Senin, 20 Juni 2011

Dari Leeds University hingga ke Leeds Museum

Tiba dikota Leeds hari kedua. Setelah lelah perjalanan dua hari Indonesia - Malaysia - London - Leeds akhirnya sampai juga dan bertemu dengan pacar. Derita tiket murah tapi bahagia karena dengan hanya Rp.6.400.000 udah dapat tiket bolak balik Indonesia-Malaysia-UK, terima kasih Air Asia yang menjadi solusi cinta berat diongkos ini :D.

Hari ini pemanasan dulu, jadi jalan-jalannya di Leeds. Kota Leeds ini adalah kota tempat pacar bersekolah. Ceritanya mau melihat dan merasakan saja selama 9 bulan terakhir ini dia hidupnya seperti apa. Ke kampusnya gimana, belanjanya dimana, makannya dimana dan melihat perpustakaan yang selama ini jadi tempat favoritenya banget kalau kerja tugas. Temanya inpeksi pacar *wink.

Leeds University

Leeds ini kalau di Indonesia mungkin seperti Jogja kali yah, banyak universitas disini dan kata pacar biaya hidup disini cocok untuk kantong mahasiswa. Dikotanya juga banyak anak muda berlalu-lalang, mungkin karena saya masih berkeliling disekitar daerah universitas kali yah jadinya kesannya memang banyak mahasiswa yang berlalulalang. Tapi kan anak sma versi bule juga keliatan kayak mahasiswa sih bagi saya hahhhaah. 

Saya diajak mengunjungi bagian kampus yang masih mempertahankan arsitektur aslinya. Bagus-bagus aja bentuknya ngak spooky. Kalau kampus model Belanda berada di Indonesia kenapa kesannya berbeda yah?. Kemudian kami masuk ke dalam salah satu gedung yang terbuka kemudian berfoto-foto di koridornya. Maklum lagi musim libur, jadinya tidak ada kegiatan perkuliahan di kampus. Setelah masuk, koridor didalam gedung dan plafonnya tidak terlalu lebar dan tinggi. Mirip seperti memasuki rumah saja. Saya pikir bagian dalam gedung akan setua luarnya, ternyata tidak juga. Bisa tiba-tiba ada lobby yang di desain nampak modern. Benar-benar perpaduan klasik dan modern yang pantas untuk disandingkan.

 

 

Selanjutnya mau diajak ke Perpustakaan nih ceritanya, yah masa yah ngelewatin taman yang dibawahnya ada batu nisan coy. Jadi pas jalan dengan santai diatas bebatuan lebar, saya menyadari bebatuan ini ada pahat-pahatannya gitu. Ternyata setelah duduk banyak tulisan "in memory", omg didekat kampus banget nih ada beginian. Wassalam dagh klo harus lembur ngerjain tugas di perpusatakaan. Untung yah masih siang, jadinya nikmati pemandangannya aja meskipun ngilu juga nih harus jalan diatas batu nisan berderet-deret gini. 



Oh iya kebetulan di kampus lagi ada acara garage sale gitu. Jadi mahasiswa yang sudah mau pulang ke negaranya bisa drop berbagai barang nih di aula yang telah disediakan, tentu saja ada panitiannya dari BEM sana gitu. Barang dikelompokkan dan dijejerkan, semua jenis barang ada banget sih dari pakaian dalam sampai alat memasak dan karpet. Nah untuk siapa saja yang mau ambil barang tersebut yah silahkan. Gratis! Lumayan topinya bisa dipakai buat gaya-gayan hari ini. 

