Sabtu, 26 September 2020

Review Hotel: Four Season Jakarta

Semenjak PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) akibat Covid ini adalah hotel kedua kami yang tentu saja belinya dari Flash Sale Traveloka. Kali ini alasan kami staycation dihotel adalah untuk merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-enam. Sebenarnya kami booking hotel yang Executive. Pakai kamar paling biasa aja udah seneng yah klo sekelas bintang 5 gini. Saat pesan kami hanya request untuk baby crip karena akan membawa bayi untuk nginap bersama. Cerita punya cerita suami saya mengirimkan email ke pihak Four Season Jakarta dan menanyakan apakah ada arragement khusus yang disediakan pihak hotel jika kami ingin menginap untuk merayakan ulang tahun pernikahan. Dan thadaaaaa...they put something sweet on the table, window, bed, bath up and in my heart (*cipok). Tidak lupa juga pihak hotel memberikan upgrade kamar gratis kepada kami dari Executive ke Executive Deluxe. Jadi harga hotel yang kami bayar sebesar Rp.1.500.000 untuk harga semula Rp.3.100.000 menjadi worth it dengan harga Rp.4.500.000 donk saudara-saudara.

Tidak cuma itu saja, pihak hotel care banget yah sama printilan anak bayi. Kami mintanya hanya baby crib, tapi pihak hotel juga menyediakan essential bayi seperti perlengkapan mandi (sabun shampo) dan perlengkapan setelah mandi (popok, tissue basah dsb). Kebetulan sekali saat itu saya memang lupa untuk membawakan perlengkapan mandi untuk mereka (*wink)

Prosedur Covid

Untuk dari lobby hingga pintu masuk, prosedur covidnya standard yah dengan pengukuran suhu tubuh dan juga membersihkan tangan dengan hand santizer. Namun untuk kamarnya mereka sudah bekerja sama dengan pihak ke-tiga untuk mengontrol sterilizasi ruangan yah. Ruangan dibersihkan dengan disinfektant 4 jam sebelum waktu check in. Selain itu ada tambahan sinar UV untuk memastikan sekali lagi tidak ada bakteri/virus yang tertinggal. 
 
Ketika PSBB transisi dijalankan, banyak area public yang dibuka seperti kolam renang (by reservation) dan lobby. Namun semenjak PSBB diaktifkan kembali, seluruh area public di tutup kecuali GYM (by reservation). Padahal waktu kami membeli kamar ini, sudah terbayang loh berenang di kolam renangnya dengan metode reservation tadi (*poor us)
 
Check In/ Check Out

Proses check-in sangat mudah yah, dan private banget rasanya. Apakah memang demikian atau karena pada saat masuk lobby hanya saya saja tamu yang sedang check in. Bell boy-nya siap sedia, saat kami turun dari mobil bell-boy sudah siap untuk membuka bagasi dan menurunkan barang. Setelah masuk lobby saya disapa dengan staff lainnya yang menanyakan booking saya. Setelah saya menyebutkan booking a.n suami saya, selanjutnya staff tersebut mendampingi saya ke meja check-in dan terus menyapa saya dan anak-anak dengan nama suami saya tersebut. Kurang dari 10 menit kami pun sudah bisa menuju kamar. 
 
Proses check-out pun sangat mudah. Bell-boy cepat datang untuk mengambil barang. Barang kita dipastikan berada dengan aman dibagasi mobil. Satu hal yang membuat saya merasa private lagi adalah bellboy tidak langsung meninggalkan kami setelah barang dan kami semua masuk kedalam mobil. Bell-boy memastikan mobil kami berjalan pergi barulah bell-boy tersebut juga berbalik kembali ke lobby.  

Kamar

Masuk kamar eh ku langsung kelepek-kelepek. Udah kamarnya free upgrade, eh didalamnya udah ada tulisan "Happy Anniversary" di jendela kamar plus cokelat dan kue enyak-enyak di meja. Tidak lupa loh dikasi kartu ucapan. Ini hotelnya lebih romantis dari suami saya rasanya kalau nyiapin gini-ginian. Belum selesai sampai disitu, tempat tidur dan bathup kami juga dipermanis dengan taburan bunga love (aihhh manisnya nih hotel). Buat bapak-bapak yang mau kasi surprise buat istrinya, ok banget nih buat kesini, udah terima jadilah hasilnya entar malam (*ups blog edisi anniversary).
Kamarnya nyaman banget yah. Layout ruangan seperti apartement dengan 1 kamar sehingga terasa private antara kamar dan ruang kerjanya. Diarea tempat tidur maupun living room, masing-masing memiliki jendela besar yang langsung menyuguhkan kita pemandangan kota Jakarta. Kebetulan view yang kami lihat adalah view sunset. Meskipun jendelanya besar dan menghadap ke jalan utama tapi kedap suara loh. Mau hujan mau ada yang trek-trekan di jalan tol pun suaranya hening aja gitu didalam kamar. 
 
Oh iya baby crib tidak membuat kamar ini mejadi terkesan lebih sempit yah, nambah extra bed satu aja tetap terasa luas banget. Jadilah ukuran kamar dan layout kamarnya pas banget buat anak-anak untuk menghabiskan tenaga meraka berlarian kesana kemari. Biar kalau malam anaknya bisa tidur nyenyak, mama papanya yang baru mau liburan hahahahha. 

Tidak hanya kamar tidurnya, kamar mandi pun sangat luas. Layoutnya yang tanpa sekat dengan walking toilet menambah kesan luas untuk kamar mandinya. Ukuran bathup pun ok banget untuk tiga anak main bersama. Kalau saya lagi rajin beliin bath boom biar mereka tetap terhibur dengan mandi di bathup ini. Kasian banget karena seharusnya mereka bisa berenang dikolam, apa daya psbb diperkatat lagi jadinya no kolam-kolam renang.
 
 

Restoran, Kolam Renang, Kids Club
 

Ahhhhhhhhh saya ngak bisa cobain semua ini karena psbb yang kembali diperketat. Padahal hotel ini bener-bener salah satu hotel bucket list kami. Cuma bisa kasi info kalau mereka menyediakan dine in sarapan dan makan malam selama psbb diperketat. Mungkin kalau psbb tidak diperketat, kami bisa turun kebawah untuk sarapan dengan prosedur covid tentunya.

Kemudian untuk kolam renang, ada maksimal orang yang bisa menggunakan kolam renang dalam kurun waktu tertentu. Selain itu kita harus melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum menggunakan agar jumlah orangnya tetap dapat dikontrol yah (ini informasi ketika psbb transisi yah)

Nah kalau untuk kids clubnya memang belum buka selama psbb ini. Yah padahal kids clubnya bagus banget loh. Dari gambar aja pun sudah tertarik dan pengen main bersama rasanya.
 
Demikianlah cerita staycation versi liburan kami. Tiap bulan kedepanlah ini ada cerita tentang staycation, karena sampai sekarang ini salah satu jalan tengah liburan yang menyenangkan bagi anak yang paling aman menurut kami. Lagian mumpung harganya lagi sales semua, ini saatnya nyobain hotel berbintang dengan harga miring shay.
 
See yaa 






Kamis, 10 September 2020

Tracking ke Curug Cibeureum

Setelah sebulan lebih PSBB transisi, Senin depan PSBB mau diperketat lagi. Bisa jadi mobilitas antar kota akan sulit kembali. Jauh sebelumnya kami sudah merencanakan perjalanan ini sih, pas banget hari Jumat terakhir PSBB transisi kami merencanakan untuk ke Cibodas. Kali ini mau mencoba tracking 2.8km menuju Curug Cibeureum. Jalur yang kami lewati juga jalur yang biasanya dilewati para pendaki menuju Gunung Gede, tapi jaraknya beda jauh cin masih +/- 9 km lagi dari pengkolan terakhir jalur ini bertemu :p.

Beda dengan trip terakhir ke Sentul yang jaraknya dari tengah kota hanya memakan waktu 1 jam, kali ini perjalanan kami ditempuh dalam 2 jam. Akhirnya sekitar pukul 9 pagi kami pun tiba diparkiran Taman Nasional Gunugn Gede Pangrango. Tiket masuk dengan retribusi legal adalah sebesar 8.000 idr/ mobil. Setelah sampai di dalam, biaya parkirnya yang ilegal nambah lagi 10.000 idr/ mobil. Dari parkiran, kami perlu berjalan lagi +/- 500 meter menuju loket penjualan tiket. Harga tiketnya 19.000 idr/ orang. 



Dari loket ini-lah perjalanan 2.8km menuju curug dimulai. Selama 2 km pertama, perjalananterus menanjak. Berbeda dengan jalur lain yang saya pernah gunakan untuk mendaki Gunung Gede, jalur ini benar-benar sudah jalur wisata. Kami tidak lagi mendaki tanah liat dan bebatuan alami gunung, justru kami melewati bebatuan gunung yang telah disusun berbentuk tangga sejauh 2 km. Setelah perjalanan +/- 1.5km kami akhirnya sampai di pos 2. Tepat di depan pos 2 kita bisa melihat telaga yang pemandangannya misterius indah gitu yah. Telaga ini disebutnya Telaga Biru, namun tergantung tumbuhan yang sedang tumbuh didalam telaga maka warna telaga pun kadang akan berubah menjadi warna hijau. Tentu saja kami mampir untuk menikmati pemandangan telaga sambil beristirahat sejenak.


Setelah puas mengambil gambar pemandangan, kami pun melanjutkan perjalanan kami kembali menyusuri tangga bebatuan. Gw pikir tangga bebatuan ini akan terus menanjak hingga ke air terjun. Alhamdulillah banget track tangga ini berakhir di 20 HM atau sekitar 2 km.  

Perjalanan berikutnya enak banget, selain jalannya mendatar bentukan jalannya pun jembatan beton yah. Jadi berakhirlah refleksi 2 km terakhir ini. Itu jalannya bagus rapi tapi batunya benar-benar menusuk telapak kaki sih guys. Di 800 meter perjalanan terakhir sudah enak bangetlah jalannya, hingga akhirnya kami pun tiba di Curug Cibeureum. Kami tiba sekitar pukul 10 WIB lewat setelah perjalanan sekitar 70 menit. Bagi yang terbiasa naiak gunung katanya track ini bisa ditempuh selama 50 menit, kemudian jika kita ingin mengajak anak atau keluarga yang lebih seniur untuk ikutan biasa akan menghabiskan waktu sekitar 120 menit perjalanan.

 

Disini ada 3 curug, curug pertama dan kedua bisa langsung terlihat ketika kita masuk, sedangkan curug ketiga perlu effor untuk melewati bebatuan yang lain. Sayangnya jalur ini harus melewati jalan yang cukup terjal dengan bebatuan berlumur, takut jatuh gak jelas kami pun mengurungkan niat kami untuk melihat curug ketiga.

Air terjunnya ini tinggi banget sih dan angin pun berhembus cukup kencang, jadi meskipun kita duduk agak jauh dari air terjun tetap saja kita akan kena sisaan air yang terbawa angin. Satu yang kami sayangkan adalah ternyata dibawah air terjun itu bentukannya bukan kolam tapi hanya pod air dengan kedalaman setengah betis dan itupun berpasir. Menimbang-nimbang untuk main air dibawah air terjun yang super dingin atau duduk manis aja menikmati pemandangan dengan pop mie yang wajib banget untuk dimakan yah teman-teman. 


Akhirnya kami memutuskan untuk memesan 2 cup pop mie dan memilih untuk duduk menghadap air terjun. Ngobrol santai sambil menikmati pemandangan benar-benar lebih dari cukup untuk liburan kali ini (jauh amat mau ngobrolnya mbak mas??? hahahaha). Setelah pukul 12.00 cuaca disini tetap dingin yah teman-teman, disepanjang perjalanan pun tetap dingin. Kita benar-benar jalan diantara pepohonan hutan. Kemudian diperjalan pulang outfit orang yang naik pagi dan naik sore beda loh teman-teman. Kalau yang naik pagi mostly pakai baju olah raga dan sepatu yang proper untuk naik gunung pada umumnya. Tapi yang naik gunung setelah siang lebih banyak yang tampilannya mau kemall dengan parfume yang semerbak loh. Dahysat sekali saya melihat alas kaki mall yang mereka gunakan sambil melirik kelingking kaki saya yang sudah diplester kiri kanan. 

Sepulangnya, kami mampir dulu direstoran Bumi Aki namanya (buminini.co.id ). Restoran ini lumayan ramai sih tapi prosedur covidnya lumayanlah. Setiap meja dibersihkan dengan disinfektant setiap kali pergantian customer. Selain itu pegawainya juga menggunakan seragam covid kit yang proper. Layout rumah makan yang semi terbuka juga mengurangi pertukaran udara yang beresiko selama makan didalam rumah makan tersebut yah. 

Setelah selesai makan, kami langsung siap-siap untuk menuju pulang. Pergi 2jam, ternyata pulang 3 jam. Jadilah kami keluar rumah jam 6 pagi dan kembali lagi kerumah jam 6 sore, inilah 12 jam perjalanan weekend kami yang dihabiskan sebelum PSBB kembali. Semoga pengalaman covid ini berakhir dengan kita semua sehat-sehat saja yah, jadi bisa jalan jauh-jauh lagi nih :D.

Dari kaki yang luka dan hati yang bahagia *wink
Dari kaki yang luka dan hati yang bahagia *wink
 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver