Minggu, 19 Juni 2022

Liburan dengan anak ke Belitung: Hari ke- 2

Hari ini rencananya adalah menikmati resort sampai puas!! Liburan kali ini sengaja kami tukar dengan lebih banyak di Sheraton Resort Belitung. Seperti tujuan dihari pertama yaitu ada check list yang belum sempat kami lakukan, alasan untuk menginap di sini pun karena kami sangat penasaran untuk menikmati kayak di pantai Sheraton yang selalu tenang ini. 

Beda dari hari biasanya, hari ini yang duluan bangun adalah anak-anak. Mereka sudah siap banget untuk berenang di kolam renang, lanjut pantai, lanjut bath tub. Kalau bisa di air sepanjang hari, nah itu pasti jadi pilihan mereka. Sebelum semua rencana mereka dimulai, sarapan dulu kita direstoran. Sarapannya juga cukup berbeda dari kunjungan pertama kami. Sebelumnya semua menu sarapan harus dipesan satu persatu sebelum disajikan oleh waiters, kali ini kami sudah boleh menikmati menu sarapan buffetnya. Dan ternyata lebih suka menu sarapan saat pandemic ;). Menu buffetnya tidak terlalu banyak, rasanya pun biasa saja malah tidak jauh beda dengan menu restoran bintang 3 di Jakarta. Mungkin juga karena jumlah tamu yang masih 30% dari kapasitas maksimal resort. 

Setelah sarapan lanjut, menikmati area kolam renang. Kolam renangnya ok banget buat anak kecil dan dewasa. Kolam renang dewasanya puanjang banget dengan tinggi 130cm saja. Jadi aman buat dewasa yang ingin berendam saja maupun dewasa yang ingin olah raga bolak balik macam saya (buat bekal ruangan untuk anther seafood). Untuk kolam anaknya juga luas dan ternyata lantainya miring sehingga anak kecil hingga anak yang lebih besar bisa sama-sama menikmati kolam. Tapi tenang saja, ketinggian kolam yang paling maksimal pun hanya sebatas dada anak umur 3 tahun. 

Kelar di kolam renang, lanjut lagi main dipantai lengkap dengan peralatan main pantai yang sudah mereka bawa dari Jakarta. Main sampai puas karena hari ini tidak ada batasan waktu untuk bermain. Main sepuasnya! Saya pikir mereka akan menyerah dengan sendirinya, teryata tidak saudara-saudara. Aktifitas berenang dikolam terus kepantai kemudian repeat ini tidak pernah berhenti hingga saya menawarkan untuk melanjutkan di bath tub mengingat matahari sudah sangat terik. Fyi, kolam renangnya langsung pemandangan pantai sehingga anak-anak mudah untuk berpindah-pindah.

Akhirnya setelah berendam air hangat dibath tub disiang hari bolong, mereka pun menyerah dengan laparnya. Kegiatan air ini akhirnya pun berakhir dan kami siap untuk keluar makan siang. Saya ingin makan seafood lagi di Restoran Dedaunan yang jaraknya 15 menit dari resort kami. 


Restoran Dedaunan

Restoran ini masih lenggang seperti saat kami kesini saat pandemic. Lokasinyanya yang sebagian besar outdoor sangat menarik untuk anak-anak bisa berjalan dan berlarian kesana kemarin. Mereka pun sangat senang dengan ayunan di pinggir pantai. Sembari menunggu makanan, mereka pun terus minta diayun setinggi-tingginya. Kalau saya rasanya sudah mau tiduran saja di kursi santai yang menghadap ke pantai ini. 

Menu yang kami pesan masih sama persis ketika pertama kali datang yaitu kepiting saos padang, cumi goreng tepung, kangkung tumis dan tambahan dua nasi goreng seafood buat anak-anak. Sayang sungguh sayang, meskipun rasanya masih sama tapi efek bulan purnama bikin kepiting tidak keluar makan dimalam hari. Jadilah daging kepiting saya kopong deh, padahal makan seafood terutama kepiting dengan harga murah itu cuma bisa di Belitung. Satu porsi kecil (3 ekor kepiting) harga 100k sedangkan porsi besar (5 ekor kepiting) harga 200k. Untuk menu lainnya 75k/porsi. Total makan disini untuk ber-empat tetap saja kurang dari 300k.



Kayak di Sheraton Belitung

Setelah tidur siang dan menunggu hujan reda, akhirnya pas banget jam 16.30 kami bisa menuju pantai untuk bermain kayak. Main kayak ini harganya variatif dengan bentuk kapal yang juga berbeda-beda. Semua hotel yang dekat pantai menawarkan kegiatan serupa, namun dengan harga yang berbeda-beda. 
Untuk sheraton sendiri harganya 400k/ double kayak dan 300k untuk single kayak. Pricey? Yeah paling mahal dari harga hotel apalagi harga kayak yang bisa kamu sewa 100k/double kayak di Pantai Laskar Pelangin (Tanjung Tinggi)

Tapi tetap mau di Sheraton Belitung karena pantainya yang lebih tenang dari pantai yang lain sehingga kayak bersama anak lebih tenang bagi si anak. Kayak disini juga cocok untuk menikmati sunset karena air lautnya belum terlalu pasang. Kami pun berhasil menikmati sunset diatas kayak dengan langit yang bersih tidak terlalu berawan. 


Setelah puas dengan kayak, anak-anak tetap belum mau beranjak dari pantai. Mereka benar-benar menunggu hingga pantai gelap gulita. Tapi bagaimana mau gelap? staff dari hotelnya penuh inisiatif tinggi, kami malah disediakan dua lampu minyak di pinggir kain piknik. Jadilah piknik dipantai ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan hingga malam tiba di Sheraton Belitung

Family Dinner di Sheraton Belitung 

Sheraton Restauran buka hingga malam menyesuaikan dengan last guest di Restauran saja, namun untuk makanannya last order di jam 19.30. Berhubung kami baru nyampai dikamar sekitar pukul 19.00, jadinya kami memesan makan malam dari kamar terlebih dahulu untuk nantinya disajikan ketika kami tiba di restauran. 

Setelah kami tiba, tidak lama kemudian makanan kami pun disajikan. Selama di Belitung ini, anak-anak selalu makan dengan lahap. Untuk menu yang disajikan oleh pihak hotel kali ini, itu juga approved by mami. Pizza buat anak-anak selain ukurannya yang besar juga rasanya beneran enak, begitu juga dengan steak ayamnya yang pas dimulut. Sayangnya yang disajikan adalah bagian dada, sedangkan saya lebih prefer bagian paha sebenarnya, karena dagingnya lebih lembut. Untuk makanan traditionalnya juga tidak kalah enak, nasi putih dengan buntut sapi daging lembut serta kuahnya yang terasa banget kaldu sapinya bikin kita makannya habis sampai ke kuah-kuah sopnya.



Kelar makanan, anak pun boleh bermain masih diruangan yang sama karena kids clubnya lagi dipindahkan kesalahsatu bagian yang dekat dengan restauran. Enak juga yah karena mami papinay jadi bisa ngobrol sambil menikmati malam dengan tenang. 

Besok lanjut untuk menikmati laut dan hopping island.


 




Sabtu, 18 Juni 2022

Liburan dengan anak ke Belitung: Hari ke - 1

Liburan ulang tahun sekaligus dalam rangka pindah kantor suami, kami memutuskan untuk kembali ke Belitung. Kenapa kembali lagi ke Belitung? Tidak ke pulau lain saja? Selain transportasinya yang mudah hanya perjalanan udara selama 50 menit, perjalanan daratnya pun yang lancar dan mulus serta hanya memakan waktu 15-30 menit saja dari satu destinasi ke destinasi yang lain tentunya ini sangat child friendly. Selain itu, tipe pantainya yang berpasir halus dan tidak berombak membuat anak-anak pasti betah berlama-lama menikmati pantai. Jadi trip kali ini, kami ingin memberikan pengalaman pertama keanak-anak tentang kegiatan dilaut yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan.

Pagi ini, kami seperti biasa memilih pesawat paling pertama dari Jakarta ke Belitung agar bisa tiba pukul 07.30 di Belitung. Tadinya saya pikir kalau anak-anak tidak perlu dibangunkan, angkut saja langsung digendong keatas taksi, tapi ternyata mereka bangun dan siap sekali untuk petualangan hari ini. Mereka bahkan tidak tidur sepanjang perjalanan darat dan udara hingga akhirnya kami tiba dengan selama di Belitung. Sesampainya kami di bandara, pihak yang menyewakan mobil hanya memberitahukan posisi parkir mobilnya. Ternyata mobil tidak dalam keada terkunci, kita cukup buka mobil dan mengambil kunci di salah satu penyimpanan dalam mobil dan voila mobil ini resmi akan menemani kami hingga empat hari kedepan. Ini salah satu gambaran, betapa amannya yah Belitung hehehe.

Sebelum memulai perjalanan hari ini, tentu saja harus didukung oleh kopi lokal. Sudah rindu rasanya dengan kopi lokal Belitung. Kami mampir ke Satam Square untuk membeli kopi Tong Tjie yang ikonik banget yah kemasan take awaynya. Plastik minuman jajan sekolahan sodara-sodara. Mau beli dengan merek apapun, selama itu kopi lokal maka kemasannya pasti seperti ini. Lumayan banget nih, bocah akhirnya bisa tertidur sebentar membiarkan emmak bapaknya recharge dulu setelah tidur hanya naptime saja.


Danau Kaolin

Tujuan pertama kami adalah ke danau kaolin. Ini wajib banget untuk dikujungi pertama kali karena saat pertama kali ke Belitung, lokasi ini satu-satunya bucket list yang tidak ter-checklist. Ternyata lokasinya dekat banget dari kota, posisinya pun pinggir jalan saja. Tidak ada usaha lebih untuk masuk melewati gerbang wisata tertentu apalagi membayar retribusi. Cukup mampir, parkir dan berfoto. Namun danau ini nampaknya masih aktif digunakan untuk penambangan dengan terlihat masih ada dua excavator yang bekerja di dalam area. Kita hanya bisa berfoto dari pinggir luar danau, tidak diperkenankan untuk turun lebih jauh mendekat ke bibir danau.

Masih di lokasi yang sama, terdapat juga pasir yang ditumpuk menjulang tinggi namun memiliki corak tersendiri. Nampaknya itu adalah pasir galian dari danau kaolin yang ditumpuk di area tersebut. Meskipun bentuknya menarik, namun struktur pasirnya tidak padat. Sebaiknya jangan coba berjalan lebih jauh keatasnya karena bisa longsor kapan saja.


  

Rumah Adat Belitung

Berikutnya kami mengunjungi rumah adat Belitung, lokasinya bersebelahan dengan kantor Walikota Belitung. Bagi yang ingin mengunjungi rumah adat Belitung ini tidak perlu sungkan untuk masuk dari gerbang kantor Walikota dan parkir di dalam yah. Rumah adat ini selalu terbuka untuk dikunjungi oleh wisatawan. Tidak ada retribusi yang perlu dikeluarkan ketika mengunjungi rumah ini, tidak ada tour guide atau semacamnya. Langsung masuk saja, berkeliling dan berfoto-foto.

Rumah ini replikasi dari rumah ada Belitung aslinya. Terdiri dari teras, ruang utama dan dapur dibagian rumah lainnya. Dibagian ruang utama kita bisa melihat patung yang mengenakan pakaian adat khas pengantin Belitung lengkap dengan hiasan pengantin dan kamar pengantinnya. Di depan patung juga sudah berderet seserahan dan perlatan yang biasanya digunakan dalam proses pernikahan dengan adat Belitung. Selanjutnya di bagian dinding banyak dipajang foto-foto Belitung pada jaman dahulu saat penjajahan Belanda.


Selanjutnya di area belakang rumah, terdapat banyak pajangan yang terkait dengan peralatan pengolahan padi hingga menjadi beras dan juga perlengkapan dapur lainnya yang banyak digunakan oleh orang asli Belitung. Tidak begitu banyak yang bisa dilakukan disini, ketika kami telah selesai berkeliling dan berfoto, maka kini saatnya untuk ketujuan utama lainnya di area Tanjung Pandang.


  
Rumah Makan Belitong - Timpo Duluk
Ini adalah bucket list terakhir kami disekitaran area Tanjung Pandan. Saat covid lagi tinggi-tingginya tahun lalu, rumah makan ini tutup total sehingga kami tidak bisa menikmati makanannya yang rasanya wajib untuk dicoba. 

Restoran ini menyajikan makanan khas Belitong dengan cara masak dan cara penyajian yang masih traditional. Menu-menu banyak yang di bungkus daun bahkan nasinya pun datang dengan bungkusan daun sehingga menambah kesan tersediri kali yah pada cita rasa masakannya. Harga makannnya di 27k - 30k/ porsinya. Bisa banyangkan betapa lapar mata rasanya ingin memesan semua menu yang ada. Jadinya kami memesan ikan bebulus goreng (wajib!), ikan bakar bungkus daun, cumi goreng tepung, cumi hitam, sayur kangkung dan dilengkapi dengan minuman jeruk kunci (wajib! minuman khas Belitung). Total tagihannya untuk makan ber-empat adalah 200k++. Ini jugalah salah satu alasan kembali ke Belitung. Makan seafoodnya segar dengan harga yang ramah dikantong.

Selain makanannya yang enak, area restoran juga di hiasi dengan ornamen lokal Belitung. Tidak ketinggalan deretan foto-foto Belitung jaman Belanda dan jaman berkuasanya Timah di tanah Belitung ini. Jika ingin berkunjung ke rumah makan di area Belitung itu, paling baik adalah makan siang. Restoran tidak pernah ramai ketika makan siang apalagi saat hari libur seperti ini. Orang-orang banyak yang memilih makan diluar ketika malam hari. Jadi jangan heran jika banyak restoran yang baru buka sekitar pukul 14.00 WIB


Setelah makan siang, rasanya sudah pas banget untuk menuju ke resort. Kami butuh waktu untuk bersantai sejenak sebelum menghabiskan waktu di area kolam renang dan pantai, anak-anak ini hanya memiliki satu tujuan nampaknya yaitu BERENANG!

Next -> Liburan dengan anak ke Belitung: Hari ke-2


 

 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver