Jumat, 26 Juni 2015

Macau Trip Day 2: Keluar Masuk Kota Macau Gratis!!!

Hari ini adalah hari terakhir kami di kota Macau, baru sampai kemarin dan hari ini sudah pergi lagi. Sangat disayangkan pada saat beli tiket mengapa tidak memilih penerbangan Jakarta-Macau saja sekalian agar tidak buang-buang waktu dan tenaga fiuh. Sebelum kami keluar untuk berjalan-jalan, semua koper sudah siap sedia dilobby hotel untuk dititip sementara.

Senado Squre

Lokasi hotel kami yang sangat strategis memungkinkan kami untuk berjalan-jalan ke pusat keramaian kota Macau. Tidak perlu berjalan lama, 5 s.d 10 menit kemudian kami pun telah tiba di Senado Square. Cuaca yang terik hari  ini benar-benar menggoda iman berpuasa kami. Hanya berdiri ditengah –tengah Macau Center saja sambil sesekali melihat hasil foto dikamera, wajah dan kami pun sudah dialiri keringat. Akhirnya kami pun berakhir di toko pakaian untuk mendinginkan suhu tubuh terlebih dahulu. Tidak perlu ditebak terlalu lama, kami pun keluar dengan kantongan belanjaan hahahaha.
Utung saja di Senado Square ini banyak pertokoan dari canopy toko-toko yang berderet rapi sehingga kami pun tidak perlu berjalan diteriknya sinar matahari. Selain toko baju, disini pun banyak ditemui penjual makanan dan minum. Oh Tuhan…inikah azab hamba mu yang gila diskon, harus berpuasa dicuaca dan aktifitas segila ini fiuh.
Menjauhi pertokoan kami pun memasuki salah satu geung yang berada di Senado Square. Namanya "Instituto Para Os Assuntos Civicos E Municipais", hahahah panjang yah namaya. Arsitek dari museum ini sunguh membawa kita ke gaya aristek China lama. Dimana temboknya banyak dihiasi keramin khas negeri China,begitu pula dengan bentuk tangga, genteng hingga pintu dan jendelanya. Selain bisa bersantai sejenak, kami pun jadinya memiliki foto yang menarik di dalam sini. Satu hal yang penting adalah “ini gratis” *wink
Ruins of St. Paul’s

Berikutnya kami melanjutkan perjalanan kesalah satu icon paling popular di kota Macau yaitu Ruins of St. Paul’s. Puing gereja yang masih tersisa dibagian depannya ini saja selalu menjadi tempat foto wajib ketika berkunjung ke Macau. Tidak ada hal lebih yang dapat kita lihat disini kecuali berjalan disekitar reruntuhan dan sesekali mengambil foto ala liburan saja. Maklum saja, tempat ini selalu ramai dengan wisatawan sehingga akan sangat susah mengambil foto berlatarbelakang Ruins of St Paul’s dengan rapih dan apik.

Macau Museum


Nah nemu lagi satu tempat yang adem hahahahaha. Hari ini kami banyak masuk museum yah teman-teman :p. Untuk masuk kedalam museum kami perlu membayar sebesar MOP 15.00 (http://www.macaumuseum.gov.mo/w3ENG/w3MMabout/MMinfoC.aspx). Museum ini terdiri indoor dan outdoor.

Dibagian indoor kita bisa melihat ruangan yang di dekor dengan gaya pecinan jaman dulu, belum lagi sejarah macau yang diceritakan dengan diorama mini. Tidak hanya itu saja, beberapa pajangan yang menampilkan ciri khas China pun banyak ditampilkan. Museum yang menarik untuk dijadikan tempat berfoto.
Tidak kalah dengan bagian indoor, dibagian outdoor kita bisa melihat pemandangan kota Macau dari atas. Halaman yang luas dilengkapi dengan meriam diberbagai sudutnya, menggambarkan benteng pertahanan Macau jaman dahulu kala.
Akhirnya cuaca mulai sedikit bersahabat, kami pun melanjutkan perjalanan kami berkeliling pusat sejarah kota Macau ini. Tidak perlu khawatir karena sebagaian besar tempat yang menjadi tujuan wisata di kota Macau berada dalam kompleks yang sama, sehingga kita cukup berjalan kaki saja. Ada perpustakaan yang menarik yah foto, ada perkantoran yang menarik yah foto bahkan ada air mancur yang memanggil-manggil, yah tinggal foto saja. Semuanya khas bangunan percampuran jaman colonial dan pecinan sehingga sangat menarik untuk berfoto.

Pecinan

Keluar dari macau center kami pun melanjutkan perjalan ingin ke salah satu temple yang terkenal di Macau. Kali ini kami mencoba melewati jalan yang lebih sepi. Apa mau dikata, kami justru melewati tempat yang khas pecinan. Jalanan ini tidak ramai dilalui orang, lokasinya pun hanya satu blok dibelakang jalan utama. Yang awalnya ingin segera tiba, akhirnya kami malah menghabiskan waktu untuk berfoto-foto disepanjang jalan ini. Biar terasa kalau kita kami sedang berlibur ke Macau.







A’Ma Temple

Setibanya dipinggir jalan kami pun segera menggunakan salah satu bus yang mampir. Ini sotoy tingkat dewa karena kami benar-benar tidak tahu arah dan tujuan bus ini. Terkendala bahasa, kami pun susah untuk menanyakan dengan orang local. Untunglah supir bus mengerti ketika kami menyebutkan nama tempat ini. Tau sendiri kan yak, beda bunyi beda pula artinya dalam bahasa Mandarin.

Didalam vihara ini, banyak orang yang datang untuk berdoa, tidak terkecuali oleh anak sekolah. Mungkin yang sedang menjalankan ujian kali yah. Vihara ini juga sangat nyaman dipandang mata. Suasa yang rindang dan sejuk membuat kami tidak harus terburu-buru meninggalkan tempat ini. Cuma karena ini adalah tempat beribadah, kami tidak boleh sembarangan mengambil foto dan tentu saja mendahulukan orang-orang yang ingin beribadah.

Grand Lisboa
Banyak juga yah tempat yang kami kunjungi dalam waktu sehari?, the last but not least kami mengunjungi salah satu mall terbesar di Macau. Namanya Grand Lisboa, sama seperti mall lainnya, Grand Lisboa juga memiliki kasino yang tidak kalah besarnya. Gedung ini nyentrik sekali karena berwarna keemasan dari bawah hingga atas. Kalau kalian perhatikan, gedung ini sudah nampak sangat jelas dari Macau Museum sebelumnya. Tidak ada juga yang perlu kami lakukan didalam sehingga kami hanya berfoto-foto dibagian plataran Grand Lisboa sambil berjalan berkeliling.
 


Dimana ada perjumpa ada disitu ada perpisahan, maka dengan berat hati kami pun pulang ke hotel untuk mengambil barang kami. Kali ini kami lebih pintar karena menggunakan bus dari Grand Lisbo menuju ke dermaga penyeberangan heheheh. Tinggal di Macau ini hemat banget sih karena wisatanya gratis begitu pula dengan transportasinya jika kalian rajin mencari tujuan bus-bus dari mall ataupun casino.

Oh iya bagi kamu yang menginap di hotel yang kami gunakan, jangan lupa untuk mencicipi es manga didepan hotel. Worthy to try! *wink.

Silahkan klik link berikut untuk dapat melihat hotel yang kami tempati selama di Macau
https://www.booking.com/hotel/mo/ole-tai-sam-un.en-gb.html?aid=304142;label=gen173nr-1FCAEoggJCAlhYSDNiBW5vcmVmaGiIAQGYARK4AQbIAQzYAQHoAQH4AQySAgF5qAID;sid=7a7e71df285e7feb0b0b86b11e583498

Dan jangan lupa untuk baca cerita selanjutnya saat kami sudah tiba di Hongkong yaw bhay
http://makansambiljalan.blogspot.co.id/2015/06/hk-trip-day-1-another-budha-another.html


Kamis, 25 Juni 2015

Macau Trip Day 1 - Macau Tower dan Venetian Resort

Mari jalan-jalan!!!. Tempat pertama yang menjadi tujuan kami adalah Macau Tower. Dengan berbekal bertanya kepada petugas hotel, kami pun menggunakan bus yang di informasikan. Maklum dengan keterbatasan penduduk lokal dengan bahasa Inggris, maka ada baiknya tanyakan semua informasi yang ingin kamu ketahui kepada petugas hotel sebelum kamu memulai perjalanan.

Macau Tower


Sesampainya di macau tower kami menyempatkan diri untuk berfoto-foto diplataran terlebih dahulu. Apa mau dikata, hujan pun turun dan mengharuskan kami segera masuk ke dalam tower. Macau tower ini, selain menjadi icon wisata kota Macau, tower ini juga menjadi salah satu deretan gedung tertinggi di dunia yang menjadi bucket list suami saya. Dari atas tower kita bisa melihat pemandangan kota Macau 360', bahkan sebagian lantai tower yang di desain transparant memudahkan kita bisa melihat area bawah tower. Ini antara takjub dan lemes sendiri ketika berdiri bahkan berjalan diatas lantai kaca tersebut. Kami hanya perlu membayar sebesar Rp. 200.000 untuk tiket sekali masuk.



Tidak hanya itu saja, ada juga dua kegitan ekstrem lainnya yang bisa kita lakukan. Atraksi pertama adalah berjalan diatas tower tapi kali ini dari luar tower. Tenang saja karena ada tali pengaman yang akan diikatkan ke badan kita selama kita mengelilingi tower tersebut. Selain itu juga ada bungge jumping yang tentu saja ini benar-benar seru melihat tingginya gedung yang telah kita naiki. Sayangnya harga yang dipatok untuk kegiatan ekstreem ini mahal. Kita harus membayar kurang lebih Rp. 1.000.000 untuk skywalk dan Rp. 2.500.000 untuk bungee jumping. Karena kami berdua, makin terasalah yah harga yang dibayarkan hhaahhaahah.


Untuk pricelist yang lebih lengkapnya:
https://www.macautower.com.mo/tower-adventure/tower-adventure/price-list/

Tak terasa, matahari pun sudah tenggelam, ini saatnya buka puasaaaaaa. Sambil melihat sunset, kami pun segera mengakhiri puasa kami hari ini. Setelah berbuka puasa, kami pun beranjak dari Macau Tower untuk segera berkeliling ke daerah kasino dan mall yang terkenal mewah di Macau ini. Lumayan sudah ada tenaga untuk bisa berjalan kaki dan kembali ngebolang *wink


Venetian Resort



Kali ini kami lebih pintar, kami memperhatikan ada banyak bus yang memiliki logo hotel berlalu lalang disepanjang jalan. Tujuan mereka sama yaitu harbour, dari situ kami pun mencari tempat pemberhentian bus yang paling dekat dari Macau Tower. Ternyata tidak semua bus menuju Harbour, bahkan ada pula bus yang menuju City of Dreams. Mall ini jaraknya hanya sejauh mata memandang, kalau dilihat dari map, kedua mall ini hanya berseberangan. Ternyata mall di Macau ini karena sudah gabung dengan kasino, mall dan bahkan beberapa hotel dalam satu mall akhirnya kami pun harus jalan agak jauh. Bahkan kami kesulitan untuk dapat keluar dari City of Dreams ini. Yang awalnya hanya ingin keluar saja dari City of Dreams akhirnya malah sempat foto dibeberapa sudut casino dan mallnya karena kami lelah nyasar tanpa hasil.

Tidak hanya sekedar melihat-lihat kami pun sempat menonton dengan serius saat segerombolan nenek dan kakek yang sudah lanjut usia dan pakaian sangat sederhana duduk satu meja untuk bermain pocker (applaus). Ternyata yang datang ke casino ini tidak terbatasa kepada pria maupun wanita dari kalangan middle age. Mereka yang berusia lanjut pun banyak ditemukan diarea casino baik itu bermain di table  maupun yang bermain dindong. Rasanya mau mencoba tapi bingung bagaimana prosedurnya hahaha.
Setelah kami keluar masukk kasino yang sama karena nyasar, akhirnya kami pun tiba di Venetian Resort. Dari depan saja mall ini sudah menarik untuk dijadikan spot foto, jadi bisa dibilang waktu kami terbuang sekitar satu jam dikarenakan nyasar dan foto sebelum akhirnya kami benar-benar masuk kedalam Venetian Mall ini.

Mall ini didesain dengan canal ditengah-tengah mall, terdapat perahu lengkap dengan nahkodanya yang siap mengantarkan kita berkeliling mall sepanjang jalur canal. Arsitektur disepanjang canal pun didesain seperti kota Venetia lengkap dengan jembatan yang diperuntukkan untuk pengujung yang sekedar berkeliling mall. Tidak ada biaya khusus yang harus dibayar jika kita hanya sekedar berfoto dijembatan atau sepanjang canal karena ini bagian dari mall. Pengunjung baru diharuskan membayar jika ingin menikmati fasilitas perahu ini. Sayangnya harga sewa perahu tersebut seharga sewa perahu di negara aslinya. Biayanya dikenakan perorang berkisar Rp.500.000/orang. Kata suami saya, lebih baik dinegara aslinya saja kalau hanya buang-buang uang buat foto.
Inilah ngak enaknya jalan ke tempat yang sudah dikunjungi duluan oleh suami saya. Karena dia sudah beneran pergi ke Venetia akhirnya untuk hal uang semacam ini dia jadi tidka tertarik. Semoga jodoh yah nyobain yang benerannya. Amin.



Malam pun sudah larut dan akhirnya kami harus pulang, meskpun pada kenyataannya kami turun ditempat yang bukan seharusnya karena tertarik untuk memasukin gang yang masih penuh hingar bingar lampu malam. Tidak ada yang bisa dilakukan disini, hanya sekedar berjalan-jalan saja. Sampai jumpa dicerita berikutnya, banyak yang gratisan loh di Macau *wink
http://makansambiljalan.blogspot.co.id/2015/06/macau-trip-day-2-keluar-masuk-kota-macau.html


 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver