Minggu, 28 Februari 2021

Review Hotel: Swissotel Hotel, PIK Jakarta

Staycation paling gado-gado yang pernah saya rasakan. Rencananya mau staycation diakhir Maret saja untuk merayakan ulang tahun kakak. Tapi seminggu terakhir ini harus kerja tanpa ada bantuan mbak tentu saja bikin stress berat. Mami butuh liburan!!!! Jadilah kami staycation saja dari hari Jumat. Rencananya release stress malah stress dihari pertama donk. Bocah berlarian di dalam kamar sehingga adek sempat tersandung dan kepala terluka dengan darah yang mengalir deras hingga jidat, pipi dan tangan. Beruntung saya selalu bawa oil copaiba, berdasarkan pengalaman ini ampuh banget untuk menghentikan pendarahan, benar saja cukup saya tetesin 2 tetes sekali, kemudian saya ulangi lagi, dan voila darah berhenti. Bukan iklan yah tapi sharing is caring. Selanjutnya tunggu halodoc untuk mengantarkan perban dan plester agar lukanya tertutup dan tidak infeksi.

Beda stress saya beda juga stress suami, karena ini hari Jumat dan akhir bulan maka susu dan popok anak habis. Ceritanya nanti beli saja disekitaran hotel, toh itu masih kota banget kali. Apa daya kami lupa kalau ini masih PSBB sehingga indomart dan alfamart tutup pukul 21.00. Setelah berkeliling PIK akhirnya keputusan bijak jika pulang saja ke rumah untuk mengambil stock yang tersisa di rumah. Lebih pasti dibandingkan terus mencari se-Jakarta Raya. Dan berakhirlah hari Jumat malam kami ini dengan stress full hingga pukul 23.00 p.m.

Bukan cara yang baik membuka cerita tentang review hotel namun ini pelajar penting banget sih buat orang tua yang ingin staycation agar lebih siap untuk segala sesuatunya. Lebih baik banyak barang bawaan namun lengkap dibandingkan harus membuang waktu berjam-jam tidak menikmati kamar hotel. Untungnya hotel ini sangat memuaskan diluar dari cerita kami yang teledor dihari pertama kami stay di hotel ini. 

Prosedur Covid

Dari lobby hingga pintu masuk, prosedur covidnya standard yah dengan pengukuran suhu tubuh dan juga membersihkan tangan dengan hand santizer. Untuk kamar dan ruang publik, pihak hotel sudah menjelaskan di layar tv masing-masing kamar bahwa setiap kamar sudah di disinfektant sebelum digunakan oleh tamu berikutnya. 

Selain itu hand sanitizer ada dimana-mana sih. Di dalam lift, disetiap frontliner, di depan lift, pokoknya ada dimana-mana. Selain itu juga ada peraturan tambahan tentang batas maksimum tamu yang dapat menggunakan kolam, begitu pula kapasitas restoran yang dijaga agar tidak menumpuk. Masing-masing tamu diarahkan untuk sarapan di jam berbeda untuk mengurangi kerumunan orang di restoran. 

Untuk lift pun sudah dibatasi kapasitas 4 orang, namun apa mau dikata. Hotel ini lagi ramai-ramainya dan lift agak lambat sehingga sering terjadi penumpukan. Karena terjadi penumpukan maka seringlah terjadi lift diisi dengan orang yang lebih banyak. Batasannya hanya selama badan tidak saling bersentuhan huft*.

 
Check In/ Check Out
Proses check-in-nya mengejutkan. Ketika saya ingin mencoba untuk check-in di lantai dasar/ lobby, frontliner-nya bilang kalau booking untuk kamar executive class saya telah siap. Wow upgrade guys dari kamar Rp.1.3jt ++ (harga diskon Rp.980rb)/malam menjadi kamar Rp.2.4jt ++ (harga diskon Rp.1.8jt)/malam. Yang bikin dahsyatnya lagi adalah saya check-in dengan harga voucher hotel temen donk Rp.1.5jt untuk dua malam. Oh yess another 60% diskon untuk mamak sabar hahahaha. Oh iya bagi yang menginap di hotel dan menggunakan voucher, jangan lupa yang membawa voucher fisiknya. Akibat lupa membawa voucher fisiknya, saya harus open cc senilai harga kamar deh Rp.4.8jt untuk dua malam. Tapi tidak masalah setelah vouchernya kita serahkan ketika abang go-send datang, voila masalah selesai :D.

Nah untuk proses check-in executive class ini beda sendiri, lokasinya langsung ke lantai 20. Namun karena tidak ada antrian untuk check-in sama sekali di lantai lobby saya memilih untuk langsung check-in saja di lantai bawah. Habisnya check-in nya ama bocah-bocah kan. Jadi maksud hati, ketika suami sudah parkir dan naik ke lobby dengan anak saya yang paling kecil, kami bisa langsung naik ke kamar. Semakin kurang kontak di area umum tentu lebih baik. 

Ternyata lantai 20 itu memang dikhususkan untuk executive class. Mulai dari executive check-in check-out, executive lounge dan executive room semuanya ada dilantai yang sama. Jadi kalau check-in di sini bisa sambil duduk dan dapat menikmati welcome drink. Santailah dan kesannya private. Tidak hanya exclusive disitu saja, untuk hari pertama kita juga dapat menikmati fasilitas tambahan lainya yaitu happy hour dari pukul 18.00 s.d 20.00 di executive lounge. Aduh gimana nih? baru check-in aja sudah terlalu berkesan sampai bikin 3 paragraf sendiri *wink.

Sekarang cerita kisah pahitnya dikit yah hahahaha. Untung saya datangnya hari Jumat, ternyata proses check-in hari Sabtu itu orang-orang parah banget sih antrinya. Tidak hanya antri check-in, namun juga ada antrian panjang untuk menggunakan lift. Selantai lobby itu penuh orang yang antri dimana-mana. Ini karena kebetulan sedang ada 3 acara pernikahan dihari Sabtunya, jadi antara keluarga pengantin, tamu pengantin dan orang yang sedang mau check-in tumplek plek plek-lah di lobby. Mungkin saat inilah executive class itu sangat terasa yah bedanya. Kita bisa punya area check-in private dan jumlahya terbatas karena yang check-in hanya untuk kamar tertentu.

Nah selanjutnya untuk proses check-out. Semua tentu mudah, keluar kamar, masuk ke executive lounge untuk drop access card dan bhay langsung turun aja ke lobby. Oh iya bell-boy sigap banget yah dari datang langsung bukain pintu dan barang terima beres dikamar. Begitu juga ketika check-out, bell boy membantu kami untuk mengatarkan barang hingga ke parkiran mobil dibasement. Jadi tinggal cus tidak perlu menunggu lama-lama di lobby dan dekat-dekat dengan orang lain yang juga sedang proses chekc-out.


Kamar
Kalau kamu lihat list kamar yang ditawarkan rasanya agak susah membedakan berbagai kriteria kamar yang ditawarkan. Kamar premier, swiss advantage, swiss selected dan executive mempunyai ukuran kamar yang sama, namun seharusnya ada fasilitas lain yang bisa diperoleh dengan swiss advantage dan swiss selected, seperti fasilitas executive lounge yang saya dapatkan ketika mendapatkan free upgrade dari kamar premier ke executive. 

Hotel ini terbilang hotel baru sehingga hanya kamar paling mahal saja yang menyediakan fasilitas bath up. Kata kakak, hotel ini ada kurangnya, tidak ada bathupnya ahhahahah. Kakak jadi punya standard hidup baru karena keseringan staycation. Selain bathup tadi, semua feels good tentang hotel baru. Kamar hotel didesain dengan furniture yang functional dengan ukuran yang minimalis sehingga anak-anak tetap bisa berlarian kesana kemari. Bahkan untuk baby crip saja ukurannya bener-bener pas ditempatkan antara lemar dan meja kerja. Ukuran pas, tidak ada bagian baby crip yang lebih lebar dari lemari sehingga ukuran kamar tetap terasa lega.
Saking canggihnya, kami sempat bingung dengan kaca transparant antara kamar mandi dan kamar. Tidak ada tirai apapun, tidak mungkin kan mandi dan buang hajat se-vulgar ini. Ternyata kaca ini sudah elektronik gitu, kita cukup tekan on/off saja maka kaca ini akan berubah menjadi putih dan tidak tembus pandang lagi. WOW!. Lanjut lagi ke area pintu, gimana coba pintu ini cara bukanya, ternyata ada pengait kecil yang perlu kita tarik dan pintu tertutup bukan dengan sistem pintu pada umumnya. Pintu ini nempel dengan teknologi magnet donk teman-teman, hahahhhahaha staycation experiencenya banyak banget yah.
Dari kamar mandi kita lanjut ke area kamar, Ukuran tempat tidurnya king sehingga masih terasa luas untuk tidur bertiga dengan kakak. Adek di baby crip sedangkan abang masih cukup di sofa bed yang kami rapatkan ke kasur. Bentar lagi mereka makin gede, siap-siap booking dua kamar nih. Amsyong mami amsyong. Disamping tempat tidur ada lemari kecil yang eye catching banget nih ketika dijadikan bar room. Tidak hanya pemanas air dan lemari es mini, fasilitas lainnya juga ada seperti mesin pembuat kopi Nescafe Dolce Gusto donk. Suami langsung seneng banget nih lumayan bisa ngopi-ngopi cantik dikamar.

Stop kontak listrik sudah dilengkapi dengan USB juga, jadi tidak perlu membawa terlalu banyak kepala chargeran. Namun satu yang disayangkan nih, meskipun tv-nya sudah smart tv tapi saya tidak bisa colok android connector untuk nonton netflix maupun disney. Soalnya butuh internetkan, sedangkan tau sendiri internet hotel pake acara harus generate sesuatu dulu dari website baru boleh masuk. 

Nilai plus dari kamar hotel ini adalah pemandangannya yang bisa melihat laut dan pesawat berlalu-lalang dengan bentuk yang sangat jelas. Secara yah itu deket banget dengan bandara, jadi posisi pesawat baru menukik ke langit. Anak-anak senang bermain dekat jendela sambil update info ada pesawat yang sedang take off maupun landing. Bisa kebayangkan betapa sering mereka merasa senang banget selama 3 hari nginep disana. Anak senang, mami senang.
 
Restoran
Maaf yah teman-teman ngak bisa cerita tentang common restaurantnya soalnya selama dua hari ini kami memilih untuk sarapan di executive lounge. Pikirnya mau cobain dua-duanya, hari pertama ke restaurant bawah untuk sarapan kemudian hari kedua baru ke executive lounge. Namun karena hari pertama sudah ke executive lounge duluan, maaf kami sudah tidak bisa berbaur lagi teman-teman hahahaah (orang kaya baru mode). Betapa ternyata tipe executive ini fasilitasnya terlalu berbeda dan sangat cocok untuk yang mau staycation tapi tidak mau terlalu banyak berinteraksi di area umum. 

Bahas dari tempat duduknya dulu yah. Di executive lounge ini kita bisa duduknya beda 1 sofa set dengan keluarga lain, jadi lebih amankan. Bahkan saya dan keluarga bisa sarapan di area yang semi tertutup karena dibatasi oleh tembok tanpa pintu dengan area executive lounge yang lain. Untuk makanan seperti biasa, kita tinggal nunjuk mau diambilin apa nanti akan dibantu oleh waitressnya. Kalau malas banget untuk ke area buffet, kamu juga bisa pesen saja dari meja mau dibawain minum ini itu, makan ini itu dan datanglah waitressnya dengan pesanan udah semi restoran padang :D.
Makanannya simple tapi enyak-enyak. Untuk sarapan rendah kalori ada yougurt dan oatmeal. Kemudian ada dimsum juga. Deretan roti-roti imut dan sereal yang enak (*coco asli bukan kiloan hahaa info penting). Dan tentu saja sarapan western dan koleksi karbo yang tersedia dengan berbagai pilihan. Semuanya enak-enak. 

Untuk mengantisipasi lonjakan, restoran buka sampai pukul 11.00 WIB. Kami dapat jadwal sarapan 09.00 s.d 10.30. Jadilah kami berenang udah sampai lapar dan dilanjutkan dengan brunch. Berhubung ini brunch maka porsi makannya tentu brunch donk alias kenyang bego :p.

Fasilitas
 
*Kolam Renang
Kolam renangnya panjang dan lumayan lebar. Kedalaman kolam renang dewasa 120cm jadi masih aman untuk anak seusia abang sedangkan untuk kolam anak ada dua pilihan. Kolam pertama adalah kolam yang langsung bersampingan dengan kolam dewasa. Kedalamannya lumayan yaitu setinggi lutut adek, jadi adek masih bisa main air dengan serunya tanpa kami harus takut dia tenggelam jika terjatuh dikolam saat bermain. Istilahnya kalau jatuh duduk masih bisa berusaha bangun sendirilah. Hanya saja kolam anak ini tidak terlalu aman sebenarnya. Kalau secara estetika sih keren yah, buat foto pun bagus karena ala-ala Bali gitu. Tapi itu juga sekaligus menjadi hal yang dipertimbangkan. Terlalu banyak halang rintang dengan unsur batu ditengah kolam anak, tentu saja resiko lari dikolam kemudian jatuh terbentur cukup tinggi. 
Nah pilihan lainya ada kolam yang kedalamnya juga sama namun lokasinya terpisah dengan kedua kolam ini. Selain ukuran untuk anak, bentuknya normal yaitu luas dan tanpa halang rintang ditengah-tengah kolam, kolam ini juga dilengkapi dengan arus. Jadi adek dan kakak seru aja gitu berenang melata melawan arus buatan yang terdapat dalam kolam. 
Selam covid ini penggunaan kolam dibatasin yah, jadi yang mau berenang harus reservasi terlebih dahulu. Info yang saya dapat sih dibatasi hanya 5 orang saja, namun pada kenyataannya rata-rata ada 20 orang diseluruh area kolam. Mungkin 5 orang per kamar kali yah hahahahaha. Meskipun sekamar kami ada 5 orang, tapi handuk hanya dapat 2 pieces per kamar. 

Beda jumlah tamu hotel yang berenang beda juga kapasitas tamu hotel yang berada dilokasi sekitar kolam renang. Area sekitar kolam renang memang bagus untuk berfoto-foto sehingga banyak orang yang datang hanya untuk sekedar berfoto di area sekitar kolam renang. Meskipun demikian kondisinya masih kondusif banget sih untuk jaga jarak antar tamu hotel.

*Bioskop
Ada pengalaman berbeda lainnya nih selama menginap di Swissotel. Untuk weekend Sabtu dan Minggu, hotel menyediakan satu ballroom khusus untuk 5 reservasi terbatas yang ingin menikmati suasana nonton bioskop lagi. Sama seperti kolam renang, kita perlu reservasi terlebih dahulu karena hanya ada 5 tempat tidur single yang sebenarnya disediakan untuk pengalaman menonton bioskop sekelas velvet/ premier class.
Jadwal bioskop buka setiap pukul 10.00 a.m dan pukul 14.00 p.m. Saya kurang tahu apakah film yang ditayangkan selalu berubah setiap minggunya atau tidak, namun untuk tanyang pagi dan siang sih filmnya beda. Setiap reservasi berarti bisa dapat 1 tempat tidur dan free flow pop corn, infus water serta air mineral. 

Karena kami check-in dari hari Jumat  jadi ketika kami menikmati fasilitas ini di hari Sabtu jam 14.00 p.m, itu hanya kami sekeluarga aja donk yang nonton. Tamu hotel yang lain either lagi check-out atau masih proses check-in. Omg betapa saya menyukai staycation kali ini yang bener-bener kita nikmatin dengan perasaaan aman karena less contact dengan orang-orang. Jadi orang tuanya bisa tidur-tiduran dikasur. Anaknya terserahlah mau duduk di bean bag didepan, mau lari-larian, beberapa kali minta refile pop corn, apa sajalah karena emak bapak mau pacaran dulu hahahaahaha.

*Gym dan Spa
Ada fasilitas Gym dan Spa juga dihotel ini yah. Spa last ordernya jam 20.00 p.m. Seperti biasa, kami bukan penggunakan fasilitas tersebut. Bisa dicoba yah jika tertarik. Semua buka selama PSBB transisi ini. Oh iya bagi yang mau sekedar sauna juga bisa banget nih, kamar ganti diarea kolam sudah dilengkapi dengan fasilitas sauna ini :D.

*Direct Access Mall
Selain berbagai fasilitas diatas, ada lagi nih fasilitas tambahan yang ok banget buat staycation yaitu direct akses ke mall PIK Avenue. Kenapa saya bilang ini ok karena untuk membeli cemilan cepuluh sebalas :p tidak perlu lagi pakai aplikasi gofood maupun grab food. Kita dapat turun ke mall dengan berjalan kaki untuk dine in atau sekedar take way untuk makan di dalam kamar. Tidak terbatas dengan makanan yang ada dimall yah, hotel ini lokasinya dikelilingi berbagai restoran yang buanyak banget dan lagi hits jadi kamu bisa pesen dengan harga delivery yang lebih murah. 
Tambahin lagi ngak yah ini fasilitas tambahannya? tambahinlah yah. Kamu bisa banget loh menikmati salah satu tempat wisata sekitar hotel yaitu Pasir Putih PIK 2. Cerita lengkapnya bisa klik link yang tadi yah.

Sampai jumpa di staycation aman dan sehat selanjutnya *wink
Terima kasih





Sabtu, 30 Januari 2021

Camping Santai Keluarga di Bumi Perkemahan Cibubur

 Camping!!!

Ini adalah percobaan piknik kami yang kedua, namun kali ini lokasi berbeda dan saya sudah lebih siap dari sisi perlengkapan, permainan dan makanan. Kali ini berdasarkan rekomendasi tempat piknik paling favorit temen saya, kami sekeluarga memutuskan untuk berangkat ke Bumi Perkemahan Cibubur. Perjalanan yang kami perlukan lebih singkat dari piknik sebelumnya, cukup 30 menit dari pusat Jakarta, kami pun telah tiba di Buperta Cibubur.

Berangkat pukul 08.30 dan tiba pada pukul 09.00 pagi. Cuaca hari ini galau-galau hujan gimana gitu yah. Sepanjang perjalanan kami hanya ditemani oleh awan mendung, namun begitu mampir beli makan di MCd sebelum pintu masuk Buperta Cibubur, tiba-tiba kami disambut dengan hujan yang sangat deras namun hanya berlangsung kurang dari 5 menit. Kata si kakak,"kita tidak perlu khawatir mami kalau hujan, kan kita punya tenda". Iya donk seperti yang saya bilang sebelumnya, kali ini perlengkapan piknik saya lebih lengkap. Tidak hanya bermodalkan selimut merah untuk jadi alas seperti pada piknik sebelumnya, kali ini kami punya tenda kapasitas 2 dewasa dan 2 anak, kursi santai untuk duduk diluar tenda, cooler box untuk menjaga buah dan minuman tetap dingin, dua botol besar 1.5liter untuk air minum dan tentu saja beli makanan di MCd dan jiwa toast (*wink). 

Kami selalu lebih memilih piknik pada pagi hari karena lebih mudah, anak-anak sudah sarapan sebelum berangkat. Jadi selama piknik kami tidak perlu mengkonsumsi makanan berat. Kemudian kami akan pulang kerumah untuk makan siang. Anak-anak masih memiliki jam tidur siang yang teratur sehingga agak susah untuk melakukan kegiatas dari siang ke sore harinya. 

Setelah tiba di pintu gerbang Buperta Cibubur, kami perlu membayar biaya masuk.

Dewasa: idr 10.000/ orang; Anak; Gratis

Mobil: idr 15.000/kendaraan

Selanjutnya kami hanya perlu mencari tempat yang sepi, dipojokan yang minimal bertemu dengan orang (mau apa hayooo? ;P ). Lokasi Buperta Cibubur ini luas banget yah, dari pintu masuk, disebelah kiri kita bisa melihat banyak orang yang lagi joging dilapangan yang berundak-undak, sebelah kanan di isi dengan deretan kantor pengelola. Untuk mendapatkan lokasi berkemah, kami tetap berkendara lurus kedepan kearah perkemahan yang biasanya diperuntukan untuk Jambore Nasional. Setelah bertemu lapangan yang luas tanpa sekat got/aliran air, kami pun mulai melipir. Mobil boleh banget loh parkir dimana saja di area perkemahan ini. Ini yang membuat saya tertarik karena kita tidak perlu berjalan jauh dari parkiran mobil ke area piknik. Cukup buka bagasi mobil dan voila bangun tenda deh disebelahnya. 

Kami milih lokasi yang masih dipinggir jalan aspal agar ada pilihan permainan buat kakak dan adek. Kakak dapat diawasi dengan mudah ketika bermain sepeda diaspal sedangkan adek dan papi juga dapat bermain kejar-kejaran bola di area yang berumput. 

Tenda yang saya gunakan recomended banget loh untuk camping santai-santai seperti kami ini. Tidak perlu bongkar dan lipat tenda kemudian pasang satu persatu tongkat penyambung tenda, pasang pasak dan sebagainya. Cukup dibukan dan dihentakkan, tendanya langsung jadi. Liat linknya di youtube ini biar lebih jelas Review Tenda Speed. Kursi santai kami pun gampang dibuka dan dilipat sehingga campingnya tidak rempes yah sambil membawa anak-anak gini.

Selain kami, terdapat 3 keluarga lainnya yang juga sedang piknik ditempat yang sama, tidak perlu khawatir karena jarak kami bisa 300 meter per tenda-nya hahahaah. Ini ok banget sih buat suasana covid seperti sekarang ini. Pengunjungnya sih boleh yah berjauh-jauhan tapi penjual mainan dan jajanan tetap selalu mendekat Ada seorang bapak yang bisa nongkrong banget loh didekat kita. Saya akhirnya membeli tembakan balon untuk anak saya, setelah risih dengan bapak penjual yang nongkrong dekat kami sambil batuk-batuk. Entahlah emang batuk apa usaha yang tepat bikin kami membeli karena risih ada orang batuk didekat kami. Hari gini ada yang batuk berat itu rasanya udah gimana yah. Tapi bagus jugalah, kali ini saya memang sengaja membawa air sabun dan perlengkapan bubble lainnya. Jadi permainan ini bisa melengkapi permainan bubble anak-anak

Seperti yang saya cerita kan sebelumnya kalau hari ini cuaca lagi galau-galau hujan. Yah kami sempat harus masuk tenda beberapa kali karena gerimis, dan beneran berempat didalam tenda sampai tendanya harus ditutup sebelah karena hujan yang cukup deras. Nampaknya semua kejadian ini bikin khayalan kakak tentang camping terwujud degh. Kakak nyanyi "rain rain go away come again another day". Katanya seperti di film yang biasanya dia tonton. 


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, dan semuanya berat untuk pulang. Papi sudah enak tidur didalam tenda dengan semilir angin yang dingin dan sejuk. Kakak masih seru ingin bermain-main, adek yang akhir akur dengan kakak juga masih ingin berlari-larian kesana kemari. Mami yang akhirnya bisa santai diem-diem setelah kedua anaknya akur. Waktu ini terlalu sempurna untuk akhirnya kami harus pulang. Yup, tentu saja kami harus pulang karena piknik ini tidak dilengkapi dengan makan siang yah sodara-sodara hahhaha. 

Oh iya satu lagi, di buperta ini agak susah menemukan WC, sehingga kurang nyaman untuk tinggal terlalu lama. Setiap ada yang mau buang hajat, kami harus naik mobil ke pintu gerbang karena WC umum yang buka cuma ada disana. Itu pun gelap dan kurang bersih apalagi untuk suasan covid seperti ini yah, serem-serem aja gitu rasanya. Kata temen saya yang sering kesini, dia dan keluarga memilih lokasi camping yang dekat dengan Mesjid/ Mushollah. Disana ada beberapa WC yang kondisinya lebih nyaman. Sebenarnya sih ada banyak yah titik-titik WC namun digembok semua, nampaknya akan dibuka jika Jambore atau jika kita memesan paket perkemahan dengan pengelola. Yup kamu bisa sewa tenda, baik itu perorangan maupun dalam jumlah banyak untuk rombongan. 

Demikianlah camping kami yang seru kali ini, semoga bisa jadi alternative wisata dengan keluarga yang sesuai protokol Covid -19. Bhay!



Sabtu, 16 Januari 2021

Makan makanan enak di Lampung

Makan apa kita dilampung?

Sejujurnya makanan enak yang akan saya bahas berikutnya sangat bukan makanan khas Lampung. Setelah tiga kali berkunjung ke sini, temen saya selalu mengajak makan ditempat ini berulang-ulang dengan tambahan sedikit variasi tempat makan baru saja. Dan tempat makan barunya pun sekali lagi bukan khas Lampung hahahahah.

Jadi mari kita bahas tempat makan enak di Lampung saja yah judulnya kalau begitu *wink.

1. Pepes Ayam PU Nasi Timbel - Nana R

Jadi Pepes PU ini sebelumnya berlokasi di dekat kantor PU (Pekerjaan Umum) kota Lampung. Ternyata yang punya adalah pegawai PU. Setelah beliau pensiun, maka tempat makannya pun pindah sekarang gabung dengan rumah si bapak. 

Jl. Gatot Subroto No.130, Sukaraja, Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Lampung 35226 (hasil cari digoogle).

Disini banyak jenis lauk yang dibuat pepes (ayam, ikan patin, ikan kembung, cumi, udang, dsb). Pepesnya enak banget sih bener-bener enak. Bumbunya meresap dan wangi kemangi banget. Didalam pepes pun sudah sekalian dengan sayurannya jadi sekali beli lauk pauknya lengkap tinggal tambah nasi deh. Enaknay sih makan dilokasi langsung yah karena bisa langsung nambah aja, tapi berhubung sekarang lagi covid, maka bungkus dan bawa pulang adalah jalan terbaik. Dan benar saja, sesampainya dihotel, sebungkus pepes untuk satu orang tentu tidak puas. Ini terngiang-ngiang menyesalnya hingga Jakarta. 



2. Bakmi Ayam Lampung

Bakmi ayam Lampung ini punya beberapa cabang yah, bakmi ayamnya tidak terlalu jauh berbeda dengan bakmi ayam pada umumnya. Rasanya enak, mienya banyak, bakso dan pangsitnya enak semua. Untuk jam sarapan saja, beberapa menu bisa jadi sudah habis loh, jadi jika ingin sarapan dengan bakmi ayam Lampung ini lebih baik datang sebelum pukul 08.00 a.m. 

Ada hal lucu ketika kami memesan disini. Ditanya mau mie yah kami minta mie bisa 1/2 porsi atau 1 porsi. Kemudian pelayan menanyakan kembali apakah kami mau bakso, pangsit goreng, pangsit rebus, bakso tahu. Satu porsi terdiri dari 5 pcs, jadi kalau bilang bakso saja berarti isinya bakso semua, jika bilang campur dua jenis atau campur semua intinya yang lebih banyak kombinasinya adalah bakso. Kemudian pelayan nanya lagi pakai ayam rebus?. Nah ini lah klimaksnya, kami tentu saja berpikir bakmi ayam macam apakah jika tidak ada ayamnya. Tentu saja dijawab iya donk. 

Setelah makanan datang, dibayangan kami adalah satu mangkok mie dengan isi bakso/pangsit/tahu rebus di dalam mangkok yang sama, dan tentu saja ayam dimangkok yang sama. Ternyata yang datang ke meja kami adalah satu mangkok isi mie + satu mangkok bakso/pangsit/tahu + satu piring dada/paha ayam satu potong utuh. Hahahhaha berakhirlah kami dengan nilai tagihan sebesar 500k ++ untuk sarapan bakmi *wink. Next time lebih baik pesan tambahannya porsi sharing aja yah guys biar pas diperut pas dikantong.

3. Pempek 

Entah mengapa saya selalu lebih suka makan empek-empek dari Lampung dibandingkan dengan pempek asli Palembang. Mungkin karena ada pilihan kecapnya yang tidak melulu pedas namun dapat ditambahkan dengan kecap bumbu manis yang telah mereka sediakan. Kali ini kami kembali diajak makan di Pempek, empek-empeknya selalu enak yah dan garing karena fresh dari wajan masaknya. Harga empek-empeknya pun tidak menguras isi kantong, tidak ada rasa bersalah yah pesan lagi dan lagi. 

Tapi kalau untuk bungkus bawa pulang kami mencoba jenis empek-empek lainnya. Ini empek-empek Nori namanya. Rasanya berbeda karena lebih gurih efek kombinasi keju yang digunakan. Empek-empek ini favorita anak banget sih mungkin karena lebih gurih dan cruncy yah ketika digoreng. Empek-empek Nori memang tipikal makan oleh-oleh yah. Mereka melayani pesanan maupun pengiram langsung kedaerah menggunakan ekspedisi. Jadi bagi yang penasaran juga bisa langsung pesan sekarang sih tanpa harus ke Lampung dulu.

Pempek 123

Jl. Jend. Sudirman No.35-37, Rw. Laut, Kec. Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung, Lampung 35213


Pempek Nori

Ikan Kakap No.46, Pesawahan, Kec. Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung (google)

4.  Bakso Son Haji Sony

Bakso ini sudah banyak cabangnya di Lampung bahkan di Jakarta yah. Tapi tetap lebih enak makan langsung ditempatnya. Ini sih benar-benar selalu makan disini bahkan bisa makan lebih dari sekali setiap mengunjungi kota Lampung. Harganya yang terjangkau dan rasa daging baksonya yang empuk dan bumbu pun menyerap sampai kedalam bakso rasanya. Selain mie bakso juga da menu lain seperti bakmi ayam, dan es doger. Bakso ini juga dapat dibungkus untuk bawa pulang sebagai oleh-oleh yah, mereka sudah punya kemasan khusus untuk naik pesawatnya. 

Kali ini sih makan baksonya dari dalam mobil saja. Orang yang keluar masuk kedalam rumah makan ini itu bener-bener ngak putus loh. Mau sarapan, brunch, makan siang, makan sore, makan malam, yang keluar masuk tuh kayak ngak ada jadwal makannya hahahahah.

Bakso Son Haji Sony

Jl. Wolter Monginsidi No.42 A, Durian Payung, Kec. Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35214 (google)


5. Bubur Ayam Van Danoe

Bubur ayam ini juga bukan khas Lampung yah bahkan di gerobaknya pun tertuliskan bubur ayam Bayuwangi. Tapi nampaknya ini bubur ayam yang wajib banget menjadi sarapan ketika di Lampung. Biasanya, siangan dikit pasti sudah habis. Kalau pun belum habis, yah antriannya panjang bahkan untuk dine in sistemnya duduk, makan, kelar, cabut. Untuk situasi covid kali ini sih agak kurang yakin untuk sarapan disini. Tapi eh pas lewat ternyata tidak terlalu banyak orang lagi antri bahkan beberapa kursi nampak kosong. Ternyata banyak orang yang berpikiran sama, kami pun memilih untuk makan di dalam mobil saja biar lebih aman. Semangkok harganya Rp.15.000 udah dengan ayam, hati dan ampela.

Bubur Ayam Van Danoe

Jl. Ahmad Yani No. 70A, Kota Bandar Lampung, Lampung.


6. Nasi Uduk dan Ayam Goreng Toha

Makanan terakhir yang sempat kami coba adalah nasi uduk. Yup makan nasi uduk betawi di kota Lampung. Yang enak tentu saja nasi uduknya yang gurih dan juga ayamnya dari ayam kampung. Pesan banyak dan kenyang kemudian bayar semuanya terasa biasa saja. Ternyata setelah saya mapping perorang harus bayar berapa, disinilah muncul hal yang membingungkan. Jadi kami makan bertujuh. Pesan nasi uduk 4 porsi. Datanglah nasi uduk ini 4 porsi, karena mau sharing jadi kami minta lagi 3 piring kosong. Walhasil harga nasi uduknya dihitung 7 porsi guys. 

Kemudian kami pesan tempe dan tahu masing-masing 1 porsi yang datang donk masing-masing 2 porsi alhasil bayar 4 porsi. Yang lebih dahsyat lagi adalah lalapan dan empingnya datang dalam porsi yang telah dihidangkan diatas piring. Kedua menu ini tidak kami pesan dengan sadar, cuma kan nampaknya normal yah makanan seperti disajikan dengan lalapan dan emping. You know guys itu bayar ternyata tanpa pemberitahuan sebelumnya kalau itu additional kan yak. Zonk banget sih ini liat billnya, jadilah banyak banget makanan yang harus dibagi rata padahal ngak pesen, tapi karena dihidangkan diatas piring jadi yah pasti ada ajalah yang nyomot. Yasudahlah yah udah kenyang :p.



Demikianlah cerita tentang kuliner Lampung, pernah sih coba makan pindang di rumah makan khas Lampung gitu, juga minum kopi Aceh + telur setengah matang yang dicampur langsung. Namun itu udah lama tripnya dan tidak terdokumentasi baik. Nanti kalau saya coba lagi, saya coba update ke blog yah.

Buat yang mau cari referensi pantai yang layak untuk di kunjungi di Lampung bisa klik link dibawah ini yah, Happy jalan-jalan ;)

Link: Pulau Balak

Link: Pulau Kelagian

Kamis, 14 Januari 2021

Pulau Kelagian - Lampung

Akhirnya Lampung lagi, akhirnya pantai indah lagi...

Ini kali pertama perjalanan jauh selama pandemi. Tujuan utamanya ke acara nikahan temen, tapi ngak mungkin banget ke Lampung tanpa mengunjungi salah satu wisatanya yah. Jadilah kali ini saya dan temen-teman memilih untuk mengunjungi Pulau Kelagian. Dari Bandar Lampung kami memerlukan waktu sekitar sejam perjalanan menuju ke pantai Ketapang. Setelah itu barulah kami mencari kapal yang disewakan disekitar pantai. Dari pantai Ketapang, kami sudah dapat melihat pulau Kelagian dengan sangat jelas. Untuk mencapai pulau Kelagian dibutuhkan waktu sekitar 15 menit lagi perjalanan dengan kapal. Dari pinggir pantai hingga ke pulau Kelagian, pemandangan indah pun selalu menemani kami.

Harga sewa kapal Rp. 600.000 sudah termasuk pelampung dan alat snorkling untuk 8 orang. Sebenarnya kapal ini kita sewa untuk berbagai kegiatan, selain mengantar pergi dan pulang, kapal juga bisa mengantarkan pengunjung ke spot snorkling terdekat, Namun mamak-mamak ini sudah lelah jika harus menghabiskan waktu ditengah laut, jadilah kami memilih untuk menghabiskan waktu setengah hari di pulau Kelagian. 

Di pulau Kelagian pun kita bisa melakukan banyak kegiatan seperti naik banana boat, donut dan juga berenang dipantai. Harganya cukup terjangkau yaitu Rp.30.000 s.d Rp.35.000 per orang. Bagi yang kurang senang untuk kegiatan beradrenalin seperti ini, juga tetap bisa berfoto-foto dan tiktokan dengan latar pemandangan yang indah bukan.

Bentukan perairan di pulau ini adalah pantai bertebing yah. Jadi dari pinggir pantai anak-anak masih dapat menikmati berenang di perairan dangkal. Namun tidak jauh dari bibir pantai, kurang lebih 10 meter saja, perairan langsung terasa dingin karena langsung ada jurang lautnya gitu. Jadi tolong orang tua selalu mengawasi anaknya baik yang berenang maupun yang ingin mencoba lompat dari pinggir dermaga. Orang dewasa yang tidak bisa berenang pun tetap berhati-hati yah, ada baiknya tetap menggunakan pelampung jika ingin berenang lebih jauh dari dermaga.

Pulau ini juga nampak instragamable banget yah, dilihat dari warna lautnya yang bergradasi, banyak dibangun ayunan pinggir laut, kapal-kapal wisatawan yang bersandar di pantai, akar-akar pohon tumbang yang dibiarkan memperindah pantainya, dan juga ada spot rumah kayu yang dibangun dipinggir pantai maupun ditengah-tengah air untuk kita gunakan bersantai maupun melompat ke air. Kakak sih seneng banget dibiarin melompat dari tempat ini. Tentu saja ada papi diatas yang berjaga dan mami dibawah yang siap menangkap ketika kakinya tidak sampai menginjak pasir pantai.

Setelah anak-anak lelah bermain di air, ini waktunya bilas. Dipulau ini sudah banyak wc umum yang dibangun seadanya. Namun berhubung ini tengah pulau, jadi air bilas yang kita gunakan tentu saja air payau. Lumayanlah buat bersihin pasir yang menempel dirambut dan juga agar badan tidak lengket rasanya setelah bermain air laut. Sesampainya dihotel masih bisa bilas lagi, kalau saya sih tidak perlu bilas lagi, udah glowinglah dari sananya hahahahahaah.

Disepanjang pantai ada saung-saung yang dapat kita gunakan untuk makan siang dan beristirahat. Senderan dikit sih langsung hilang ke alam mimpi. Cuaca hari ini benar-benar mendukung untuk bersantai dipantai. Oh iya ada baiknya kalau kita membawa makan siang dari luar pulau, jadi dipulaunya kita cukup memesan air kelapa muda maupun kopi/teh dari warung sekitar. Kalau saja saya jalan hanya dengan keluarga sendiri sih kayaknya saya akan lebih lama lagi di pulau ini, rugi rasanya jika setelah makan siang langsung pulang. Rasanya enak gitu bisa tidur siang dan bermalas-malasan sedikit disaung ini sebelum akhirnya pulang dan menyetir satu jam lagi ke arah kota. Tapi apa mau dikata, saya pun harus ikut rombongan untuk pulang setelah makan siang ini.

Pulau-pulau dan pantai di Lampung ini memang selalu membuat ketagihan untuk dikunjungi kembali. Semoga ada rejeki untuk datang sekeluarga lagi, kami ini menunjungi pulau Pahawang yang jaraknya sekitar 30 menit lagi dari Pulau Kelagian ini. Amin ya Allah semoga Corona-nya segera berakhir ;D.  

Baca juga cerita tentang perjalanan lain di Lampung yang bisa kalian coba yah.

 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver