Sabtu, 16 Juni 2012

Karimun Jawa


Pemandangan Laut Karimun Jawa dari Bukit




















Long Trip, kalau ada yang dinamakan long trip maka inilah perjalanan terlama yang pernah saya rasakan. Pada kesempatan kali ini, saya dan teman-teman kantor berkesempatan menikmati liburan akhir project ke Pulau Karimun Jawa. Tempat ini merupakan bagian dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sekitar 10 jam waktu yang saya butuhkan untuk menempuh perjalanan dari Jakarta ke Semarang, Ibu kota Jawa Tengah. Lalu, saya butuh sekitar 2 jam lagi menuju ke dermaga penyeberangan Jepara – Karimun Jawa.

Dari situ, dilanjutkan lagi dengan perjalanan laut menggunakan kapal cepat Bahari Express atau kapal lambat Muria. Dengan kapal cepat, wisatawan dapat sampai di Karimun Jawa dalam waktu 2-3 jam, sementara dengan kapal lambat, butuh waktu 6-8 jam. Selain dari Jepara, penyeberangan dapat pula dilakukan melalui Semarang dengan menggunakan kapal cepat Kartini. Perlu diketahui bahwa penyeberangan kapal tidak setiap hari, baik itu dari Jepara dan Semarang maupun dari Karimun Jawa. Untuk info lebih jelasnya bisa kamu lihat di link berikut:
Setelah menghabiskan total 22 jam perjalanan, sampai jugalah saya di Kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengah. Dari dermaga, kami langsung diangkut menggunakan mobil yang sudah termasuk dalam paket yang saya dan teman-teman bayar ke agen perjalanan. Bagi yang mau jalan-jalan ala backpacker, kamu bisa berjalan kaki saja, tidak perlu menggunakan mobil angkutan ketika turun di dermaga. Kurang lebih 100 meter dari pintu keluar dermaga, di belokan kiri pertama, banyak rumah-rumah penduduk yang bisa disewa. Kamu bisa menyewa satu rumah atau hanya kamarnya saja (Jadi menghemat ongkos lagi degh hihihih *wink). Setelah sampai di tempat yang sudah disediakan, tentu saja kami langsung bersantap siang. Inilah salah satu kemudahan jika menggunakan jasa travel agent.
Bagi yang backpacking, jangan sedih. Tanyalah kepada warga sekitar bagaimana cara ke alun-alun atau lapangan bola. Saat siang, terdapat warung makan disekitar daerah tersebut yang menjual makanan dengan menu rumahan. Sedangkan, saat sore dan malam hari, banyak penjual makanan yang berkumpul di situ.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 dan matahari sudah tidak seterik tadi siang. Tanpa perlu berlama-lama istirahat, saya dan teman-teman sudah siap naik mobil lagi. Kami siap menjelajah tempat wisata lain dari Pulau Karimun Jawa.
Air Terjun Sunan Nyemplungan
Perjalanan ke air terjun tidak semudah yang saya bayangkan. Tempat wisata yang satu ini nampaknya belum banyak yang tahu atau tidak mau tahu kali yah…? Saya harus merasakan naik gunung saat berjalan menuju ke air terjun. Jalan setapak yang terbentuk dari akar-akar pohon menjadi satu-satunya penyangga tangan dan kaki agar tidak jatuh terguling-guling. Sesampainya di tujuan, ternyata air terjunnya sendiri tidak seheboh perjalanannya. Air terjun hanya terdiri dari satu undakan, namun cukup membuat saya senang karena bertemu dengan air (hihihihi saya kan fetish ama air, nggak bisa kalo nggak main basah-basahan dulu). Setelah dari wisata air terjun, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan menuju hutan Mangrove.


Hutan Mangrove

Di hutan ini, kami berencana menunggu sunset. Memasuki kawasan hutan mangrove, sebenarnya tidak ada hal yang luar biasa kecuali deretan pohon mangrove di kiri dan kanan yang bisa menjadi tempat mengambil foto. Namun, ketika sampai di tempat antara hutan Mangrove dan pantai, pemandangan lain mulai sedikit demi sedikit memanjakan mata. Menunggu sunset dari tempat ini benar-benar indah. Matahari lama kelamaan menyingsing meninggalkan warna jingga, pink, kemudian kelabu di sela-sela pohon mangrove yang masih kecil.


HARI KEDUA

Hari ini perjalanan akan diisi dengan kegiatan snorkeling, snorkeling dan snorkeling. Maklum, belum modal kalau sampai harus membayar mahal untuk scuba diving. Pulau yang akan kami kunjungi adalah pulau Menjangan Kecil, Geleang dan Menjangan Besar. Selain pulau-pulau tersebut, perjalanan hari ini rencananya akan ditutup dengan mengunjungi penangkaran hiu.

Pulau Menjangan Kecil

Dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya, pulau ini memiliki terumbu karang yang banyak dan cukup dekat dari permukaan air. Selain itu, banyak rombongan ikan kecil berwarna-warni yang terlihat lalu lalang. Hanya dengan menaburkan remah-remah biskuit atau roti, ikan-ikan akan segera menghampiri.  Selain itu, meskipun saat musim arus laut, wilayah ini cenderung tenang, sehingga kita dapat lebih santai menikmati pemandangan bawah lautnya.

Pulau Geleang

Kalau pulau lain kami datangi untuk snorkeling dan bermain pasir, lain halnya dengan pulau Geleang. Pulau satu ini ibarat rumah makan di tengah laut. Tapi, jangan bayangkan ada bangunan rumah makan, pondokan atau warung-warung, karena pulau ini bisa dikatakan tidak berpenghuni. Hanya saja, pulau ini tergolong rindang dan dikelilingi pasir putih yang halus, sehingga cocok menjadi tempat persinggahan kapal-kapal wisata untuk bersantap siang.

Makanan dan hidangan ikan laut telah disiapkan sebelum kami berangkat tadi pagi, sehingga bisa langsung dibakar sesampainya di pulau. Lagi-lagi ini adalah salah satu kelebihan jika mengambil jasa travel agent. Tapi kalau berjalan-jalan sendiri, kamu bisa minta dibelikan makanan kepada penjaga penginapan atau penjaga kapal yang digunakan berkeliling. Ikan yang dinikmati benar-benar ikan laut yang berwarna-warni. Salah satu yang saya santap bernama ikan kakatua. Rasa daging ikan yang masih segar dan lembut, ditambah dengan sambal dabu-dabu yang enak memberikan pengalaman yang tidak terlupakan oleh perut saya *wink.

Tidak hanya makanan lautnya yang enak, pemandangan pantainya pun indah untuk dinikmati dan dimasukkan kedalam koleksi-koleksi foto saya. Tentu saja harus berhati-hati karena angin laut yang kencang dan ombak dengan arus yang cukup kuat bisa menyeret badan kita menjauhi bibir pantai.

 
Penangkaran Hiu

Salah satu objek wisata utama di pulau Karimun jawa ini adalah penangkaran hiu. Yang menarik dari tempat ini adalah kita bisa turun langsung berenang bersama hiu. Seram? Tentu saja! Dalam penangkaran terdapat 2 kolam besar yang di isi dengan hiu hitam dan hiu putih. Hiu yang terdapat di kolam termasuk kategori tidak berbahaya karena tidak menyerang manusia. Kecuali, kamu turun ke bawah air sambil berdarah-darah. “Situ jual, gw beli”, mungkin begitu kata hiunya, *wink.

Meskipun katanya hiu-hiu ini sudah tidak pernah bersentuhan dengan habitat aslinya, namun naluri hiu untuk mengincar korbannya tidak bisa hilang begitu saja. Walaupun saya tidak termasuk korban, namun saat turun dan berdiri di atas batu besar di tengah kolam, hiu-hiu hitam mulai menghampiri dan mengelilingi kaki saya.Yah pada akhirnya, mereka akan berenang menjauh setiap kali saya mencoba untuk menyentuh atau mengambil foto mereka di dalam air.
Hal aneh terjadi ketika teman saya mencoba turun ke kolam. Ikan-ikan kecil yang hidup bersama hiu ternyata lebih mengerikan daripada hiu itu sendiri. Mereka berani mendekati manusia dan menggigiti bagian tubuh pengunjung terutama kaki. Tentu saja teman saya langsung merespon gigitan tersebut dengan berenang terburu-buru ke tepi kolam dengan pikiran sekilo daging kakinya telah hilang dimakan hiu wakaakakakka.

HARI KETIGA

Namanya juga berkunjung ke kepulauan, maka secara otomatis hari ini pun akan kembali di isi dengan mengunjungi pulau dan pantai. Pulau-pulau yang kami datangi menawarkan pemandangan indah yang bagus untuk mengambil foto. Pada awalnya kami berencana akan mengunjugi pulau Cemara Kecil, Cemara Besar dan Pulau Gosong. Namun karena ombak yang sangat tinggi, maka kami hanya mengunjungi pulau Cemara Kecil yang diselingi dengan beberapa tempat snorkeling.

Pulau Cemara Kecil

Setiap musim punya ceritanya sendiri. Di musim angin dan ombak laut tinggi seperti ini, mungkin bukan keputusan yang bijak untuk snorkeling di kepulauan Karimun Jawa. Namun, hal itulah yang membuat Pulau Cemara Kecil menarik di mata saya. Saat air di sekitar pulau Cemara Kecil pasang, kami harus turun sangat jauh untuk berjalan menuju pulau. Saat turun dari kapal, tinggi air laut bisa mencapai dada, terlebih lagi jika ombak yang lebih tinggi dari badan saya datang. Tapi, disitulah serunya karena saya dan teman-teman harus cepat-cepat turun dari kapal saat tidak ada ombak dan bergegas mencapai pulau. Tidak sedikit dari kami yang harus merasakan perihnya air laut saat masuk kemata atau bahkan tertelan hahahahah. Sekali lagi, disitulah serunya…

Pantai Nirwana

Sebelum menceritakan tentang pantai ini, saya minta maaf dulu saja kalau ternyata nama pantai ini tidak benar hahahha. Seingat saya namanya memang seperti ini. Kalau saat mengunjungi Pulau Karimun Jawa, ternyata tidak terdapat satu pantai pun yang bernama demikian, maka deskripsikanlah pantai tersebut seperti ini.
1. Pantai ini sebenarnya adalah pantai pribadi yang berlokasi di dalam sebuah resort besar di Pulau Karimun Jawa.
2. Pantai ini tempat untuk melihat sunrise bukan sunset :D
Semoga penduduk sekitar mengetahui keberadaan pantai ini. Good luck! *wink. Meskipun pantai ini merupakan pantai untuk melihat sunrise, namun tidak ada salahnya untuk menikmati angin sore di tempat ini. Pasirnya bersih dan halus sehingga bisa dipakai untuk main gerobak sodor seperti yang kami lakukan.
Selain itu, ada beberapa teman saya yang naik ke beranda hotel di lantai 3 untuk menikmati pemandangan. Tidak lama setelah berkeliling di pantai dan hotel, bebatuan besar di pinggir pantai mulai menggoda untuk di foto. Entah teman saya yang jago mengambil foto, pemandangan dan kamera yang memang bagus, atau memang saya yang cocok menjadi model, tapi foto-foto di atas batu ini sangat pantas dipajang sebagai profile picture (pede tingkat dewa). Belum lagi latar belakang langit berwarna orange yang makin menambah keindahan foto.

Agar perjalanan kamu menarik dan tidak harus terhadang oleh cuaca maupun hal-hal tidak penting lainnya, berikut tips & trick yang dapat membantu. Semoga liburannya seru yak *wink.
Tips & Trick
·         Berlibur di pulau ini agak tricky, karena lama tidaknya berwisata di Karimun Jawa tidak tergantung pada seberapa lama kita ingin tinggal, atau seberapa banyak duit yang dimiliki, melainkan  seberapa stabil angin di sekitar perairan Laut Jawa.
·         Jadwal yang paling baik untuk berlibur adalah bulan Februari-April. Kondisi angin stabil, hujan pun sudah tidak turun lagi.
·         Sekitar bulan Mei-September masih bisa untuk berlibur, namun perhatikan kecepatan angin. Kalau perlu cek BMG terlebih dahulu mengenai kondisi angin disekitar Karimun Jawa.
·         Sekitar bulan Oktober-Januari dipastikan Indonesia sedang musim hujan disertai angin kencang. Jika memaksakan diri tetap berlibur, hanya bisa berkeliling pulau-pulau di daerah timur saja.
·         Budget:
 

1.   Kisaran harga untuk 3D2N sebesar Rp.650.000-Rp 750.000/orang dengan menggunakan travel agent. Kalau pergi  dalam grup besar kamu bisa dapat harga di range paling bawah. Tapi, kalau kurang dari 5 orang, maka akan digabung dengan rombongan lain. Bagi yang backpacking bisa cari teman untuk share biaya kapal ketika di tujuan.  
2.   Biaya makan dan penginapan untuk sewa rumah sekitar Rp.300.000- Rp.450.000/ hari. Kapasitas rumah cukup untuk 15 orang.
3.   Biaya bus eksekutif sekitar Rp.100.000 - Rp.140.000 tergantung jenis busnya. Tiap bus punya fasilitas yang berbeda-beda dari wi-fi, jarak antar kursi, televisi di tiap kursi, dll. Bus Jakarta-Jepara berangkat sekitar pukul 4-6 sore.
4.    Ongkos becak dari terminal / alun-alun Jepara ke Pelabuhan : Rp.10.000-15.000 / 2 Orang
5.  Untuk informasi bus bisa liat di http://www.sukawisata.com/informasi-transportasi/. Ada informasi lengkap nama bus serta nomor telepon untuk pemesanan.
6.    Biaya makan di warung sekitar Rp.15.000 sekali makan.
Cerita oleh Tenri Ake
Edit oleh Cita Nursyadzaly
Foto oleh Theo, Abe, Aje

Sabtu, 19 Mei 2012

Pulau Balak

Seharusnya tagline pariwisata Indonesia adalah "Kecantikan Yang Terlupakan".

Under Water Balak Island

Kalimat ini bisa berarti dua hal.Pertama bahwa keindahan Indonesia yang masih belum dilirik atau dikunjungi oleh orang-orang asing, atau keindahan Indonesia yang benar-benar terlupakan atau tak dikenal oleh orang Indonesia sendiri. Tidak mau kemakan dengan omongan sendiri maka liburan kali ini mencoba untuk mengunjungi salah satu pulau di daerah Lampung. Jangankan saya yang tinggal di Jakarta, orang Lampung sendiri sebagaian besar tidak mengetahui pulau yang akan saya kunjungi ini .

Dermaga Pulau Balak
Tradaaaaaaaa selamat datang di Pulau Balak, Provinsi Lampung. Untuk mencapai pulau ini diperlukan sekitar 1 jam perjalan darat dari Bandar Lampung dan 1 jam perjalan laut menuju pulau Balak. Untuk mencapai Pulau Balak ini, kita harus menyewa perahu terlebih dahulu. Jika kamu mempunyai waktu yang cukup luang, bisa menghemat biaya dengan membayar sebesar Rp. 300.000 - Rp. 350.000 untuk menyewa kapal berkapasitas 15-20 orang. Namun memakan waktu sekitar 2 jam lebih untuk mencapai pulau Balak. Sedangkan, bila tidak ingin berlama-lama menghabiskan waktu dilaut, maka memilih speedboat seharga Rp. 350.000-Rp 400.000 untuk seharian dengan waktu tempuh sekitar 1 jam adalah keputusan yang benar. Kekurangannya adalah perahu jenis ini hanya dapat menampung orang sebanyak 6 orang. 

Setelah menempuh perjalanan, akhirnya sampai juga kami di Pulau Balak. Pulau ini hanya memiliki penghuni tetap sebanyak  3 rumah tangga. Namun jangan sedih, kalau ada rencana menginap di Pulau ini , tersedia juga pondokan yang bisa dipakai menginap bersama teman-teman. Selain itu, kita juga bisa membawa ikan atau hasil laut yang sebelumnya telah dibeli di kota untuk di bakar-bakar bersama di pulau ini. Tidak perlu berlama-lama, sesampainya di pulau ini kami segera mempersiapkan peralatan untuk snorkling dan melakukan streacthing agar tidak terjadi keram pada saatu turun ke laut nanti.

Kalau biasanya saya melakukan susur pantai sekarang susur bawah laut. Susur bawah laut yaitu mengelilingi pulau balak ini sambil bersnorkling. Jadi kami harus berjalan terlebih dahulu menjauhi dermaga pulau Balak, sehingga kami bisa bersnorkling hingga ke dermaga. Menurut instruktur, ke dalaman bawah laut sekeliling dermaga dianggap paling curam. jadi ada baiknya kita mulai dari yang lebih landai terlebih dahulu.

Setelah sampai di tempat start, kami perlu berjalan sekitar 5 meter dari bibir pantai menuju laut. Setelah itu kegiatan snorkling pun dimulai. Baru membenamkan mata, saya sudah dibuat terperangah dengan pemandangan yang saya liat. Kalau di pulau seribu, saya harus naik kapal ketengah laut dulu baru mendapatkan pemandangan ini sedangkan kalau ke derawan saya harus berhati-hati karena pemandangan semacam ini  berada di pinggir tebing bawah laut pulau Kakaban. Namun di pulau Balak, pemandangan ini segera didapatkan dari jarak beberapa meter saja dari bibir pantai.



Berbeda dengan karang yang pernah saya temukan di pulau -pulau lain di Indonesia, karang di bawah laut pulau Balak ini masih besar, berbentuk menarik dan berwarna-warni. Hal ini dikarenakan pulau Balak jauh dari pemungkiman warga sehingga sedari dulu karang-karang dan ikan di daerah ini tidak pernah mengalami bahaya bom penangkap ikan. Ikan disini juga selain menarik, mereka tidak takut untuk datang kepada pengunjung. Cukup memberikan umpan berupa roti yang disobek-sobek menjadi potongan kecil dan sebarkan di dalam air, ikan-ikan kecil berwarna-warni akan segera menghampiri. Selain itu, karena perairannya yang tidak terlalu dalam dan tenang, teman-teman saya yang tidak dapat berenang pun tidak perlu takut terbawa ombak laut atau semacamnya.

When Spongebob meets Patrick

Puas mengelilingi bawah laut pulau Balak ini, setelah bersih-bersih saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk berkeliling pulau. Tentu saja tidak lengkap rasanya kalau berkeliling pantai tanpa berfoto-foto. Banyak objek menarik untuk di jadikan background foto disini. Kalau perlu, coba berfoto diatas pohon kelapa seperti yang saya dan teman-teman coba lakukan. Hanya saja usaha untuk mendapatkan foto yang menarik tentu tidak semudah kelihatannya. Kalau tidak percaya silahkan mencoba *wink. Selain pulau Balak, disekitar pulau ini juga terdapat banyak pulau yang menarik. Bahkan ada pulau yang terkenal dengan hiu liarnya. Kita dapat berenang dengan hiu yang hidup di alam liar. Namun tidak perlu takut, hiu-hiu disini bukan hiu pembunuh, ukurannya pun kecil-kecil. Mintalah kepada instruktur untuk membawa kamu berkeliling-keliling pulau. Apalagi kalau kamu merencanakan waktu 2 hari 1 malam di sekitar kepulauan ini.
Berusaha Mencari Spot Foto di Pohon Kelapa

Foto di Pinggir Dermaga

Gaya Wajib "Foto Loncat"

Demikianlah perjalanan saya kali ini, semoga kalian bisa mendapatkan pengalaman yang sama. Sebagai saran, kunjungi tempat-tempat menarik itu jangan ditunda-tunda. Tau sendiri kan kebiasaan wisatawan itu adalah datang ketempat bagus untuk membuatnya tidak lagi bagus :p. Semoga kita bukan termasuk kategori itu yah *wink...Have a good trip.



Ittenary:

Bus Jakarta -Lampung : Rp. 135.000/ executive atau Rp. 115.000/ biasa
Travel Balak Island from Lampung: Rp. 350.000- Rp. 450.000/ orang/ all in
CP: Fanessa (duren.montong88@gmail.com)

Senin, 05 Maret 2012

Trans Studio Bandung


Setelah deadline project berkepanjangan yang mengharuskan saya menginap di kantor (curhatan penulis), saya butuh berteriak dan tertawa sepuasnya untuk menghilangkan semua penat ini. Maka, mengunjungi taman hiburan merupakan pilihan yang sangat tepat. Kali ini saya menyempatkan diri untuk mengambil cuti kerja dan berlibur pada hari Senin  ke kota Bandung. Di kota ini terdapat taman hiburan indoor baru yaitu “Trans Studio Bandung”.

Bagi yang sudah pernah mengunjungi Trans Studio Makassar, tentu sudah tahu bagaimana konsep taman hiburan Trans Studio Bandung. Konsep taman hiburan ini tidak jauh beda, tapi untuk wahana dan permainannya nampak lebih bervariatif daripada yang ada di Makassar.
Trans Studio Bandung berlokasi di dalam Bandung Super Mall, Jl. Gatot Subroto. Jika memasuki kota Bandung dari Jl. Juanda, kamu dapat mengarah ke Daerah Dago hingga simpang lima di daerah Kota Tua Bandung. Dari situ, sudah terdapat penunjuk jalan yang dapat membantu kamu menuju ke Trans Studio Bandung. Ketika memasuki Bandung Super Mall, dari halaman Mall sudah nampak jalur Roller Coaster yang tinggi dan berliku-liku, tentu saja ini pertanda baik bahwa permainan di dalam sana tentu akan seru. Tapi sebelum menikmati pengalaman menarik di dalam taman hiburan ini, tentunya saya harus membeli tiket. Bagi yang belum mempunyai kartu Trans Studio, berarti harus membeli kartu terlebih dahulu kemudian mengisi saldo dalam kartu tersebut. Deposit ini berfungsi untuk membayar tiket, makanan, minuman dan souvenir di dalam Trans Studio. Jika sudah pernah mempunyai kartu Trans Studio sebelumnya, maka cukup menambahkan deposit maksimal 2 tiket untuk satu kartu. Siapkan dana tunai kalian yah, karena selain pengguna kartu Bank Mega, maka untuk transaksi dengan kartu kredit ada pembelian minimal sebesar Rp.600.000,00.
Setelah kelar dengan urusan bayar membayar sekarang giliran menceritakan pengalaman saya bermain di ketiga zona bermain dalam Trans Studio Bandung yaitu Trans Studio Central, Magic Corner dan Lost City. Sejak pertama memasuki Trans Studio Bandung, saya tentu saja langsung memasuki zona Studio Central. Meskipun Roller Coaster tepat berada disebelah kiri pintu masuk, tapi kayaknya kurang cihuy jika mencoba the king of this theme park terlebih dahulu. Jadi saya memutuskan untuk mencobanya nanti saja.

Permainan pertama yang saya coba adalah Vertigo. Permainan ini seperti kicir-kicir di Dufan, namun sekarang diputar-putarnya dalam ruangan. Hal yang bikin stress adalah perasaan seolah-olah akan terlempar ke langit-langit gedung atau bahkan mencium tanah air. Entah sudah tua, sudah lama tidak ke taman hiburan, atau karena sensasi dalam ruangannya yang membuat tangan saya keringatan juga pada akhirnya.
Efek gayanya yang seru lalal

Efek mukanya saja yang seru hahaha
Permainan berikutnya yang saya coba adalah Giant Swing. Permainan ini hampir sama dengan Vertigo dimana kita juga diayun tinggi hingga ke langit-langit gedung. Rasanya saya siap untuk menghantam dinding yang berada di Trans Studio ini. Permainan lainnya Transcar Racing, yaitu permainan miniatur arena balapan dengan miniatur mobil balapan juga tentunya. Yang asik dari wahana ini karena kita bisa mengatur kecepatan dan arah setir kendaraan kita sendiri untuk balapan dengan mobil di jalur lainnya. Permainan ini cocok untuk menurunkan sedikit ketegangan.

Si Bolang versi Jakarta identik dengan "awas lobang"

Kami Si Bolang dari Makassar
Jika ketegangan belum selesai maka bisa mengunjungi wahana Si Bolang Adventure. Wahana ini seperti rumah boneka di Dufan, namun lebih khas karena semua boneka yang ada disini menampilkan bolang dari berbagai daerah di Indonesia. Yang menarik perhatian saya adalah boneka Bolang Jakarta yang memegang papan bertuliskan “awas lubang”, ohhh poor Jakarta.
Keluar dari wahana ini, saya langsung penasaran dengan wahana yang berada di sebelahnya yaitu Trans Studio Science Center. Sayang sungguh sayang, museum ilmu pengetahuan secanggih ini malah milik pihak swasta bukannya pihak pemerintah sehingga hanya orang-orang mampu saja yang bisa menikmatinya *poor Indonesia. Di dalam museum ini, terdapat berbagai alat peraga ilmu fisika, matematika dan kimia. Setiap alat peraga menjelaskan teori ilmu pengetahuan dan fakta-fakta dibalik berbagai kejadian alam. Kalau beruntung, ada pertunjukan percobaan langsung yang diperagakan oleh Professor I Know dan Assistennya Miss May. Percobaan langsung ini dibawakan secara menarik dan interaktif.

Tidur diatas paku

Simulasi muka saya saat umur 40 tahun
My Evolution *wink

Laboraturium
Finally adegan di film bisa jadi nyata lol
 Permainan menarik lainnya di zona Studio Central adalah Marvel Superheroes 4D. Terdapat layar super besar yang menayangkan film tentang aksi Superhero Marvel seperti Spiderman, Captain America, Iron Man, dll melawan si penjahat Dr.Doom yang ingin menghancurkan kota London. Kursi yang berguncang mengikuti adegan dalam film menambah keseruan menonton. Tapi sayang sungguh sayang karena kesan 4D tidak saya rasakan sepenuhnya disini. Hanya guncangan kursi saja tanpa ada asap atau cipratan air yang seharusnya bisa saya rasakan dibeberapa adegan. Karena film ini adalah film action, maka banyak adegan berantem yang dipastikan bikin ngilu. Tapi sayang, entah kenapa layarnya seakan buram dan kurang terang sehingga mata jadi agak siwer ketika menonton.
Demi afdolnya mengunjungi zona Studio Central ini maka beranjaklah saya menuju wahana Yamaha Racing Coaster. Tidak usah khawatir tidak usah bimbang, mungkin nanti kalau sponsornya sudah berganti ke Kawasaki, nama wahana ini akan berubah menjadi Kawazaki Racing Coaster *wink. Roller Coaster di Trans Studio ini tidak kalah menarik dan membuat jantung seakan-akan mau copot juga karena ada manuver mundur yang saya rasakan saat menaiki roller coaster ini. Tips: coba Roller Coaster ini pada sore dan malam hari untuk kesan yang berbeda :D.
Marvel Superhero 4D


Motor Roller Coaster
Setelah puas menikmati zona Studio Central, maka zona berikutnya yang saya kunjungi adalah Magic Corner. Tidak sebanyak permainan di zona sebelumnya, dari 6 wahana yaitu Dunia Lain The Ride, Negeri Raksasa, Special Effects Action, Dragon Riders, Pulau Liliput dan Blackheart Pirate Ship, saya hanya menikmati 3 wahana saja.
Wahana pertama yaitu Dunia Lain The Ride. Untuk memasuki wahana ini saya benar-benar dipaksa untuk masuk. Belum apa-apa, ruang tunggu untuk memasuki wahana ini saja sudah seram bukan kepayang. Backdrop dan suasana yang saya temui selama berada didalam sana benar-benar membuat saya berimajinasi sendiri. Belum lagi efek-efek yang segaja dibuat untuk menakut-nakuti pengunjung. Namun semoga kamu tidak mendapatkan additional effect yaitu dikerjain sama penjaga keamanan sana. Saya tidak perlu menceritakannya seperti apa, tapi itu benar-benar berhasil membuat kami stress berteriak. Kata penjaganya, ”Habis bosan mbak jaga doank!.” 

Tidak berlama-lama berada di wahana dunia lain, karena memang tidak perlu berlama-lama dan tidak usah lama-lama *dendam penulis :p. Wahana berikutnya yang saya coba adalah Special Effects Action. Dalam wahana ini, saya bisa menyaksikan pertunjukan live beberapa aksi special effect yang biasa digunakan dalam film. Namun sayang sungguh sayang dari masuk hingga selesai, saya menghabiskan waktu sekitar 45 menit untuk penampilan yang hanya sekitar 10 menit, selebihnya aksi MC yang seperti kebanyakan berbicara. Wahana lainnya yang saya coba dalam zona Magic Corner adalah Negeri Raksasa. Permainan ini seperti Hysteria di dufan atau Dragon Tower di Trans Studio Makassar. Saya duduk di kursi yang berderet, lalu diangkat sangat tinggi kemudian seketika saja tanpa saya sadari, saya dihempaskan turun sehingga badan terasa melayang selama sepersekian detik.
Dan tibalah saatnya saya mencoba wahana di zona Lost City. Dalam zona ini, ada 4 wahana yaitu Amphitheater, Skypirates, Jelajah dan Kong Climb. Sangat disayangkan saya hanya mencoba satu wahana saja disini yaitu Sky Pirates. Di wahana ini saya dapat berkeliling menggunakan perahu yang tergantung langit-langit gedung. Perahu ini akan bergerak mengelilingi seluruh area Trans Studio Bandung, sehingga semua pemandangan dapat saya lihat dari atas. Wahana lain yang bisa saya ceritakan juga adalah wahana Jelajah. Wahana ini sama saja dengan Jelajah di Trans Studio Makassar, sehingga saya tidak terlalu berminat untuk mencobanya. Hal yang berbeda hanya dari bentuk perahunya yang lebih besar sehingga penumpang dapat duduk dua berdampingan juga. Di wahana ini, kamu akan menaiki perahu kecil yang mengelilingi jalur yang sudah ditentukan dengan bantuan dorongan air. Jalur yang ditempuh berkelok-kelok dan bermuara pada satu titik puncak. Pada saat mencapat puncak, perahu yang kamu naiki akan terjun bebas dari ketinggian 13 meter yang dipastikan akan membuat kaki lemas.
Tips:
  1. Bagi kamu yang ingin menikmati semua permainan, ada baiknya datang lebih pagi karena ada beberapa pertunjukan drama yang hanya diadakan sekali sehari. Begitu sampai di lokasi, tanyakan langsung ke kru Trans Studio Bandung langsung setiap jam berapa saja pertunjukan tersebut akan ditampilkan.
  2. Apabila masih banyak sisa saldo di kartu Trans kamu pada saat sudah keluar dari Trans Studio Bandung, maka jangan lupa untuk melakukan refund di loket yang ada di area food court.
  3. Suka duka datang ke taman hiburan pada saat weekdays adalah harga lebih murah dan tidak usah mengantri panjang, namun harus menunggu wahana yang ngetem menunggu penumpang. Wahana hanya akan dioperasikan jika terdapat lebih dari 4 orang yang ingin mencoba wahana tersebut.
  4. Estimasi Budget
Tiket masuk weekend    : Rp.200.000,00
Tiket masuk weekdays  : Rp.150.000,00
VIP Access                           : Rp.200.000,00
Makan                                  : Rp.35.000 - Rp.50.000 / sekali makan

Selamat berlibur…*wink

Minggu, 22 Januari 2012

Pampang Kampung Dayak Kaltim





















Sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di Kalimantan Timur, ada issue perang suku antara suku Bugis dan suku Dayak. Sebagai orang Bugis yang bertamu di tanah suku Dayak maka jadilah saya agak-agak gimana gitu dengan suku Dayak. Namun alangkah ajaibnya karena setelah beberapa bulan berlalu sekarang saya akan berwisata ke kampung suku Dayak Asli.

Jangan membayangkan saya memasuki hutan untuk dapat bertemu dengan warga asli suku Dayak ini. Sekarang, wanita-wanita suku Dayak asli dapat langsung ditemui di salah satu perkampungan suku Dayak yang bernama Kampung Pampang. Kampung ini memang telah disiapkan sebagai kampung wisata. Hal ini dapat dilihat dari adanya pertunjukan tari-tarian adat suku Dayak yang diselenggarakan setiap hari minggu pukul 14.00 sampai dengan 15.00 WITA.

























































Perjalanan yang harus ditempuh dari kota Balikpapan hingga ke Desa Pampang ini sekitar 3 jam. Kendaraan saya dan teman-teman harus melintasi kota Samarinda terlebih dahulu untuk mencapai Desa Pampang tersebut. Tarif masuk ke dalam balai desa ini sebesar Rp.15.000/ orang, harga sudah termasuk biaya parkir. Setelah membayar, saya dan teman-teman dapat menikmati pertunjukan budaya berupa tari-tarian Dayak selama 1 jam. Ada beberapa tarian yang melibatkan penonton untuk ikut serta menari bersama. Tidak usah malu untuk berpartisipasi karena untuk mendapatkan pengalaman ini saya harus menempuh jarak ribuan kilometer dari Jakarta *wink.

























































Setelah acara budaya selesai maka ada waktu untuk berfoto-foto dengan orang-orang suku Dayak asli. Jika melalui panitia, kita dapat membeli karcis foto seharga Rp.25.000 untuk mendapatkan kesempatan foto bersama dengan salah satu orang tua adat suku Dayak. Bagi yang ingin berfoto dengan anak-anak suku Dayak juga dapat langsung berfoto tanpa membeli tiket. Tapi jangan salah, beli ataupun tidak membeli tiket saya tetap harus memberikan sejumlah tip kepada anak-anak ini. Nampaknya ini merupakan ajang mengumpulkan uang jajan sekali seminggu buat mereka. Jangan lewatkan juga kesempatan untuk berfoto ala suku Dayak. Ada beberapa stand kecil di balai desa yang menyediakan baju adat untuk disewa, sehingga kita dapat berfoto dengan menggunakan baju adat tersebut.
Tidak hanya pertunjukan budaya dan sesi berfoto. Pengunjung juga dapat membeli beberapa suvenir asli Dayak yang dijual oleh warga desa di perkampungan tersebut. Puas menikmati semua hal tersebut, berarti ini waktunya untuk kembali ke Balikpapan. Bagi yang masih ingin berkeliling kota, dapat menghabiskan waktu di kota Samarinda untuk makan kepiting asap maupun untuk menikmati jajanan di pinggir sungai Mahakam. Demikian cerita perjalanan diakhir pekan ini, sampai jumpa di cerita berikutnya *wink.
Cerita oleh Tenri Ake
Foto oleh Cita Nursyadzaly & Arman
Penyunting oleh Cita Nursyadzaly
       
 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver