki ataupun orang yang hanya ingin
menikmati indahnya pemandangan. Fasilitas dan akses yang sudah memadai membuat
gunung Bromo menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan
internasional.
Perjalanan
saya kali ini dimulai dari kota Probolinggo. Biasanya, kalau mau ke Bromo, kamu
bisa menyewa mobil dari kota Surabaya langsung ke Kabupaten Pasuruan atau ke
kota Probolinggo. Namun, karena sebelumnya saya telah berkeliling ke beberapa
kota di Jawa Timur, jadilah saya start dari kota Probolinggo saja. Satu hal
yang pasti: berangkatlah dini hari sekitar jam 1 dari kota Surabaya agar sampai
tepat waktu. Yang saya maksud bukan tepat saat matahari terbit, namun tepat
sebelum jeep-Jeep mulai naik ke
Penanjakan. Yup, saya harus naik Jeep untuk masuk ke kawasan wisata
Bromo. Mobil sewaan akan diparkir di pinggir jalan kemudian diganti dengan jeep
yang tentunya juga sewaan. Ada sekitar ratusan unit Jeep yang dapat kamu sewa di sini. Namun, meskipun jumlahnya
ratusan, jeep-jeep ini selalu full booked saat weekend. Jadi, ada baiknya kamu memesan Jeep beberapa hari sebelum berangkat ke Bromo.
Mungkin
kamu bertanya-tanya buat apa pakai Jeep?
Kenapa tidak pakai mobil sendiri saja? Rute untuk mencapai Pananjakan – salah
satu spot terbaik untuk melihat sunrise
di Bromo– merupakan jalanan berpasir dan berdebu, serta harus melalui tanjakan
yang cukup curam. Nah, dalam medan yang
berat kayak itu, hanya mobil Jeep yang bisa menembusnya. Bagi orang awam
seperti saya yang hanya pernah melihat Bromo melalui foto, suasana Pananjakan
yang gelap gulita seperti misteri buat saya. Di area ini ada tempat duduk
berundak-undak menyerupai mini theater.
Begitu kamu datang, telah banyak orang yang duduk, tidur-tiduran bahkan tidur beneran. Kalau tempat duduknya seperti ini,
sunrise itu nampak seperti adengan
film yang benar-benar harus di nikmati.
Tip:
Kalau mau mengabadikan pemandangan bromo, carilah posisi paling depan. Bahkan,
kalau perlu dekat pagar pembatas, karena itu satu-satunya cara agar saat sunrise nanti kamu benar-benar mengambil
foto sunrise, bukan kepala manusia
;p. Oh iya, jangan lupa bawa tripod agar gambarnya tidak blur dan shaky ya…
Setelah
menunggu beberapa saat, secercah cahaya mulai nampak perlahan dari sebelah kiri
theater sunrise ini. Tanpa menunggu
komando, orang-orang serentak mengambil foto, mencoba mengabadikan cahaya sunrise yang perlahan-lahan menyingkap
keindahan pegunungan Bromo.
Dimulai
dari megahnya Gunung Semeru yang mengeluarkan kepulan asap dari kawahnya.
Selanjutnya deretan pegunungan dibawah kaki
gunung Semeru yang mulai terlihat satu persatu. Namun, di antara pengunungan
tersebut, nampak ada satu gunung yang terlihat menonjol. Ya, itulah gunung Bromo. Gunung yang terlihat jelas karena kawahnya
yang menganga lebar ini seolah-olah mengingatkan bahwa ‘dia’ punya banyak
cerita. Karena jumlah pengunjung yang membludak, kesempatan mengambil gambar
yang bagus dengan para ‘selebriti alam’ ini mungkin akan terasa sulit. Bahkan
banyak yang sampai melewati pagar pembatas demi mendapatkan foto.
Setelah
puas mengumpulkan foto dari berbagai sudut, ada baiknya mampir di warung-warung
di sepanjang jalanan turun dari Pananjakan untuk sarapan. Hal ini penting, mengingat
kegiatan berikutnya adalah tracking
gunung Bromo. Sama halnya ketika di daerah lain di pulau Jawa – selain Jakarta
dan Bandung tentunya – harga makanan di daerah sini pun tidak terlalu melilit
kantong. Tapi, hal yang sama tidak berlaku untuk suvenir, harganya hampir sama
seperti di luar negeri saking mahalnya!
Rekan Sepenanggungan *wink
Setelah
membeli jagung bakar dan memakannya sepanjang perjalanan turun ke lembah, kami
meneruskan aktifitas berikutnya yaitu pendakian gunung Bromo. Namun, lagi-lagi
perjalanan selanjutnya tidaklah semudah yang saya bayangkan. Mendaki gunung bromo
di saat transisisi dari musim kemarau ke musim hujan hanya berarti satu hal: selamat
datang di musim angin! Tapi, bukan angin yang membuat pendakian ini terasa berkesan,
melainkan ‘serbuan’ pasir yang diterbangkan oleh angin. Rasanya kami seperti terjebak
dalam badai pasir sepanjang jalur pendakian.
Sebenarnya,
jalan yang harus ditempuh untuk sampai ke bibir kawah gunung Bromo tidak jauh.
Walaupun hanya untuk sampai ke kaki gunung Bromo saja, saya harus jalan beratus-ratus
meter karena Jeep tidak boleh masuk
ke sana. Alasannya? Karena daerah itu merupakan wilayah bisnis transportasi
kuda. Yah namanya juga bagi-bagi rejeki, kan..
Jika menggunakan transportasi kuda biasanya dikenakan biaya Rp.130.000
–Rp.150.000/kuda/orang/PP. Tapi kalau sudah agak siang sih bisa jadi
Rp.75.000/kuda/orang/PP (silahkan menawar *wink).
Awalnya
saya ingin mencoba bagaimana rasanya berjalan di tengah-tengah badai pasir.
Ternyata rasanya sangat menderita! Saat badai pasir datang, saya harus berhenti
dan membelakangi arah angin supaya pasir tidak masuk ke mata dan mulut. Saat
tidak ada angin, lalu lalang orang yang berjalan di sekeliling saya membuat
pasir-pasir halus kembali beterbangan. Belum lagi kuda-kuda yang hilir mudik
menambah parah kesulitan saya untuk bernapas.
Akhirnya
setelah mendaki kira-kira setengah dari gunung Bromo, saya memutuskan untuk
naik kuda saja. Ternyata, kuda ini pun sebenarnya tidak dapat digunakan hingga
ke bibir kawah. Kuda-kuda akan diparkir di dataran luas. tepat sebelum tangga
yang menuju ke kawah, Setelah itu saya harus meneruskan pendakian yang sangat
curam ke bibir kawah. Sebenarnya ada tangga beton yang bisa digunakan, namun
kondisinya mengenaskan. Anak tangganya banyak yang rusak, bahkan di beberapa
titik, pegangannya sudah runtuh, Apalagi kondisi tangga yang hampir seluruhnya
tertutup oleh pasir, rasanya seperti sedang sedang mendaki bukit pasir
sungguhan. Saya sampai berpikir jangan-jangan tangga ini peninggalan jaman
kerajaan.
Setelah
berjuang setengah hidup akhirnya saya sampai di bibir kawah Bromo, Sayangnya,
badai pasir membuat dasar kawah hampir tidak terlihat. Namun saat menengok ke belakang,
pemandangan badai pasir yang kadang menutupi kaki gunung Bromo memberikan
kepuasan tersendiri karena telah jalan sejauh ini. Puas menikmati puncak Bromo,
saya lalu turun kembali ke tempat parkir Jeep
dengan membawa oleh-oleh khas Bromo: muka cemong di sana-sini, rambut kusut dan kasar serta baju dan sepatu
yang penuh pasir .
Selain
Panajakan dan Gunung Bromo masih ada beberapa tempat wisata di sekitar sini
yang bisa kamu kunjungi. Pasir berbisik, padang
kaktus dan padang savana. Untuk mengunjungi 4–5 lokasi tersebut biasanya
dikenakan biaya sekitar Rp.500.000/++ untuk 5 orang/Jeep. Namun, jika hanya ingin ke Pananjakan dan gunung Bromo saja,
biasanya dikenakan biaya sekitar Rp.350.000/++ untuk 5 orang/Jeep. Bagi yang mau langsung berendam
air panas, bisa turun dari arah Pasuruan. kemudian dilanjutkan ke Malang dan
Batu. Selamat berlibur *wink.
NB:
Baca juga artikel terkait di bawah ini yah. Penting!
Hai mau pamer, minggu ini gw mau ke bromo loh. Selain ke bromo sudah pasti akan ada yang namany batu trip dan surabaya trip. Berhubungan dengan trip gw itu, maka sesaat gw membuka blog yang berdebu ini lagi, tiba-tibalah otak gw memikirkan beberapa list perjalanan yang belum gw posting:
1. Waterboom asik di Jabodetabek ( Pantai Indah Kapuk, Snowbay, Jungle, Oceanpark)
2. United Kingdom trip (Juni 2011)
3. Karimun Jawa ( 2012)
4. Ujung Kulon (2011)
5. Trans Studio Makassar (2010)
6. Bugis Waterpark (2012)
7. Australia trip (2008 & 2010)
8. Bali trip (2010)
Omg, kenapa pas gw list kayak gini jadi banyak yang bermunculan di kepala gw yah...Kayaknya banyak yang mau di cut dagh takutnya sudah tidak update lagi info yang gw kasi...Hahahah tapi mau cerita dari 2010 aja kayaknya udah mikir. Eng ing eng..ternyata bikin blog juga mesti ada komitmennya yah...*wink
Apa yang kira-kira dirasakan seseorang jika dia harus terjebak disuatu pulau dan tidak bisa pulang??
Sini gw jawab!! Rasanya itu seperti tiba-tiba blank...Kegiatan liburan pun rasanya dari membahagiakan tiba-tiba berat. Pikiran menerawang ke kerjaan, ke pacar, orang terdekat. Nafsu makan berkurang, males kemana-mana, pelarian ke kasur buat tidur bisa berjam-jam. Ini kalau dipulau tersebut masih ada penjual makan, tempat penginapan dan atm tentu saja. Maka bersyukur ajalah gw karena masih terjebak tidak bisa pulang di pulau yang memiliki banyak fasilitas tersebut. Saat pulau tersebut belum memiliki atm, banyak orang yang menggadaikan harta bendanya untuk bisa makan disana. Bahkan yang terjebak hingga 1 bulan harus bisa memasak dan menombak ikan dilaut buat bisa bertahan hidup. Intinya dari turis menjadi tuna wisma.
Kenapa gw bisa terjebak?? Jawabannya adalah karena persoalan angin.. Kalau melihat keadaan pantai di sekitar dermaga penyebrangan dipulau itu. Ombak hanya beriak kecil dan angin pun bertiup kencang tapi tidak sampai merobohkan pohon bahkan menjatuhkan ranting-ranting. Langit pun bergitu cerah bahkan boleh dikatakan terik. Pemandangan seperti ini benar-benar tidak cocok dijadikan alasan bahwa cuaca sedang buruk sehingga saya dan 600 orang lainnya harus terjebak di pulau tersebut tidak bisa pulang. Namun apalah mau dikata, saat membaca berita dimedia online bahwa tidak ada kapal yang diijinkan untuk berlayar menuju ke pulau yang saya tempati tersebut. Semua disebabkan angin kencang dan ketinggian ombak yang dapat mencapai ketinggian hinggi 3 meter.
Berlibur kepulau diakhir tahun sekitar bulan desember-januari dan juni-agustus memang tidak disarankan karena pengaruh angin barat dan angin timur yang dapat mengakibatkan gelombang ombak yang cukup besar. Yah anggap saja belajar ilmu geografinya ngak lewat buku tapi langsung dari pengalaman. Ternyata bolos pelajaran geografi pas sekolah berakibat buruk dikemudian hari hix hix hix..
*Dengan ini saya menyatakan bahwa saya cuti liburan ke pulau dulu paling cepat hingga maret-april 2013..
Long Trip, kalau ada yang dinamakan long trip maka inilah perjalanan terlama yang pernah saya rasakan.
Pada kesempatan kali ini, saya dan teman-teman kantor berkesempatan menikmati
liburan akhir project ke Pulau
Karimun Jawa. Tempat ini merupakan bagian dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sekitar
10 jam waktu yang saya butuhkan untuk menempuh perjalanan dari Jakarta ke
Semarang, Ibu kota Jawa Tengah. Lalu, saya butuh sekitar 2 jam lagi menuju ke
dermaga penyeberangan Jepara – Karimun Jawa.
Dari situ, dilanjutkan
lagi dengan perjalanan laut menggunakan kapal cepat Bahari Express atau kapal
lambat Muria. Dengan kapal cepat, wisatawan dapat sampai di Karimun Jawa dalam
waktu 2-3 jam, sementara dengan kapal lambat, butuh waktu 6-8 jam. Selain dari
Jepara, penyeberangan dapat pula dilakukan melalui Semarang dengan menggunakan
kapal cepat Kartini. Perlu diketahui bahwa penyeberangan kapal tidak setiap
hari, baik itu dari Jepara dan Semarang maupun dari Karimun Jawa. Untuk info
lebih jelasnya bisa kamu lihat di link berikut:
Setelah menghabiskan
total 22 jam perjalanan, sampai jugalah saya di Kepulauan Karimun Jawa, Jawa
Tengah. Dari dermaga, kami langsung diangkut menggunakan mobil yang sudah
termasuk dalam paket yang saya dan teman-teman bayar ke agen perjalanan. Bagi
yang mau jalan-jalan ala backpacker, kamu
bisa berjalan kaki saja, tidak perlu menggunakan mobil angkutan ketika turun di
dermaga. Kurang lebih 100 meter dari pintu keluar dermaga, di belokan kiri
pertama, banyak rumah-rumah penduduk yang bisa disewa. Kamu bisa menyewa satu
rumah atau hanya kamarnya saja (Jadi menghemat ongkos lagi degh hihihih *wink).
Setelah sampai di tempat yang sudah disediakan, tentu saja kami langsung
bersantap siang. Inilah salah satu kemudahan jika menggunakan jasa travel agent.
Bagi yang backpacking, jangan sedih. Tanyalah
kepada warga sekitar bagaimana cara ke alun-alun atau lapangan bola. Saat
siang, terdapat warung makan disekitar daerah tersebut yang menjual makanan dengan
menu rumahan. Sedangkan, saat sore dan malam hari, banyak penjual makanan yang
berkumpul di situ.
Jam sudah
menunjukkan pukul 16.00 dan matahari sudah tidak seterik tadi siang. Tanpa
perlu berlama-lama istirahat, saya dan teman-teman sudah siap naik mobil lagi.
Kami siap menjelajah tempat wisata lain dari Pulau Karimun Jawa.
Air Terjun Sunan Nyemplungan
Perjalanan ke air
terjun tidak semudah yang saya bayangkan. Tempat wisata yang satu ini nampaknya
belum banyak yang tahu atau tidak mau tahu kali yah…? Saya harus merasakan naik gunung saat berjalan menuju ke air
terjun. Jalan setapak yang terbentuk dari akar-akar pohon menjadi satu-satunya penyangga
tangan dan kaki agar tidak jatuh terguling-guling. Sesampainya di tujuan,
ternyata air terjunnya sendiri tidak seheboh perjalanannya. Air terjun hanya
terdiri dari satu undakan, namun cukup membuat saya senang karena bertemu
dengan air (hihihihi saya kanfetish ama air, nggak bisa kalo nggak
main basah-basahan dulu). Setelah dari wisata air terjun, saya dan teman-teman melanjutkan
perjalanan menuju hutan Mangrove.
Hutan Mangrove
Di hutan ini, kami berencana
menunggu sunset. Memasuki kawasan
hutan mangrove, sebenarnya tidak ada hal yang luar biasa kecuali deretan pohon
mangrove di kiri dan kanan yang bisa menjadi tempat mengambil foto. Namun,
ketika sampai di tempat antara hutan Mangrove dan pantai, pemandangan lain
mulai sedikit demi sedikit memanjakan mata. Menunggu sunset dari tempat ini benar-benar indah. Matahari lama kelamaan
menyingsing meninggalkan warna jingga, pink, kemudian kelabu di sela-sela pohon
mangrove yang masih kecil.
HARI KEDUA
Hari ini perjalanan
akan diisi dengan kegiatan snorkeling,
snorkeling dan snorkeling.
Maklum, belum modal kalau sampai harus membayar mahal untuk scuba diving. Pulau yang akan kami kunjungi
adalah pulau Menjangan Kecil, Geleang dan Menjangan Besar. Selain pulau-pulau
tersebut, perjalanan hari ini rencananya akan ditutup dengan mengunjungi
penangkaran hiu.
Pulau Menjangan Kecil
Dibandingkan dengan
pulau-pulau lainnya, pulau ini memiliki terumbu karang yang banyak dan cukup dekat
dari permukaan air. Selain itu, banyak rombongan ikan kecil berwarna-warni yang
terlihat lalu lalang. Hanya dengan menaburkan remah-remah biskuit atau roti,
ikan-ikan akan segera menghampiri.
Selain itu, meskipun saat musim arus laut, wilayah ini cenderung tenang,
sehingga kita dapat lebih santai menikmati pemandangan bawah lautnya.
Pulau Geleang
Kalau pulau lain
kami datangi untuk snorkeling dan bermain pasir, lain halnya dengan pulau
Geleang. Pulau satu ini ibarat rumah makan di tengah laut. Tapi, jangan bayangkan
ada bangunan rumah makan, pondokan atau warung-warung, karena pulau ini bisa
dikatakan tidak berpenghuni. Hanya saja, pulau ini tergolong rindang dan
dikelilingi pasir putih yang halus, sehingga cocok menjadi tempat persinggahan
kapal-kapal wisata untuk bersantap siang.
Makanan dan hidangan
ikan laut telah disiapkan sebelum kami berangkat tadi pagi, sehingga bisa
langsung dibakar sesampainya di pulau. Lagi-lagi ini adalah salah satu
kelebihan jika mengambil jasa travel
agent. Tapi kalau berjalan-jalan sendiri, kamu bisa minta dibelikan makanan
kepada penjaga penginapan atau penjaga kapal yang digunakan berkeliling. Ikan
yang dinikmati benar-benar ikan laut yang berwarna-warni. Salah satu yang saya
santap bernama ikan kakatua. Rasa daging ikan yang masih segar dan lembut,
ditambah dengan sambal dabu-dabu yang enak memberikan pengalaman yang tidak
terlupakan oleh perut saya *wink.
Tidak hanya makanan lautnya yang enak, pemandangan pantainya pun indah untuk dinikmati dan dimasukkan kedalam koleksi-koleksi foto saya. Tentu saja harus berhati-hati karena angin laut yang kencang dan ombak dengan arus yang cukup kuat bisa menyeret badan kita menjauhi bibir pantai.
Penangkaran Hiu
Salah satu objek
wisata utama di pulau Karimun jawa ini adalah penangkaran hiu. Yang menarik
dari tempat ini adalah kita bisa turun langsung berenang bersama hiu. Seram?
Tentu saja! Dalam penangkaran terdapat 2 kolam besar yang di isi dengan hiu
hitam dan hiu putih. Hiu yang terdapat di kolam termasuk kategori tidak
berbahaya karena tidak menyerang manusia. Kecuali, kamu turun ke bawah air
sambil berdarah-darah. “Situ jual, gw beli”, mungkin begitu kata hiunya, *wink.
Meskipun katanya
hiu-hiu ini sudah tidak pernah bersentuhan dengan habitat aslinya, namun naluri
hiu untuk mengincar korbannya tidak bisa hilang begitu saja. Walaupun saya tidak
termasuk korban, namun saat turun dan berdiri di atas batu besar di tengah
kolam, hiu-hiu hitam mulai menghampiri dan mengelilingi kaki saya.Yah pada akhirnya, mereka akan berenang
menjauh setiap kali saya mencoba untuk menyentuh atau mengambil foto mereka di
dalam air.
Hal aneh terjadi
ketika teman saya mencoba turun ke kolam. Ikan-ikan kecil yang hidup bersama
hiu ternyata lebih mengerikan daripada hiu itu sendiri. Mereka berani mendekati
manusia dan menggigiti bagian tubuh pengunjung terutama kaki. Tentu saja teman
saya langsung merespon gigitan tersebut dengan berenang terburu-buru ke tepi
kolam dengan pikiran sekilo daging kakinya telah hilang dimakan hiu
wakaakakakka.
HARI KETIGA
Namanya juga
berkunjung ke kepulauan, maka secara otomatis hari ini pun akan kembali di isi
dengan mengunjungi pulau dan pantai. Pulau-pulau yang kami datangi menawarkan
pemandangan indah yang bagus untuk mengambil foto. Pada awalnya kami berencana akan
mengunjugi pulau Cemara Kecil, Cemara Besar dan Pulau Gosong. Namun karena ombak
yang sangat tinggi, maka kami hanya mengunjungi pulau Cemara Kecil yang
diselingi dengan beberapa tempat snorkeling.
Pulau Cemara Kecil
Setiap musim punya
ceritanya sendiri. Di musim angin dan ombak laut tinggi seperti ini, mungkin bukan
keputusan yang bijak untuk snorkeling
di kepulauan Karimun Jawa. Namun, hal itulah yang membuat Pulau Cemara Kecil
menarik di mata saya. Saat air di sekitar pulau Cemara Kecil pasang, kami harus
turun sangat jauh untuk berjalan menuju pulau. Saat turun dari kapal, tinggi
air laut bisa mencapai dada, terlebih lagi jika ombak yang lebih tinggi dari
badan saya datang. Tapi, disitulah serunya karena saya dan teman-teman harus
cepat-cepat turun dari kapal saat tidak ada ombak dan bergegas mencapai pulau.
Tidak sedikit dari kami yang harus merasakan perihnya air laut saat masuk
kemata atau bahkan tertelan hahahahah. Sekali lagi, disitulah serunya…
Pantai Nirwana
Sebelum menceritakan
tentang pantai ini, saya minta maaf dulu saja kalau ternyata nama pantai ini
tidak benar hahahha. Seingat saya namanya memang seperti ini. Kalau saat
mengunjungi Pulau Karimun Jawa, ternyata tidak terdapat satu pantai pun yang
bernama demikian, maka deskripsikanlah pantai tersebut seperti ini.
1. Pantai ini sebenarnya adalah pantai pribadi yang berlokasi di dalam sebuah resort besar di Pulau Karimun Jawa.
2. Pantai ini tempat untuk melihat sunrise bukan sunset :D
Semoga penduduk
sekitar mengetahui keberadaan pantai ini. Good
luck! *wink. Meskipun pantai ini merupakan pantai untuk melihat sunrise,
namun tidak ada salahnya untuk menikmati angin sore di tempat ini. Pasirnya
bersih dan halus sehingga bisa dipakai untuk main gerobak sodor seperti yang
kami lakukan.
Selain itu, ada beberapa teman saya yang naik ke beranda hotel di
lantai 3 untuk menikmati pemandangan. Tidak lama setelah berkeliling di pantai
dan hotel, bebatuan besar di pinggir pantai mulai menggoda untuk di foto. Entah
teman saya yang jago mengambil foto, pemandangan dan kamera yang memang bagus,
atau memang saya yang cocok menjadi model, tapi foto-foto di atas batu ini sangat
pantas dipajang sebagai profile picture (pede
tingkat dewa). Belum lagi latar belakang langit berwarna orange yang makin menambah keindahan foto.
Agar perjalanan kamu
menarik dan tidak harus terhadang oleh cuaca maupun hal-hal tidak penting
lainnya, berikut tips & trick
yang dapat membantu. Semoga liburannya seru yak *wink.
Tips & Trick
·Berlibur di pulau ini agak tricky, karena lama tidaknya berwisata di Karimun Jawa tidak
tergantung pada seberapa lama kita ingin tinggal, atau seberapa banyak duit
yang dimiliki, melainkan seberapa stabil
angin di sekitar perairan Laut Jawa.
·Jadwal yang paling baik untuk berlibur adalah
bulan Februari-April. Kondisi angin stabil, hujan pun sudah tidak turun lagi.
·Sekitar bulan Mei-September masih bisa untuk
berlibur, namun perhatikan kecepatan angin. Kalau perlu cek BMG terlebih dahulu
mengenai kondisi angin disekitar Karimun Jawa.
·Sekitar bulan Oktober-Januari dipastikan
Indonesia sedang musim hujan disertai angin kencang. Jika memaksakan diri tetap
berlibur, hanya bisa berkeliling pulau-pulau di daerah timur saja.
·Budget:
1. Kisaran
harga untuk 3D2N sebesar Rp.650.000-Rp 750.000/orang dengan menggunakan travel agent. Kalau pergi dalam grup besar kamu bisa dapat harga di
range paling bawah. Tapi, kalau
kurang dari 5 orang, maka akan digabung dengan rombongan lain. Bagi yang backpacking bisa cari teman untuk share biaya kapal ketika di
tujuan.
2. Biaya
makan dan penginapan untuk sewa rumah sekitar Rp.300.000- Rp.450.000/ hari.
Kapasitas rumah cukup untuk 15 orang.
3. Biaya
bus eksekutif sekitar Rp.100.000 - Rp.140.000 tergantung jenis busnya. Tiap
bus punya fasilitas yang berbeda-beda dari wi-fi, jarak antar kursi, televisi di tiap kursi, dll. Bus
Jakarta-Jepara berangkat sekitar pukul 4-6 sore.
4. Ongkos
becak dari terminal / alun-alun Jepara ke Pelabuhan : Rp.10.000-15.000 / 2
Orang
Blog ini kelanjutan dari diary-diary yang sudah pensiun.
Daripada mengingat banyak hal yang negatif dalam diary lebih baik berbagi cerita dan perjalanan yang menarik.
Banyak perjalanan yang dimulai dengan teman yang menjadi sahabat kemudian dan pacar dan berakhir menjadi suami dari blog ini mulai hingga lalalala selamanya. Sekarang blog ini sudah ramai dengan cerita dengan keluarga kecil kami.
Semoga selalu ada cerita dan perjalanan yang dapat saya bagi. *wink
For English Version check my other blog www.foodnfeed.blogspot.com