Apa yang kira-kira dirasakan seseorang jika dia harus terjebak disuatu pulau dan tidak bisa pulang??
Sini gw jawab!! Rasanya itu seperti tiba-tiba blank...Kegiatan liburan pun rasanya dari membahagiakan tiba-tiba berat. Pikiran menerawang ke kerjaan, ke pacar, orang terdekat. Nafsu makan berkurang, males kemana-mana, pelarian ke kasur buat tidur bisa berjam-jam. Ini kalau dipulau tersebut masih ada penjual makan, tempat penginapan dan atm tentu saja. Maka bersyukur ajalah gw karena masih terjebak tidak bisa pulang di pulau yang memiliki banyak fasilitas tersebut. Saat pulau tersebut belum memiliki atm, banyak orang yang menggadaikan harta bendanya untuk bisa makan disana. Bahkan yang terjebak hingga 1 bulan harus bisa memasak dan menombak ikan dilaut buat bisa bertahan hidup. Intinya dari turis menjadi tuna wisma.
Kenapa gw bisa terjebak?? Jawabannya adalah karena persoalan angin.. Kalau melihat keadaan pantai di sekitar dermaga penyebrangan dipulau itu. Ombak hanya beriak kecil dan angin pun bertiup kencang tapi tidak sampai merobohkan pohon bahkan menjatuhkan ranting-ranting. Langit pun bergitu cerah bahkan boleh dikatakan terik. Pemandangan seperti ini benar-benar tidak cocok dijadikan alasan bahwa cuaca sedang buruk sehingga saya dan 600 orang lainnya harus terjebak di pulau tersebut tidak bisa pulang. Namun apalah mau dikata, saat membaca berita dimedia online bahwa tidak ada kapal yang diijinkan untuk berlayar menuju ke pulau yang saya tempati tersebut. Semua disebabkan angin kencang dan ketinggian ombak yang dapat mencapai ketinggian hinggi 3 meter.
Berlibur kepulau diakhir tahun sekitar bulan desember-januari dan juni-agustus memang tidak disarankan karena pengaruh angin barat dan angin timur yang dapat mengakibatkan gelombang ombak yang cukup besar. Yah anggap saja belajar ilmu geografinya ngak lewat buku tapi langsung dari pengalaman. Ternyata bolos pelajaran geografi pas sekolah berakibat buruk dikemudian hari hix hix hix..
*Dengan ini saya menyatakan bahwa saya cuti liburan ke pulau dulu paling cepat hingga maret-april 2013..
Long Trip, kalau ada yang dinamakan long trip maka inilah perjalanan terlama yang pernah saya rasakan.
Pada kesempatan kali ini, saya dan teman-teman kantor berkesempatan menikmati
liburan akhir project ke Pulau
Karimun Jawa. Tempat ini merupakan bagian dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sekitar
10 jam waktu yang saya butuhkan untuk menempuh perjalanan dari Jakarta ke
Semarang, Ibu kota Jawa Tengah. Lalu, saya butuh sekitar 2 jam lagi menuju ke
dermaga penyeberangan Jepara – Karimun Jawa.
Dari situ, dilanjutkan
lagi dengan perjalanan laut menggunakan kapal cepat Bahari Express atau kapal
lambat Muria. Dengan kapal cepat, wisatawan dapat sampai di Karimun Jawa dalam
waktu 2-3 jam, sementara dengan kapal lambat, butuh waktu 6-8 jam. Selain dari
Jepara, penyeberangan dapat pula dilakukan melalui Semarang dengan menggunakan
kapal cepat Kartini. Perlu diketahui bahwa penyeberangan kapal tidak setiap
hari, baik itu dari Jepara dan Semarang maupun dari Karimun Jawa. Untuk info
lebih jelasnya bisa kamu lihat di link berikut:
Setelah menghabiskan
total 22 jam perjalanan, sampai jugalah saya di Kepulauan Karimun Jawa, Jawa
Tengah. Dari dermaga, kami langsung diangkut menggunakan mobil yang sudah
termasuk dalam paket yang saya dan teman-teman bayar ke agen perjalanan. Bagi
yang mau jalan-jalan ala backpacker, kamu
bisa berjalan kaki saja, tidak perlu menggunakan mobil angkutan ketika turun di
dermaga. Kurang lebih 100 meter dari pintu keluar dermaga, di belokan kiri
pertama, banyak rumah-rumah penduduk yang bisa disewa. Kamu bisa menyewa satu
rumah atau hanya kamarnya saja (Jadi menghemat ongkos lagi degh hihihih *wink).
Setelah sampai di tempat yang sudah disediakan, tentu saja kami langsung
bersantap siang. Inilah salah satu kemudahan jika menggunakan jasa travel agent.
Bagi yang backpacking, jangan sedih. Tanyalah
kepada warga sekitar bagaimana cara ke alun-alun atau lapangan bola. Saat
siang, terdapat warung makan disekitar daerah tersebut yang menjual makanan dengan
menu rumahan. Sedangkan, saat sore dan malam hari, banyak penjual makanan yang
berkumpul di situ.
Jam sudah
menunjukkan pukul 16.00 dan matahari sudah tidak seterik tadi siang. Tanpa
perlu berlama-lama istirahat, saya dan teman-teman sudah siap naik mobil lagi.
Kami siap menjelajah tempat wisata lain dari Pulau Karimun Jawa.
Air Terjun Sunan Nyemplungan
Perjalanan ke air
terjun tidak semudah yang saya bayangkan. Tempat wisata yang satu ini nampaknya
belum banyak yang tahu atau tidak mau tahu kali yah…? Saya harus merasakan naik gunung saat berjalan menuju ke air
terjun. Jalan setapak yang terbentuk dari akar-akar pohon menjadi satu-satunya penyangga
tangan dan kaki agar tidak jatuh terguling-guling. Sesampainya di tujuan,
ternyata air terjunnya sendiri tidak seheboh perjalanannya. Air terjun hanya
terdiri dari satu undakan, namun cukup membuat saya senang karena bertemu
dengan air (hihihihi saya kanfetish ama air, nggak bisa kalo nggak
main basah-basahan dulu). Setelah dari wisata air terjun, saya dan teman-teman melanjutkan
perjalanan menuju hutan Mangrove.
Hutan Mangrove
Di hutan ini, kami berencana
menunggu sunset. Memasuki kawasan
hutan mangrove, sebenarnya tidak ada hal yang luar biasa kecuali deretan pohon
mangrove di kiri dan kanan yang bisa menjadi tempat mengambil foto. Namun,
ketika sampai di tempat antara hutan Mangrove dan pantai, pemandangan lain
mulai sedikit demi sedikit memanjakan mata. Menunggu sunset dari tempat ini benar-benar indah. Matahari lama kelamaan
menyingsing meninggalkan warna jingga, pink, kemudian kelabu di sela-sela pohon
mangrove yang masih kecil.
HARI KEDUA
Hari ini perjalanan
akan diisi dengan kegiatan snorkeling,
snorkeling dan snorkeling.
Maklum, belum modal kalau sampai harus membayar mahal untuk scuba diving. Pulau yang akan kami kunjungi
adalah pulau Menjangan Kecil, Geleang dan Menjangan Besar. Selain pulau-pulau
tersebut, perjalanan hari ini rencananya akan ditutup dengan mengunjungi
penangkaran hiu.
Pulau Menjangan Kecil
Dibandingkan dengan
pulau-pulau lainnya, pulau ini memiliki terumbu karang yang banyak dan cukup dekat
dari permukaan air. Selain itu, banyak rombongan ikan kecil berwarna-warni yang
terlihat lalu lalang. Hanya dengan menaburkan remah-remah biskuit atau roti,
ikan-ikan akan segera menghampiri.
Selain itu, meskipun saat musim arus laut, wilayah ini cenderung tenang,
sehingga kita dapat lebih santai menikmati pemandangan bawah lautnya.
Pulau Geleang
Kalau pulau lain
kami datangi untuk snorkeling dan bermain pasir, lain halnya dengan pulau
Geleang. Pulau satu ini ibarat rumah makan di tengah laut. Tapi, jangan bayangkan
ada bangunan rumah makan, pondokan atau warung-warung, karena pulau ini bisa
dikatakan tidak berpenghuni. Hanya saja, pulau ini tergolong rindang dan
dikelilingi pasir putih yang halus, sehingga cocok menjadi tempat persinggahan
kapal-kapal wisata untuk bersantap siang.
Makanan dan hidangan
ikan laut telah disiapkan sebelum kami berangkat tadi pagi, sehingga bisa
langsung dibakar sesampainya di pulau. Lagi-lagi ini adalah salah satu
kelebihan jika mengambil jasa travel
agent. Tapi kalau berjalan-jalan sendiri, kamu bisa minta dibelikan makanan
kepada penjaga penginapan atau penjaga kapal yang digunakan berkeliling. Ikan
yang dinikmati benar-benar ikan laut yang berwarna-warni. Salah satu yang saya
santap bernama ikan kakatua. Rasa daging ikan yang masih segar dan lembut,
ditambah dengan sambal dabu-dabu yang enak memberikan pengalaman yang tidak
terlupakan oleh perut saya *wink.
Tidak hanya makanan lautnya yang enak, pemandangan pantainya pun indah untuk dinikmati dan dimasukkan kedalam koleksi-koleksi foto saya. Tentu saja harus berhati-hati karena angin laut yang kencang dan ombak dengan arus yang cukup kuat bisa menyeret badan kita menjauhi bibir pantai.
Penangkaran Hiu
Salah satu objek
wisata utama di pulau Karimun jawa ini adalah penangkaran hiu. Yang menarik
dari tempat ini adalah kita bisa turun langsung berenang bersama hiu. Seram?
Tentu saja! Dalam penangkaran terdapat 2 kolam besar yang di isi dengan hiu
hitam dan hiu putih. Hiu yang terdapat di kolam termasuk kategori tidak
berbahaya karena tidak menyerang manusia. Kecuali, kamu turun ke bawah air
sambil berdarah-darah. “Situ jual, gw beli”, mungkin begitu kata hiunya, *wink.
Meskipun katanya
hiu-hiu ini sudah tidak pernah bersentuhan dengan habitat aslinya, namun naluri
hiu untuk mengincar korbannya tidak bisa hilang begitu saja. Walaupun saya tidak
termasuk korban, namun saat turun dan berdiri di atas batu besar di tengah
kolam, hiu-hiu hitam mulai menghampiri dan mengelilingi kaki saya.Yah pada akhirnya, mereka akan berenang
menjauh setiap kali saya mencoba untuk menyentuh atau mengambil foto mereka di
dalam air.
Hal aneh terjadi
ketika teman saya mencoba turun ke kolam. Ikan-ikan kecil yang hidup bersama
hiu ternyata lebih mengerikan daripada hiu itu sendiri. Mereka berani mendekati
manusia dan menggigiti bagian tubuh pengunjung terutama kaki. Tentu saja teman
saya langsung merespon gigitan tersebut dengan berenang terburu-buru ke tepi
kolam dengan pikiran sekilo daging kakinya telah hilang dimakan hiu
wakaakakakka.
HARI KETIGA
Namanya juga
berkunjung ke kepulauan, maka secara otomatis hari ini pun akan kembali di isi
dengan mengunjungi pulau dan pantai. Pulau-pulau yang kami datangi menawarkan
pemandangan indah yang bagus untuk mengambil foto. Pada awalnya kami berencana akan
mengunjugi pulau Cemara Kecil, Cemara Besar dan Pulau Gosong. Namun karena ombak
yang sangat tinggi, maka kami hanya mengunjungi pulau Cemara Kecil yang
diselingi dengan beberapa tempat snorkeling.
Pulau Cemara Kecil
Setiap musim punya
ceritanya sendiri. Di musim angin dan ombak laut tinggi seperti ini, mungkin bukan
keputusan yang bijak untuk snorkeling
di kepulauan Karimun Jawa. Namun, hal itulah yang membuat Pulau Cemara Kecil
menarik di mata saya. Saat air di sekitar pulau Cemara Kecil pasang, kami harus
turun sangat jauh untuk berjalan menuju pulau. Saat turun dari kapal, tinggi
air laut bisa mencapai dada, terlebih lagi jika ombak yang lebih tinggi dari
badan saya datang. Tapi, disitulah serunya karena saya dan teman-teman harus
cepat-cepat turun dari kapal saat tidak ada ombak dan bergegas mencapai pulau.
Tidak sedikit dari kami yang harus merasakan perihnya air laut saat masuk
kemata atau bahkan tertelan hahahahah. Sekali lagi, disitulah serunya…
Pantai Nirwana
Sebelum menceritakan
tentang pantai ini, saya minta maaf dulu saja kalau ternyata nama pantai ini
tidak benar hahahha. Seingat saya namanya memang seperti ini. Kalau saat
mengunjungi Pulau Karimun Jawa, ternyata tidak terdapat satu pantai pun yang
bernama demikian, maka deskripsikanlah pantai tersebut seperti ini.
1. Pantai ini sebenarnya adalah pantai pribadi yang berlokasi di dalam sebuah resort besar di Pulau Karimun Jawa.
2. Pantai ini tempat untuk melihat sunrise bukan sunset :D
Semoga penduduk
sekitar mengetahui keberadaan pantai ini. Good
luck! *wink. Meskipun pantai ini merupakan pantai untuk melihat sunrise,
namun tidak ada salahnya untuk menikmati angin sore di tempat ini. Pasirnya
bersih dan halus sehingga bisa dipakai untuk main gerobak sodor seperti yang
kami lakukan.
Selain itu, ada beberapa teman saya yang naik ke beranda hotel di
lantai 3 untuk menikmati pemandangan. Tidak lama setelah berkeliling di pantai
dan hotel, bebatuan besar di pinggir pantai mulai menggoda untuk di foto. Entah
teman saya yang jago mengambil foto, pemandangan dan kamera yang memang bagus,
atau memang saya yang cocok menjadi model, tapi foto-foto di atas batu ini sangat
pantas dipajang sebagai profile picture (pede
tingkat dewa). Belum lagi latar belakang langit berwarna orange yang makin menambah keindahan foto.
Agar perjalanan kamu
menarik dan tidak harus terhadang oleh cuaca maupun hal-hal tidak penting
lainnya, berikut tips & trick
yang dapat membantu. Semoga liburannya seru yak *wink.
Tips & Trick
·Berlibur di pulau ini agak tricky, karena lama tidaknya berwisata di Karimun Jawa tidak
tergantung pada seberapa lama kita ingin tinggal, atau seberapa banyak duit
yang dimiliki, melainkan seberapa stabil
angin di sekitar perairan Laut Jawa.
·Jadwal yang paling baik untuk berlibur adalah
bulan Februari-April. Kondisi angin stabil, hujan pun sudah tidak turun lagi.
·Sekitar bulan Mei-September masih bisa untuk
berlibur, namun perhatikan kecepatan angin. Kalau perlu cek BMG terlebih dahulu
mengenai kondisi angin disekitar Karimun Jawa.
·Sekitar bulan Oktober-Januari dipastikan
Indonesia sedang musim hujan disertai angin kencang. Jika memaksakan diri tetap
berlibur, hanya bisa berkeliling pulau-pulau di daerah timur saja.
·Budget:
1. Kisaran
harga untuk 3D2N sebesar Rp.650.000-Rp 750.000/orang dengan menggunakan travel agent. Kalau pergi dalam grup besar kamu bisa dapat harga di
range paling bawah. Tapi, kalau
kurang dari 5 orang, maka akan digabung dengan rombongan lain. Bagi yang backpacking bisa cari teman untuk share biaya kapal ketika di
tujuan.
2. Biaya
makan dan penginapan untuk sewa rumah sekitar Rp.300.000- Rp.450.000/ hari.
Kapasitas rumah cukup untuk 15 orang.
3. Biaya
bus eksekutif sekitar Rp.100.000 - Rp.140.000 tergantung jenis busnya. Tiap
bus punya fasilitas yang berbeda-beda dari wi-fi, jarak antar kursi, televisi di tiap kursi, dll. Bus
Jakarta-Jepara berangkat sekitar pukul 4-6 sore.
4. Ongkos
becak dari terminal / alun-alun Jepara ke Pelabuhan : Rp.10.000-15.000 / 2
Orang
Seharusnya tagline pariwisata Indonesia adalah "Kecantikan Yang Terlupakan".
Under Water Balak Island
Kalimat ini bisa berarti dua hal.Pertama bahwa keindahan Indonesia yang masih belum dilirik atau dikunjungi oleh orang-orang asing, atau keindahan Indonesia yang benar-benar terlupakan atau tak dikenal oleh orang Indonesia sendiri. Tidak mau kemakan dengan omongan sendiri maka liburan kali ini mencoba untuk mengunjungi salah satu pulau di daerah Lampung. Jangankan saya yang tinggal di Jakarta, orang Lampung sendiri sebagaian besar tidak mengetahui pulau yang akan saya kunjungi ini .
Dermaga Pulau Balak
Tradaaaaaaaa selamat datang di Pulau Balak, Provinsi Lampung. Untuk mencapai pulau ini diperlukan sekitar 1 jam perjalan darat dari Bandar Lampung dan 1 jam perjalan laut menuju pulau Balak. Untuk mencapai Pulau Balak ini, kita harus menyewa perahu terlebih dahulu. Jika kamu mempunyai waktu yang cukup luang, bisa menghemat biaya dengan membayar sebesar Rp. 300.000 - Rp. 350.000 untuk menyewa kapal berkapasitas 15-20 orang. Namun memakan waktu sekitar 2 jam lebih untuk mencapai pulau Balak. Sedangkan, bila tidak ingin berlama-lama menghabiskan waktu dilaut, maka memilih speedboat seharga Rp. 350.000-Rp 400.000 untuk seharian dengan waktu tempuh sekitar 1 jam adalah keputusan yang benar. Kekurangannya adalah perahu jenis ini hanya dapat menampung orang sebanyak 6 orang.
Setelah menempuh perjalanan, akhirnya sampai juga kami di Pulau Balak. Pulau ini hanya memiliki penghuni tetap sebanyak 3 rumah tangga. Namun jangan sedih, kalau ada rencana menginap di Pulau ini , tersedia juga pondokan yang bisa dipakai menginap bersama teman-teman. Selain itu, kita juga bisa membawa ikan atau hasil laut yang sebelumnya telah dibeli di kota untuk di bakar-bakar bersama di pulau ini. Tidak perlu berlama-lama, sesampainya di pulau ini kami segera mempersiapkan peralatan untuk snorkling dan melakukan streacthing agar tidak terjadi keram pada saatu turun ke laut nanti.
Kalau biasanya saya melakukan susur pantai sekarang susur bawah laut. Susur bawah laut yaitu mengelilingi pulau balak ini sambil bersnorkling. Jadi kami harus berjalan terlebih dahulu menjauhi dermaga pulau Balak, sehingga kami bisa bersnorkling hingga ke dermaga. Menurut instruktur, ke dalaman bawah laut sekeliling dermaga dianggap paling curam. jadi ada baiknya kita mulai dari yang lebih landai terlebih dahulu.
Setelah sampai di tempat start, kami perlu berjalan sekitar 5 meter dari bibir pantai menuju laut. Setelah itu kegiatan snorkling pun dimulai. Baru membenamkan mata, saya sudah dibuat terperangah dengan pemandangan yang saya liat. Kalau di pulau seribu, saya harus naik kapal ketengah laut dulu baru mendapatkan pemandangan ini sedangkan kalau ke derawan saya harus berhati-hati karena pemandangan semacam ini berada di pinggir tebing bawah laut pulau Kakaban. Namun di pulau Balak, pemandangan ini segera didapatkan dari jarak beberapa meter saja dari bibir pantai.
Berbeda dengan karang yang pernah saya temukan di pulau -pulau lain di Indonesia, karang di bawah laut pulau Balak ini masih besar, berbentuk menarik dan berwarna-warni. Hal ini dikarenakan pulau Balak jauh dari pemungkiman warga sehingga sedari dulu karang-karang dan ikan di daerah ini tidak pernah mengalami bahaya bom penangkap ikan. Ikan disini juga selain menarik, mereka tidak takut untuk datang kepada pengunjung. Cukup memberikan umpan berupa roti yang disobek-sobek menjadi potongan kecil dan sebarkan di dalam air, ikan-ikan kecil berwarna-warni akan segera menghampiri. Selain itu, karena perairannya yang tidak terlalu dalam dan tenang, teman-teman saya yang tidak dapat berenang pun tidak perlu takut terbawa ombak laut atau semacamnya.
When Spongebob meets Patrick
Puas mengelilingi bawah laut pulau Balak ini, setelah bersih-bersih saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk berkeliling pulau. Tentu saja tidak lengkap rasanya kalau berkeliling pantai tanpa berfoto-foto. Banyak objek menarik untuk di jadikan background foto disini. Kalau perlu, coba berfoto diatas pohon kelapa seperti yang saya dan teman-teman coba lakukan. Hanya saja usaha untuk mendapatkan foto yang menarik tentu tidak semudah kelihatannya. Kalau tidak percaya silahkan mencoba *wink. Selain pulau Balak, disekitar pulau ini juga terdapat banyak pulau yang menarik. Bahkan ada pulau yang terkenal dengan hiu liarnya. Kita dapat berenang dengan hiu yang hidup di alam liar. Namun tidak perlu takut, hiu-hiu disini bukan hiu pembunuh, ukurannya pun kecil-kecil. Mintalah kepada instruktur untuk membawa kamu berkeliling-keliling pulau. Apalagi kalau kamu merencanakan waktu 2 hari 1 malam di sekitar kepulauan ini.
Berusaha Mencari Spot Foto di Pohon Kelapa
Foto di Pinggir Dermaga
Gaya Wajib "Foto Loncat"
Demikianlah perjalanan saya kali ini, semoga kalian bisa mendapatkan pengalaman yang sama. Sebagai saran, kunjungi tempat-tempat menarik itu jangan ditunda-tunda. Tau sendiri kan kebiasaan wisatawan itu adalah datang ketempat bagus untuk membuatnya tidak lagi bagus :p. Semoga kita bukan termasuk kategori itu yah *wink...Have a good trip.
Ittenary:
Bus Jakarta -Lampung : Rp. 135.000/ executive atau Rp. 115.000/ biasa
Travel Balak Island from Lampung: Rp. 350.000- Rp. 450.000/ orang/ all in
CP: Fanessa (duren.montong88@gmail.com)
Setelah deadlineproject berkepanjangan yang mengharuskan saya menginap di kantor
(curhatan penulis), saya butuh berteriak dan tertawa sepuasnya untuk menghilangkan
semua penat ini. Maka, mengunjungi taman hiburan merupakan pilihan yang sangat
tepat. Kali ini saya menyempatkan diri untuk mengambil cuti kerja dan berlibur
pada hari Senin ke kota Bandung. Di kota
ini terdapat taman hiburan indoor
baru yaitu “Trans Studio Bandung”.
Bagi yang sudah pernah mengunjungi Trans Studio Makassar, tentu sudah tahu
bagaimana konsep taman hiburan Trans Studio Bandung. Konsep taman hiburan ini
tidak jauh beda, tapi untuk wahana dan permainannya nampak lebih bervariatif daripada
yang ada di Makassar.
Trans Studio Bandung
berlokasi di dalam Bandung Super Mall, Jl. Gatot Subroto. Jika memasuki kota Bandung
dari Jl. Juanda, kamu dapat mengarah ke Daerah Dago hingga simpang lima di
daerah Kota Tua Bandung. Dari situ, sudah terdapat penunjuk jalan yang dapat membantu
kamu menuju ke Trans Studio Bandung. Ketika memasuki Bandung Super Mall, dari
halaman Mall sudah nampak jalur Roller Coaster yang tinggi dan berliku-liku,
tentu saja ini pertanda baik bahwa permainan di dalam sana tentu akan seru.
Tapi sebelum menikmati pengalaman menarik di dalam taman hiburan ini, tentunya saya
harus membeli tiket. Bagi yang belum mempunyai kartu Trans Studio, berarti
harus membeli kartu terlebih dahulu kemudian mengisi saldo dalam kartu tersebut.
Deposit ini berfungsi untuk membayar tiket, makanan, minuman dan souvenir di dalam Trans Studio. Jika
sudah pernah mempunyai kartu Trans Studio sebelumnya, maka cukup menambahkan
deposit maksimal 2 tiket untuk satu kartu. Siapkan
dana tunai kalian yah, karena selain pengguna kartu Bank Mega, maka untuk
transaksi dengan kartu kredit ada pembelian minimal sebesar Rp.600.000,00.
Setelah kelar dengan
urusan bayar membayar sekarang giliran menceritakan pengalaman saya bermain di
ketiga zona bermain dalam Trans Studio Bandung yaitu Trans Studio Central, MagicCorner
dan Lost City. Sejak pertama
memasuki Trans Studio Bandung, saya tentu saja langsung memasuki zona Studio
Central. Meskipun Roller Coaster tepat berada disebelah kiri pintu masuk, tapi
kayaknya kurang cihuy jika mencoba the king of this theme park terlebih
dahulu. Jadi saya memutuskan untuk mencobanya nanti saja.
Permainan pertama
yang saya coba adalah Vertigo. Permainan
ini seperti kicir-kicir di Dufan, namun sekarang diputar-putarnya dalam
ruangan. Hal yang bikin stress adalah perasaan seolah-olah akan terlempar ke
langit-langit gedung atau bahkan mencium tanah air. Entah sudah tua, sudah lama
tidak ke taman hiburan, atau karena sensasi dalam ruangannya yang membuat
tangan saya keringatan juga pada akhirnya.
Efek gayanya yang seru lalal
Efek mukanya saja yang seru hahaha
Permainan berikutnya
yang saya coba adalah Giant Swing.
Permainan ini hampir sama dengan Vertigo dimana kita juga diayun tinggi hingga
ke langit-langit gedung. Rasanya saya siap untuk menghantam dinding yang berada
di Trans Studio ini. Permainan lainnya Transcar
Racing, yaitu permainan miniatur arena balapan dengan miniatur mobil
balapan juga tentunya. Yang asik dari wahana ini karena kita bisa mengatur
kecepatan dan arah setir kendaraan kita sendiri untuk balapan dengan mobil di
jalur lainnya. Permainan ini cocok untuk menurunkan sedikit ketegangan.
Si Bolang versi Jakarta identik dengan "awas lobang"
Kami Si Bolang dari Makassar
Jika ketegangan
belum selesai maka bisa mengunjungi wahana Si
Bolang Adventure. Wahana ini seperti rumah boneka di Dufan, namun lebih khas
karena semua boneka yang ada disini menampilkan bolang dari berbagai daerah di
Indonesia. Yang menarik perhatian saya adalah boneka Bolang Jakarta yang memegang
papan bertuliskan “awas lubang”, ohhh poor Jakarta.
Keluar dari wahana
ini, saya langsung penasaran dengan wahana yang berada di sebelahnya yaitu Trans Studio Science Center. Sayang
sungguh sayang, museum ilmu pengetahuan secanggih ini malah milik pihak swasta
bukannya pihak pemerintah sehingga hanya orang-orang mampu saja yang bisa
menikmatinya *poor Indonesia. Di dalam museum ini, terdapat berbagai alat
peraga ilmu fisika, matematika dan kimia. Setiap alat peraga menjelaskan teori
ilmu pengetahuan dan fakta-fakta dibalik berbagai kejadian alam. Kalau
beruntung, ada pertunjukan percobaan langsung yang diperagakan oleh Professor I
Know dan Assistennya Miss May. Percobaan langsung ini dibawakan secara menarik
dan interaktif.
Tidur diatas paku
Simulasi muka saya saat umur 40 tahun
My Evolution *wink
Laboraturium
Finally adegan di film bisa jadi nyata lol
Permainan menarik
lainnya di zona Studio Central adalah Marvel
Superheroes 4D. Terdapat layar super besar yang menayangkan film tentang
aksi Superhero Marvel seperti Spiderman, Captain America, Iron Man, dll melawan
si penjahat Dr.Doom yang ingin menghancurkan kota London. Kursi yang berguncang
mengikuti adegan dalam film menambah keseruan menonton. Tapi sayang sungguh
sayang karena kesan 4D tidak saya rasakan sepenuhnya disini. Hanya guncangan
kursi saja tanpa ada asap atau cipratan air yang seharusnya bisa saya rasakan
dibeberapa adegan. Karena film ini adalah film action, maka banyak adegan berantem yang dipastikan bikin ngilu.
Tapi sayang, entah kenapa layarnya seakan buram dan kurang terang sehingga mata
jadi agak siwer ketika menonton.
Demi afdolnya
mengunjungi zona Studio Central ini maka beranjaklah saya menuju wahana Yamaha Racing Coaster. Tidak usah
khawatir tidak usah bimbang, mungkin nanti kalau sponsornya sudah berganti ke
Kawasaki, nama wahana ini akan berubah menjadi Kawazaki Racing Coaster *wink. Roller Coaster di Trans Studio ini
tidak kalah menarik dan membuat jantung seakan-akan mau copot juga karena ada manuver
mundur yang saya rasakan saat menaiki roller coaster ini. Tips: coba Roller Coaster
ini pada sore dan malam hari untuk kesan yang berbeda :D.
Marvel Superhero 4D
Motor Roller Coaster
Setelah puas
menikmati zona Studio Central, maka zona berikutnya yang saya kunjungi adalah Magic Corner. Tidak sebanyak permainan
di zona sebelumnya, dari 6 wahana yaitu Dunia Lain The Ride, Negeri Raksasa,
Special Effects Action, Dragon Riders, Pulau Liliput dan Blackheart Pirate
Ship, saya hanya menikmati 3 wahana saja.
Wahana pertama yaitu
Dunia Lain The Ride. Untuk memasuki
wahana ini saya benar-benar dipaksa untuk masuk. Belum apa-apa, ruang tunggu untuk
memasuki wahana ini saja sudah seram bukan kepayang. Backdrop dan suasana yang
saya temui selama berada didalam sana benar-benar membuat saya berimajinasi
sendiri. Belum lagi efek-efek yang segaja dibuat untuk menakut-nakuti
pengunjung. Namun semoga kamu tidak mendapatkan additional effect yaitu dikerjain sama penjaga keamanan sana. Saya
tidak perlu menceritakannya seperti apa, tapi itu benar-benar berhasil membuat
kami stress berteriak. Kata penjaganya, ”Habis
bosan mbak jaga doank!.”
Tidak berlama-lama
berada di wahana dunia lain, karena memang tidak perlu berlama-lama dan tidak
usah lama-lama *dendam penulis :p. Wahana berikutnya yang saya coba adalah Special Effects Action. Dalam wahana
ini, saya bisa menyaksikan pertunjukan live
beberapa aksi special effect yang
biasa digunakan dalam film. Namun sayang sungguh sayang dari masuk hingga
selesai, saya menghabiskan waktu sekitar 45 menit untuk penampilan yang hanya
sekitar 10 menit, selebihnya aksi MC yang seperti kebanyakan berbicara. Wahana
lainnya yang saya coba dalam zona Magic Corner adalah Negeri Raksasa. Permainan ini seperti Hysteria di dufan atau Dragon
Tower di Trans Studio Makassar. Saya duduk di kursi yang berderet, lalu
diangkat sangat tinggi kemudian seketika saja tanpa saya sadari, saya dihempaskan
turun sehingga badan terasa melayang selama sepersekian detik.
Dan tibalah saatnya
saya mencoba wahana di zona Lost City. Dalam
zona ini, ada 4 wahana yaitu Amphitheater, Skypirates, Jelajah dan Kong Climb.
Sangat disayangkan saya hanya mencoba satu wahana saja disini yaitu Sky Pirates. Di wahana ini saya dapat
berkeliling menggunakan perahu yang tergantung langit-langit gedung. Perahu ini akan bergerak mengelilingi seluruh area Trans
Studio Bandung, sehingga semua pemandangan dapat saya lihat dari atas. Wahana
lain yang bisa saya ceritakan juga adalah wahana Jelajah. Wahana ini sama saja dengan Jelajah di Trans Studio
Makassar, sehingga saya tidak terlalu berminat untuk mencobanya. Hal yang
berbeda hanya dari bentuk perahunya yang lebih besar sehingga penumpang dapat
duduk dua berdampingan juga. Di wahana ini, kamu akan menaiki perahu kecil yang
mengelilingi jalur yang sudah ditentukan dengan bantuan dorongan air. Jalur
yang ditempuh berkelok-kelok dan bermuara pada satu titik puncak. Pada saat
mencapat puncak, perahu yang kamu naiki akan terjun bebas dari ketinggian 13
meter yang dipastikan akan membuat kaki lemas.
Tips:
Bagi
kamu yang ingin menikmati semua permainan, ada baiknya datang lebih pagi
karena ada beberapa pertunjukan drama yang hanya diadakan sekali sehari. Begitu
sampai di lokasi, tanyakan langsung ke kru Trans Studio Bandung langsung
setiap jam berapa saja pertunjukan tersebut akan ditampilkan.
Apabila
masih banyak sisa saldo di kartu Trans kamu pada saat sudah keluar dari
Trans Studio Bandung, maka jangan lupa untuk melakukan refund di loket yang ada di area food court.
Suka
duka datang ke taman hiburan pada saat weekdays
adalah harga lebih murah dan tidak usah mengantri panjang, namun harus
menunggu wahana yang ngetem menunggu penumpang. Wahana hanya akan
dioperasikan jika terdapat lebih dari 4 orang yang ingin mencoba wahana
tersebut.
Blog ini kelanjutan dari diary-diary yang sudah pensiun.
Daripada mengingat banyak hal yang negatif dalam diary lebih baik berbagi cerita dan perjalanan yang menarik.
Banyak perjalanan yang dimulai dengan teman yang menjadi sahabat kemudian dan pacar dan berakhir menjadi suami dari blog ini mulai hingga lalalala selamanya. Sekarang blog ini sudah ramai dengan cerita dengan keluarga kecil kami.
Semoga selalu ada cerita dan perjalanan yang dapat saya bagi. *wink
For English Version check my other blog www.foodnfeed.blogspot.com