Dipake dululah buat foto-foto ditaman belakang kampus biar kesannya casual romatis gitu pacarannya diatas rumput hahaahaha. Blognya jadi galery foto yah dibandingkan ada tips and trick jalan-jalannya. Yaudahlah yah namanya juga baru pacaran lagi, foto terus :D

Leeds City Museum

Selanjutnya masih jalan kaki nih ceritanya, kita mau mengunjungi salah satu museum di kota Leeds. Museum di luar negeri itu seperti salah satu objek wisata yang wajib dan layak banget kita kunjungi sih. Dalam museum ini banyak hal yang bisa kita lihat untuk mengenal sejarah dari kota Leeds sendiri maupun United Kingdom pada umumnya. Selain membaca berbagai sejarah hidup, pelaratan rumah tangga, cara berpakaian. Kita juga bisa loh mencoba berbagai alat peraga attractive yang telah disediakan. Seperti yang iseng kami lakukan yaitu mencoba rambut palsu berwarna putih yang dulu sangat trend dimasanya untuk menunjukkan status sosial seseorang. Ada juga sejarah huruf-huruf yang bisa saya gunakan untuk membentuk nama saya berdasarkan sejarah huruf kapital dari jaman lalu.

Senangnya yah kalau mainan attractive semacam ini juga dapat sering kita lihat di museum-museum yang ada di Indonesia. Nampaknya pulang ke Indonesia, mengunjungi museum akan menjadi kegiatan kami lainnya. Ternyata menyenangkan juga masuk museum. Masa di negera orang ke museum mulu tapi negara sendiri belum pernah yee kan. Oh iya wisata museum di Leeds City Museum ini bahkan gratis loh. Jadi tinggal masuk aja dan langsung berkeliling museum. Jangan sibuk foto doank yak, baca juga literatur yang telah disediakan oleh pihak Museum biar pinter ;P (wink).

Besok kemana yah? Jalan lebih jauhan ahhh :D


Minggu, 19 Juni 2011

Transit di Malaysia

Hai hai hai...almost 12 hours saya di negara orang sebut saja initialnya K.L dibaca Malaysia! Rencannya adalah saya akan stay dinegara ini hingga besok subuh sebelum keberangkatan selanjutnya 12 hours menuju negara orang lain lagi sebut saja initialnya U.K dibaca Inggris *wink...

Hari ini saya tiba di K.L pada pukul 12.40 a.m waktu setempat. Kalau dulu menggunakan Air Asia turunnya di bandara LCCT maka kali ini dengan penerbangan menggunakan Malaysian Airlines saya mendarat di KLIA. Awalnya saya pikir KLIA itu nama perusahaan pengelola angkutan kereta saja ternyata itu nama bandara utama di K.L rupanya saudara-saudara :p. Nah beda airport beda pula tips perjalanan yang saya berikan. Sekarang saya mencoba alternatif transportasi selain bus untuk mencapai KL. Sentral. Kalau diepisode sebelumnya saya dan teman-teman menggunakan bus kali ini saya menggunakan KLIA express. Biaya yang harus dikeluarkan adalah 35 RM untuk perjalanan 28 menit menuju KL Sentral karena kereta ini tidak berhenti disetiap stasiun. Sedangkan untuk mencapai tiap stasiun atau pun LCCT kamu bisa menggunakan KLIA transit dengan biaya 12 RM. Setelah itu seperti biasalah keluar dari K.L sentral untuk mengambil Monorail atau bisa mengambil komuter.

Kayaknya cuma itu update-an dari ilmu jalan-jalan saya di Malaysia, sisanya seperti biasa pengalaman mengalahkan hawa nafsu, hawa toko, hawa diskon dan hawa atm yang rela gila isi perutnya saya gerogotin untuk mengeluarkan uang dari sana. Oh iya satu lagi ilmu ekonomi yang bisa ditiru adalah perbedaan nilai kurs tukar IDR-RM yang cukup tinggi antara saya menukarkannya di Indonesia dan di Malaysia. Di Indonesia per R.M nya saya mendapatkan harga 2.900 idr sedangkan di Malaysia per R.M nya saya mendapatkan harga 3.460 idr untuk sell dan 3.440 untuk buy. Jadi menurut ilmu ekonominya kalo saya membeli ringgit di Indonesia seharga 2.900 idr dan menukarkannya kembali ke Indonesia seharga 3.440 idr maka per 1 R.M saya bisa untung 540 idr.

Ehm mau cerita apa lagi yah saya...sebenarnya ini karena bosan tingkat aku sampai saya update blog dikala liburan bukan diakhir liburannya. lalalalalalalal....yaudah daghhh semoga bermanfaat yah informasi transportasi dan ekonomi pada malam hari ini. See Yaaa di jam dan kesempatan yang sama stay tune *wink

Check Postingan Blog Perjalanan Ke Malaysia juga disini
http://makansambiljalan.blogspot.com/2011/03/malaysia-kemana-kita-akan-pergi.html

Jumat, 10 Juni 2011

Anak Pantai ke Gunung Gede



Sesuai dengan judulnya, dari berbagai cerita perjalanan saya dari pantai ke pantai dan pulau ke pulau, akhirnya untuk pertama kalinya saya menghabiskan weekend dengan jarak kurang lebih 2650 meter dari atas pantai . Gunung pertama yang saya akan taklukan adalah Gunung Gede. Gunung gede telah lama menjadi favorit orang-orang yang gemar mendaki. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kota Jakarta yaitu kawasan puncak, kabupaten Bogor, cukup memudahkan untuk dicapai. Perjalanan saya kali ini dimulai dari Jumat malam di daerah UKI. Karena kali ini pendakian akan diikuti sekitar 14 orang, maka tentu saja harus bertemu di meeting point yang paling strategis menurut pilihan pemirsa *wink. Dengan perjuangan membawa ransel setinggi setengah badan (agak lebay), bergegaslah saya ke daerah UKI sepulang dari kantor. Seperti selalu saya bilang sebelumnya, perjalanan malam menuju tempat liburan itu selalu menjadi pilihan terbaik karena bisa tidurrrrrrrrrrrrrrr di jalan. Tidak lama setelah semuanya berkumpul di meeting point, maka berangkatlah kami ke basecamp pertama yaitu Cibodas dengan menggunakan mini bus sewaan seharga rph.xxx.
  
Cibodas merupakan tempat peristirahatan para pendaki yang biasanya datang pada malam hari namun baru akan melakukan pendakian pada saat subuh sekitar jam 4. Di Cibodas tentu saja kita tidak perlu mendirikan tenda yang kita bawa karena setiap warung telah menyiapkan ruangan seperti aula untuk tempat  tidur. Jangan kaget kalau harus tidur satu atap dengan puluhan orang yang tidak dikenal. Baru di kaki gunung saja, berbagai perlengkapan anti dingin berupa jaket, syal, kupluk, kaos kaki dan kaos tangan telah saya gunakan tapi apa mau dikata tetap saja kedinginan. Jangan pernah tertipu dengan tebalnya perlengkapan yang kamu miliki. Bukan seberapa tebal tapi seberapa anti angin perlengkapan itu. Sebisa mungkin kenakan pakaian yang terbuat dari bahan polyester atau parasut, kedua bahan ini lebih hangat daripada bahan kaos.
Berlanjut keacara malam, setelah perut kenyang melahap semangkuk mie instant telur dan teh hangat pada pukul 12.00 malam, berarti saat yang tepat untuk tidur. Tidak perlu membawa bantal apalagi bawa boneka saat naik gunung. Pakai saja sleeping bag atau ransel sebagai bantal. Salah urat leher salah urat leher degh *wink. 
 *kukuruyukkkk petak petok petak petok. 


Apa mau dikata, niat bangun jam 4 subuh untuk pendakian tapi apa daya mata tak kuasa melek maka jadilah jam 6 pagi rombongan saya harus naik angkutan umum lagi ke kaki gunung puteri karena pendakian kami akan dimulai disana. Sebenarnya dari Cibodas juga terdapat awal pendakian menuju puncak Gunung Gede dengan jalan yang lebih landai dan pemandangan yang lebih indah. Tapi entah apa gerangan hingga rombongan kami harus menikmati pendakian yang sebenarnya huft. Peraturan (1), ini adalah satu-satunya kesempatan untuk sikat gigi hingga dua hari kedepan, maka sikatlah gigimu dengan telaten dan cucilah muka dengan seciamik-ciamiknya karena segala perlengkapan mandi akan ditahan diposko Gunung Gede sebelum melakukan pendakian.

Pendakian di Gunung Gede memang lain daripada yang lain. Peraturan (2), setiap orang maupun kelompok yang ingin mendaki tidak bisa melakukan pendakian seenak jidat, seenaknya datang dan langsung mendaki. Paling tidak sehari sebelum pendakian telah melapor ke posko Gunung Gede terlebih dahulu dan menyerahkan KTP. Jika salah seorang temen kita berhalangan, maka tidak bisa digantikan dengan orang lain. Peraturan (3), gunakan sepatu gunung atau sandal gunung untuk mendaki demi alasan keselamatan. Bagi yang tidak memenuhi standar maka bisa saja tidak diizinkan untuk melakukan pendakian. Karena kami semua anak yang patuh maka setelah melapor kami langsung berangkat menelusuri jalur pendakian Gunung Gede.
Sebelum melakukan pendakian, tim kita dibagi menjadi beberapa kelompok pendakian. Orang-orang yang secara fisik lemah ataupun jalannya lebih lambat akan dibiarkan jalan terlebih dahulu. Kelompok ini biasanya yang cewek-cewek. Beberapa kelompok berikutnya adalah orang-orang yang memiliki fisik lebih bagus sedangkan kelompok terakhir biasanya yang dituakan dan difungsikan mengurusi berbagai keperluan :p. Tentu saja ketuan ini bergerak lurus sejalan dengan pengalaman dan fisik mereka yang sudah sangat terbiasa dengan pendakian. Selain kelompok pendaki, kalau tidak mau susah ada kelompok tambahan yaitu kelompok para pembawa carier. Ada jasa joki untuk mengangkat bahan makanan dan tenda hingga ke puncak gunung Gede cukup membayar rph.250.000 per joki untuk sekali jalan atau rph.350.000 untuk membawakan barang saat naik maupun turun dari gunung.
Memanjat gunung tidak sesusah yang dipikirkan namun tidak pula semenyenangkan cerita orang. Berbagai perasaan muncul selama perjalanan yang alurnya bisa dibilang seperti ini. Perasaan capek minta mampus campur gengsi di 30 menit pendakian pertama. Perasaan semangat menggebu-gebu dan menyenangkan di 2 jam berikutnya. Selain karena sudah bertemu pos pertama, jalanan dari pos pertama ke pos ketiga pun dirasakan cukup landai. Perasaan mulai bingung dan kelaparan di 1 jam berikutnya. Hal ini disebabkan, sikap terlalu menganggap remeh. Sesuai dengan persetujuan awal bahwa beberapa kelompok pendakian akan berkumpul di pos 3 untuk makan siang. Sebenarnya ultimatum ini mengandung makna yang sangat penting terutama saat salah seorang anggota yang berkata tidak boleh makan sebelum pos 3. Namun apa mau dikata euphoria pendakian yang cukup landai ini menyebabkan kalimat berikut keluar “yaudah yuk jalan saja, udah tinggal 2 pos ini”. Sayang disayang perasaan heran, berpikir, takjub, ngos-ngosan dan yang paling penting adalah Kelaparan telah bercampur jadi gado-gado di 2 jam berikutnya. Perasaan ini tentu saja terjadi saat melihat pendakian yang terus menerus didepan mata tanpa jalur landai sedikit pun. Kemudian perasaan menyerah akan segera merasuki di 30 menit terakhir dengan kalimat “kapan sampainya” yang menyertai. Namun setelah 6 jam berlalu, semuanya benar-benar amazing. Perasaan terbebas dari beban (beban mental + beban ransel) benar-benar terobati dengan pemandangan padang yang sangat luas. Rasanya gimana yah? Selama 6 jam berjalan tidak tentu ujungnya didalam hutan yang cahayanya pun remang-remang tiba-tiba keluar mendapati pemandangan yang begitu luas, langit, cahaya matahari, dan angin *wink wink wink.
 
 
  
Bedanya naik gunung dan liburan dipantai adalah kita tidak perlu bergegas menyimpan barang kemudian segera menuju pantai untuk bermain air. Digunung semua yang akan kita nikmati ada disepanjang perjalanan selama kita berkumpul dengan teman-teman pendaki lainnya. Itu versi bagusnya, versi biasanya yah kita ke gunung bener-bener pindah makan dan pindah tidur *wink. Pada malam hari biasanya akan diisi dengan acara makan indomie bareng, minuman hangat, kartu, gitar dan ngobrol panjang lebar hingga semua lelah dan masuk ke tenda masing-masing. Kalau malam ini semua menyerah dengan hujan yang tidak kunjung henti serasa menyuruh kita tidur dengan cepat *ngeless. Setelah menahan dingin yang mulai menusuk di pagi-pagi buta, akhirnya pagi pun tiba dan untung saja matahari bersinar dengan teriknya diantara kabut yang masih menutupi kawasan pengunungan. Biasanya sejam sebelum matahari terbit, para pendaki akan mulai mendaki menuju puncak Gede untuk melihat sunrise. Namun kali ini saya lebih baik melihat matahari saat sudah tinggi saja dari padang perkemahan ini daripada harus memaksakan kaki urat yang mulai ketarik dan lebih menderita lagi saat penurunan gunung nantinya.
Nah saat matahari sudah tinggi inilah waktunya keluar dari perkemahan dan mengambil foto sebanyak mungkin sambil menunggu makan siang disajikan. Kalau untuk hal ini saya lebih menyerah lagi. Saya bagian ngumpulin sampah saja dari pada harus memasak. Serahkanlah semua pada ahlinya saja. Hal yang paling beruntung untuk pendakian kali ini adalah salah satu pendakinya adalah koki. Menu makan siang kami kali ini: Nasi putih, Sop Iga, Rica-rica Ikan Jambal, Telur sosis dan Bubur kacang hijau hahaahaa nikmatnya lebih enak dari makanan dikosan *wink. Tidak hanya itu saja, perjalanan sebelum menuruni Gunung Gede kami pun masih sempat-sempatnya makan kue pancake. Bring pancious to the top of Gede.
Setelah pukul 12 siang menghampiri, sudah saatnya membenahi barang masing-masing dan tenda serta jangan lupa membungkus semua sampah di daerah perkemahan kita untuk dibawa turun. Peraturan (4) kumpulkan sampah-sampah non-organic kedalam kantong sampah dan bakar sampah-sampah organic seperti sisa makanan. Sampah-sampah ini harus diserahkan saat kita tiba kembali di posko Gunung Gede, jika tidak siapkan kaki kamu untuk kembali naik kembali untuk mengambil sampah kamu. Demikianlah pendakian ini mengisi weekend saya dengan sangat menakjubkan. Penurunan Gunung Gede tidak lebih lama dari pendakiannya karena hanya menghabiskan waktu sekitar 3 jam namun medannya benar-benar berat karena setepak-setapak terjal dibawah saya mengharuskan saya harus menahan badan sementar kaki saya berlari-lari kecil selama penurunan. Gunung memang menyimpan rahasianya sendiri. Tidak ada yang mudah untuk dilalui baik itu mendaki maupun menuruninya.Dan satu hal yang saya buktikan dari kata-kata orang bahwa liburan ke gunung itu lebih berkesan dari liburan kepantai.. Benar-benar berkesan ternyata, berkesan dihati dan berkesan dibetis seminggu *wink

Selasa, 17 Mei 2011

TOP 10 Kuliner Makassar


 
Kota Makassar tidak hanya terkenal dengan Pantai Losari dan Indoor Theme Parknya tetapi banyak orang yang datang kesini selalu merindukan makanan daerahnya. Bukan hanya karena memang enak tetapi banyak rumah makan yang tidak menjual franchise mereka keluar kota…Agak menyusahkan sih karena kalau kangen coto contohnya harus beli tiket 600.000 + 15.000 coto. Ini yang namanya kangen berat diongkos :D
Meskipun ada banyak makanan khas yang di jual di Makassar, bagi saya ada 10 makanan favorite yang saya wajibkan tiap orang harus makan ntah 1 hari aja atau seminggu berkunjung ke Makassar harus coba ke 10 makanan ini. Here we go! Siapkan obat kolesterol kamu *wink.
1. Pallu Basa
Pallu Basa Serigala 13.000 rph
Pallu basa ini makanan yang paling saya rekomendasikan untuk dicoba. Isinya daging dan jeroan kerbau tapi kenyalnya minta ampun (tiap kali membicarakan ini saya jadi ngiler sendiri). Kuahnya kental karena bercampur dengan serundeng kelapa yang menambah gurih kuah pallubasa. Kalau mau lebih nikmat lagi minta ke daeng (semacam “mas” dalam bahasa jawa) untuk menambahkan telur mentah kedalam mangkuk pallu basa biasa disebut “alas”. Satu mangkuk pallu basa akan disajikan dengan sepiring nasi seharga . Ada dua pilihan penjual pallu basa paling topcer di Makassar. Ada yang bilang Pallu basa jalan Onta ada juga yang bilang Pallu basa jalan Serigala. Bagi saya semuanya nikmat karena setelah kenyang saya hanya mengeluarkan uang 13.000 rph seporsinya.
2. Coto
Berbeda halnya dengan coto ini terdiri dari daging sapi dengan kuah kacang. Isi dari makanan berkuah ini tetap saja potongan dadu daging dan jeroan sapi. Cara makan coto yang paling nikmat itu adalah menambahkan jeruk nipis, bawang dan sambel tauco kedalam kuah karena yang member rasa berbeda dari coto itu adalah rasa sambelnya. Coto biasanya disajikan dengan ketupat dan buras (nasi ketan yang dibungkus daun). Tempat makan coto favorite saya di Jalan Nusantara (Coto Nusantara) daerah sekitar pelabuhan.  Harga yang harus dibayar untuk semangkok coto adalah 12.000 rph.
3. Pisang Hijau
Pisang Ijo Bravo 20.000 rph
Pisang hijau ini berbeda dengan dua makanan berat diatas karena merupakan makanan ringan khas Makassar. Tapi ini adalah makanan dengan rating tertinggi dari makanan cemilan Makassar yang harus didahulukan. Namanya sudah terkenal sampai kemana-manan karena namanya pisang hijau yang orang selalu berpikir bahwa warna pisangnya yang hijau. Pisang hijau ini adalah pisang raja yang dibungkus dengan dadar hijau dari daun palem. Meskipun sudah banyak dijual diluar kota tapi kenyalnya pisang hijau yang paling enak itu di Makassar tepatnya di rumah makan Bravo jalan Andalas Makassar. Tapi jangan remehkan cemilan ini karena tetap harus mengosongkan sedikit tempat buat cemilan yang benar-benar bikin kenyang tersebut. Sisihkan uang kamu sebesar 15.000 rph untuk seporsi pisang hijau.
4. Konro
Mungkin kamu udah pernah makan steak rib atau jenis rib lain yang diolah dengan berbagai naman. Konro ini salah satu jenis olahan daging rib sapi. Ukurannya yang benar-benar besar dan daging yang masih banyak disetiap ribs benar-benar bikin kenyang. Ada dua jenis olahan konro yang bisa dinikmati yaitu Sup Konro dan Konro Bakar. Sup konro ini akan disajikan dengan kuah kaldu sapi yang segar dan bisa ditambahkan perasan jeruk nipis dan sambel supaya lebih terasa dimulut. Sedangkan konro bakal akan disajikan dengan bumbu kacang. Biasanya sih saya memesan konro bakar untuk setiap orang dan sup konro untuk dibagi dua. Tentu saja konsekuensinya adalah kekenyangan oleh karena itu jangan makan nasi terlalu banyak sebagai pendamping makanan ini. Untuk menikmati makanan ini perlu menghabiskan dana 27.000 rph untuk satu porsi sop konro dan 29.000 prh untuk satu porsi konro bakar. Tempat makan konro favorite saya adalah di rumah makan Konro Karebosi Jalan Lompobattang.
Sop Konro Karebosi 27.000 rph
Konro Bakar Karebosi 29.000 rph
5. Bakso Ati Raja
Bakso Ati Raja 20.000 rph (sumber: Hilsya.worpress.com)

Kalau mau tau makanan khas Makassar kadang kita harus tidak menghiraukan namanya karena seperti nama bakso yang satu ini, walaupun namanya bakso ati raja tidak ada unsur hati ayam apalagi hati raja didalam baksonya. Sebenarnya bakso itu bukan merupakan makanan khas tapi karena merek bakso ini tidak di franchise kan maka untuk bakso merek Ati Raja diaklamasikan sebagai makanan khas Makassar *wink. Yang menarik dari bakso ini adalah nyuknyang (nama bakso kasar dari olah sagu) dan bakso tahu goring (beda dari batagor) yang gurih dan renyah. Cara makan bakso ati raja yang baik adalah pesan semangkok bakso campur (bakso halus, bakso kasar, gorengan / bakso tahu goring) kemudian tambahkan perasan jeruk nipis dan sambel kuning kedalam kuah. Hati terhadap sambel kuning yang satu ini karena kesan pertama tidak pedes selanjutnya bibir bisa dibuat bengkak karena kepedesan. Habiskan uang kamu sebesar 20.000 rph untuk semangkok bakso ati raja.

6. Sop Saudara
Sop Saudara ini masakan khas orang Pangkep (salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan) tapi tidak usah sampai keluar kota buat menikmati makanan khas yang satu ini. Dikota Makassar, sop saudara ini bisa dinikmati di Jalan Andalas maupun Jalan Irian terserah pilih mana suka saja. Sama halnya seperti bakso ati raja, sop saudara ini tetap menggunakan daging sapi bukan daging saudara sendiri hahaha….walaupun Makassar terkenal keras tapi tidak setega itu buat bikin saudara sendiri jadi sop *wink. Kalau sop saudara ini hampir sama dengan beberapa sop Indonesia lainnya karena kuahnya tidak terlalu kental dan dagingnya pun masih didominasi daging sapi, paru dan beberapa jeroan. Semangkuk sop saudara dimakan dengan nasi, perkedel dan telur asin. Tidak perlu menambahkan banyak bumbu kedalamnya cukup perasan jeruk dan sambel karena yang nikmat adalah kuah segarnya. Untuk menikmati sop saudara ini cukup menghabiskan 15.000 rph permankoknya.
7. Mie Titi
Mie titi ini sebenarnya suatu merek dagang dari mie kering khas Makassar yang diberi label “mie titi”. Karena ini yang paling terkenal jadilah semua mie kering di Makassar diidentikan dengan nama Mie Titi. Kalau mau mencoba makanan ini bisa langsung ke rumah makan Mie Titi di jalan Irian maupun Mie Awa (merek dagang lain) di jalan Bali. Makanan ini terdiri dari mie biasa yang digoreng kering sampai kriuk-kriuk dan diberi kuah kental dengan topping ayam, seafood, sayur hijau dan bakso goreng. Kalau makan mie ini jangan segan menambahkan perasan jeruk karena semua makanan kering dan berkuah di Makassar wajib menggunakan ini dan sambel. Kalau kuat minta rawit merica kepada pelayannya disamping sambel orange yang sudah tersedia di meja. Untuk seporsi mie kering ini cukup mengeluarkan uang sebesar 14.000 rph-17.000 rph perporsinya.

8. Pisang Epe’
Pisang Epe'  Pinggir Pantai Losari 7.000 rph
Pisang epe ini makanan pendamping saat berjalan-jalan sore hingga tengah malam di pinggir pantai Losari Makassar. Disepanjang jalan dipinggir pantai aka nada banyak gerobak pisang epe’ yang bisa ditemui. Pisang epe ini adalah pisang yang dibakar kemudian di jepit hingga gepeng. Setelah itu pisang epe’ ini akan diberikan bumbu gula merah dengan rasa dan aroma durian. Nikmatnya membayangkan pun saja saya menderita ya Tuhan… Tapi bagi yang tidak terlalu suka dengan buah durian, pisang epe’ sekarang sudah bisa dinikmati dengan berbagai rasa cokelat, keju, kacang dan lain-lain yang sampai bikin saya bingung bedanya pisang epe’ dengan martabak manis. Nikmati salah satu cemilan murah Makassar seharga 7.000 rph gratis pemandangan sunset merah jambu dipinggir pantai losari.
9. Nasi Kuning Ribura’ne
Nasi Kuning Riburane 25.000 rph
Kalau saya bilang, yang membuat makanan ini saya rekomendasikan untuk di makan di Makassar karena nasi ini dibuat dengan tingkat niatan yang tinggi oleh ibunya. Bagaimana tidak kalau nasinya pulen, dagingnya empuk, telur, rawonnya asin manis pas, dan tentu saja porsinya yang benar-benar pas dengan harga 25.000 rph perporsi. Biasanya nasi kuning ribura’ne ini dibungkus buat makanan di perjalanan jauh keluar kota maupun makanan sehabis lari di pinggir pantai losari. Bisa makan ditempat di Jalan Ahmad Yani depan kantor RRI ditemani dengan kopi toraja atau kopi susu dan suasana warung kopi Makassar jaman dahulu. 

10. Seafood di Paotere
Kalau mau makan seafood yang tingkat segarnya 99% maka datanglah kepelelangan ikannya langsung di daerah paotere. Dipelelangan ikan ini kita bisa beli ikan yang kita mau makan langsung dari nelayannya. Harga ikan disana bisa 150.000 sekeranjangnya. Bisa makan ngak pulang-pulang kalau makan sendirian. Ikan yang masih segar itu kita bisa langsung bawa ke rumah makan didaerah pelelangan ini. Tidak akan ada menu lain yang ditawarkan di rumah makan ini kecuali nasi dan air minum. Rumah makan ini memang dikhususkan untuk menjual jasa pembakaran ikan. Jadi kita cukup memberikan ikan yang kita beli, nanti pelayannya yang akan membersihkan dan membakar ikannya. Apa boleh dikata ikan bakar segar dan sambel ulek yang nikmati.. Tuhan kembalikan saya kekampung halaman, betapa menderitanya menceritakan ini tanpa menikmatinya *huks…
Akhirnya berakhir juga cerita kuliner Makassar ini setelah penderitaan menahan liur dan perut yang tiba-tiba kelaparan. Semoga dapat dirasakan langsung yah saat berkunjung di Makassar.

Sumber foto : Koleksi pribadi, Albert Kurniawan, Cita Nursyadzaly,  Hilsya.wordpress.com
Sumber harga: Rani Yunita Patong

 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver