Sabtu, 30 Januari 2021

Camping Santai Keluarga di Bumi Perkemahan Cibubur

 Camping!!!

Ini adalah percobaan piknik kami yang kedua, namun kali ini lokasi berbeda dan saya sudah lebih siap dari sisi perlengkapan, permainan dan makanan. Kali ini berdasarkan rekomendasi tempat piknik paling favorit temen saya, kami sekeluarga memutuskan untuk berangkat ke Bumi Perkemahan Cibubur. Perjalanan yang kami perlukan lebih singkat dari piknik sebelumnya, cukup 30 menit dari pusat Jakarta, kami pun telah tiba di Buperta Cibubur.

Berangkat pukul 08.30 dan tiba pada pukul 09.00 pagi. Cuaca hari ini galau-galau hujan gimana gitu yah. Sepanjang perjalanan kami hanya ditemani oleh awan mendung, namun begitu mampir beli makan di MCd sebelum pintu masuk Buperta Cibubur, tiba-tiba kami disambut dengan hujan yang sangat deras namun hanya berlangsung kurang dari 5 menit. Kata si kakak,"kita tidak perlu khawatir mami kalau hujan, kan kita punya tenda". Iya donk seperti yang saya bilang sebelumnya, kali ini perlengkapan piknik saya lebih lengkap. Tidak hanya bermodalkan selimut merah untuk jadi alas seperti pada piknik sebelumnya, kali ini kami punya tenda kapasitas 2 dewasa dan 2 anak, kursi santai untuk duduk diluar tenda, cooler box untuk menjaga buah dan minuman tetap dingin, dua botol besar 1.5liter untuk air minum dan tentu saja beli makanan di MCd dan jiwa toast (*wink). 

Kami selalu lebih memilih piknik pada pagi hari karena lebih mudah, anak-anak sudah sarapan sebelum berangkat. Jadi selama piknik kami tidak perlu mengkonsumsi makanan berat. Kemudian kami akan pulang kerumah untuk makan siang. Anak-anak masih memiliki jam tidur siang yang teratur sehingga agak susah untuk melakukan kegiatas dari siang ke sore harinya. 

Setelah tiba di pintu gerbang Buperta Cibubur, kami perlu membayar biaya masuk.

Dewasa: idr 10.000/ orang; Anak; Gratis

Mobil: idr 15.000/kendaraan

Selanjutnya kami hanya perlu mencari tempat yang sepi, dipojokan yang minimal bertemu dengan orang (mau apa hayooo? ;P ). Lokasi Buperta Cibubur ini luas banget yah, dari pintu masuk, disebelah kiri kita bisa melihat banyak orang yang lagi joging dilapangan yang berundak-undak, sebelah kanan di isi dengan deretan kantor pengelola. Untuk mendapatkan lokasi berkemah, kami tetap berkendara lurus kedepan kearah perkemahan yang biasanya diperuntukan untuk Jambore Nasional. Setelah bertemu lapangan yang luas tanpa sekat got/aliran air, kami pun mulai melipir. Mobil boleh banget loh parkir dimana saja di area perkemahan ini. Ini yang membuat saya tertarik karena kita tidak perlu berjalan jauh dari parkiran mobil ke area piknik. Cukup buka bagasi mobil dan voila bangun tenda deh disebelahnya. 

Kami milih lokasi yang masih dipinggir jalan aspal agar ada pilihan permainan buat kakak dan adek. Kakak dapat diawasi dengan mudah ketika bermain sepeda diaspal sedangkan adek dan papi juga dapat bermain kejar-kejaran bola di area yang berumput. 

Tenda yang saya gunakan recomended banget loh untuk camping santai-santai seperti kami ini. Tidak perlu bongkar dan lipat tenda kemudian pasang satu persatu tongkat penyambung tenda, pasang pasak dan sebagainya. Cukup dibukan dan dihentakkan, tendanya langsung jadi. Liat linknya di youtube ini biar lebih jelas Review Tenda Speed. Kursi santai kami pun gampang dibuka dan dilipat sehingga campingnya tidak rempes yah sambil membawa anak-anak gini.

Selain kami, terdapat 3 keluarga lainnya yang juga sedang piknik ditempat yang sama, tidak perlu khawatir karena jarak kami bisa 300 meter per tenda-nya hahahaah. Ini ok banget sih buat suasana covid seperti sekarang ini. Pengunjungnya sih boleh yah berjauh-jauhan tapi penjual mainan dan jajanan tetap selalu mendekat Ada seorang bapak yang bisa nongkrong banget loh didekat kita. Saya akhirnya membeli tembakan balon untuk anak saya, setelah risih dengan bapak penjual yang nongkrong dekat kami sambil batuk-batuk. Entahlah emang batuk apa usaha yang tepat bikin kami membeli karena risih ada orang batuk didekat kami. Hari gini ada yang batuk berat itu rasanya udah gimana yah. Tapi bagus jugalah, kali ini saya memang sengaja membawa air sabun dan perlengkapan bubble lainnya. Jadi permainan ini bisa melengkapi permainan bubble anak-anak

Seperti yang saya cerita kan sebelumnya kalau hari ini cuaca lagi galau-galau hujan. Yah kami sempat harus masuk tenda beberapa kali karena gerimis, dan beneran berempat didalam tenda sampai tendanya harus ditutup sebelah karena hujan yang cukup deras. Nampaknya semua kejadian ini bikin khayalan kakak tentang camping terwujud degh. Kakak nyanyi "rain rain go away come again another day". Katanya seperti di film yang biasanya dia tonton. 


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, dan semuanya berat untuk pulang. Papi sudah enak tidur didalam tenda dengan semilir angin yang dingin dan sejuk. Kakak masih seru ingin bermain-main, adek yang akhir akur dengan kakak juga masih ingin berlari-larian kesana kemari. Mami yang akhirnya bisa santai diem-diem setelah kedua anaknya akur. Waktu ini terlalu sempurna untuk akhirnya kami harus pulang. Yup, tentu saja kami harus pulang karena piknik ini tidak dilengkapi dengan makan siang yah sodara-sodara hahhaha. 

Oh iya satu lagi, di buperta ini agak susah menemukan WC, sehingga kurang nyaman untuk tinggal terlalu lama. Setiap ada yang mau buang hajat, kami harus naik mobil ke pintu gerbang karena WC umum yang buka cuma ada disana. Itu pun gelap dan kurang bersih apalagi untuk suasan covid seperti ini yah, serem-serem aja gitu rasanya. Kata temen saya yang sering kesini, dia dan keluarga memilih lokasi camping yang dekat dengan Mesjid/ Mushollah. Disana ada beberapa WC yang kondisinya lebih nyaman. Sebenarnya sih ada banyak yah titik-titik WC namun digembok semua, nampaknya akan dibuka jika Jambore atau jika kita memesan paket perkemahan dengan pengelola. Yup kamu bisa sewa tenda, baik itu perorangan maupun dalam jumlah banyak untuk rombongan. 

Demikianlah camping kami yang seru kali ini, semoga bisa jadi alternative wisata dengan keluarga yang sesuai protokol Covid -19. Bhay!



Sabtu, 16 Januari 2021

Makan makanan enak di Lampung

Makan apa kita dilampung?

Sejujurnya makanan enak yang akan saya bahas berikutnya sangat bukan makanan khas Lampung. Setelah tiga kali berkunjung ke sini, temen saya selalu mengajak makan ditempat ini berulang-ulang dengan tambahan sedikit variasi tempat makan baru saja. Dan tempat makan barunya pun sekali lagi bukan khas Lampung hahahahah.

Jadi mari kita bahas tempat makan enak di Lampung saja yah judulnya kalau begitu *wink.

1. Pepes Ayam PU Nasi Timbel - Nana R

Jadi Pepes PU ini sebelumnya berlokasi di dekat kantor PU (Pekerjaan Umum) kota Lampung. Ternyata yang punya adalah pegawai PU. Setelah beliau pensiun, maka tempat makannya pun pindah sekarang gabung dengan rumah si bapak. 

Jl. Gatot Subroto No.130, Sukaraja, Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Lampung 35226 (hasil cari digoogle).

Disini banyak jenis lauk yang dibuat pepes (ayam, ikan patin, ikan kembung, cumi, udang, dsb). Pepesnya enak banget sih bener-bener enak. Bumbunya meresap dan wangi kemangi banget. Didalam pepes pun sudah sekalian dengan sayurannya jadi sekali beli lauk pauknya lengkap tinggal tambah nasi deh. Enaknay sih makan dilokasi langsung yah karena bisa langsung nambah aja, tapi berhubung sekarang lagi covid, maka bungkus dan bawa pulang adalah jalan terbaik. Dan benar saja, sesampainya dihotel, sebungkus pepes untuk satu orang tentu tidak puas. Ini terngiang-ngiang menyesalnya hingga Jakarta. 



2. Bakmi Ayam Lampung

Bakmi ayam Lampung ini punya beberapa cabang yah, bakmi ayamnya tidak terlalu jauh berbeda dengan bakmi ayam pada umumnya. Rasanya enak, mienya banyak, bakso dan pangsitnya enak semua. Untuk jam sarapan saja, beberapa menu bisa jadi sudah habis loh, jadi jika ingin sarapan dengan bakmi ayam Lampung ini lebih baik datang sebelum pukul 08.00 a.m. 

Ada hal lucu ketika kami memesan disini. Ditanya mau mie yah kami minta mie bisa 1/2 porsi atau 1 porsi. Kemudian pelayan menanyakan kembali apakah kami mau bakso, pangsit goreng, pangsit rebus, bakso tahu. Satu porsi terdiri dari 5 pcs, jadi kalau bilang bakso saja berarti isinya bakso semua, jika bilang campur dua jenis atau campur semua intinya yang lebih banyak kombinasinya adalah bakso. Kemudian pelayan nanya lagi pakai ayam rebus?. Nah ini lah klimaksnya, kami tentu saja berpikir bakmi ayam macam apakah jika tidak ada ayamnya. Tentu saja dijawab iya donk. 

Setelah makanan datang, dibayangan kami adalah satu mangkok mie dengan isi bakso/pangsit/tahu rebus di dalam mangkok yang sama, dan tentu saja ayam dimangkok yang sama. Ternyata yang datang ke meja kami adalah satu mangkok isi mie + satu mangkok bakso/pangsit/tahu + satu piring dada/paha ayam satu potong utuh. Hahahhaha berakhirlah kami dengan nilai tagihan sebesar 500k ++ untuk sarapan bakmi *wink. Next time lebih baik pesan tambahannya porsi sharing aja yah guys biar pas diperut pas dikantong.

3. Pempek 

Entah mengapa saya selalu lebih suka makan empek-empek dari Lampung dibandingkan dengan pempek asli Palembang. Mungkin karena ada pilihan kecapnya yang tidak melulu pedas namun dapat ditambahkan dengan kecap bumbu manis yang telah mereka sediakan. Kali ini kami kembali diajak makan di Pempek, empek-empeknya selalu enak yah dan garing karena fresh dari wajan masaknya. Harga empek-empeknya pun tidak menguras isi kantong, tidak ada rasa bersalah yah pesan lagi dan lagi. 

Tapi kalau untuk bungkus bawa pulang kami mencoba jenis empek-empek lainnya. Ini empek-empek Nori namanya. Rasanya berbeda karena lebih gurih efek kombinasi keju yang digunakan. Empek-empek ini favorita anak banget sih mungkin karena lebih gurih dan cruncy yah ketika digoreng. Empek-empek Nori memang tipikal makan oleh-oleh yah. Mereka melayani pesanan maupun pengiram langsung kedaerah menggunakan ekspedisi. Jadi bagi yang penasaran juga bisa langsung pesan sekarang sih tanpa harus ke Lampung dulu.

Pempek 123

Jl. Jend. Sudirman No.35-37, Rw. Laut, Kec. Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung, Lampung 35213


Pempek Nori

Ikan Kakap No.46, Pesawahan, Kec. Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung (google)

4.  Bakso Son Haji Sony

Bakso ini sudah banyak cabangnya di Lampung bahkan di Jakarta yah. Tapi tetap lebih enak makan langsung ditempatnya. Ini sih benar-benar selalu makan disini bahkan bisa makan lebih dari sekali setiap mengunjungi kota Lampung. Harganya yang terjangkau dan rasa daging baksonya yang empuk dan bumbu pun menyerap sampai kedalam bakso rasanya. Selain mie bakso juga da menu lain seperti bakmi ayam, dan es doger. Bakso ini juga dapat dibungkus untuk bawa pulang sebagai oleh-oleh yah, mereka sudah punya kemasan khusus untuk naik pesawatnya. 

Kali ini sih makan baksonya dari dalam mobil saja. Orang yang keluar masuk kedalam rumah makan ini itu bener-bener ngak putus loh. Mau sarapan, brunch, makan siang, makan sore, makan malam, yang keluar masuk tuh kayak ngak ada jadwal makannya hahahahah.

Bakso Son Haji Sony

Jl. Wolter Monginsidi No.42 A, Durian Payung, Kec. Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35214 (google)


5. Bubur Ayam Van Danoe

Bubur ayam ini juga bukan khas Lampung yah bahkan di gerobaknya pun tertuliskan bubur ayam Bayuwangi. Tapi nampaknya ini bubur ayam yang wajib banget menjadi sarapan ketika di Lampung. Biasanya, siangan dikit pasti sudah habis. Kalau pun belum habis, yah antriannya panjang bahkan untuk dine in sistemnya duduk, makan, kelar, cabut. Untuk situasi covid kali ini sih agak kurang yakin untuk sarapan disini. Tapi eh pas lewat ternyata tidak terlalu banyak orang lagi antri bahkan beberapa kursi nampak kosong. Ternyata banyak orang yang berpikiran sama, kami pun memilih untuk makan di dalam mobil saja biar lebih aman. Semangkok harganya Rp.15.000 udah dengan ayam, hati dan ampela.

Bubur Ayam Van Danoe

Jl. Ahmad Yani No. 70A, Kota Bandar Lampung, Lampung.


6. Nasi Uduk dan Ayam Goreng Toha

Makanan terakhir yang sempat kami coba adalah nasi uduk. Yup makan nasi uduk betawi di kota Lampung. Yang enak tentu saja nasi uduknya yang gurih dan juga ayamnya dari ayam kampung. Pesan banyak dan kenyang kemudian bayar semuanya terasa biasa saja. Ternyata setelah saya mapping perorang harus bayar berapa, disinilah muncul hal yang membingungkan. Jadi kami makan bertujuh. Pesan nasi uduk 4 porsi. Datanglah nasi uduk ini 4 porsi, karena mau sharing jadi kami minta lagi 3 piring kosong. Walhasil harga nasi uduknya dihitung 7 porsi guys. 

Kemudian kami pesan tempe dan tahu masing-masing 1 porsi yang datang donk masing-masing 2 porsi alhasil bayar 4 porsi. Yang lebih dahsyat lagi adalah lalapan dan empingnya datang dalam porsi yang telah dihidangkan diatas piring. Kedua menu ini tidak kami pesan dengan sadar, cuma kan nampaknya normal yah makanan seperti disajikan dengan lalapan dan emping. You know guys itu bayar ternyata tanpa pemberitahuan sebelumnya kalau itu additional kan yak. Zonk banget sih ini liat billnya, jadilah banyak banget makanan yang harus dibagi rata padahal ngak pesen, tapi karena dihidangkan diatas piring jadi yah pasti ada ajalah yang nyomot. Yasudahlah yah udah kenyang :p.



Demikianlah cerita tentang kuliner Lampung, pernah sih coba makan pindang di rumah makan khas Lampung gitu, juga minum kopi Aceh + telur setengah matang yang dicampur langsung. Namun itu udah lama tripnya dan tidak terdokumentasi baik. Nanti kalau saya coba lagi, saya coba update ke blog yah.

Buat yang mau cari referensi pantai yang layak untuk di kunjungi di Lampung bisa klik link dibawah ini yah, Happy jalan-jalan ;)

Link: Pulau Balak

Link: Pulau Kelagian

Kamis, 14 Januari 2021

Pulau Kelagian - Lampung

Akhirnya Lampung lagi, akhirnya pantai indah lagi...

Ini kali pertama perjalanan jauh selama pandemi. Tujuan utamanya ke acara nikahan temen, tapi ngak mungkin banget ke Lampung tanpa mengunjungi salah satu wisatanya yah. Jadilah kali ini saya dan temen-teman memilih untuk mengunjungi Pulau Kelagian. Dari Bandar Lampung kami memerlukan waktu sekitar sejam perjalanan menuju ke pantai Ketapang. Setelah itu barulah kami mencari kapal yang disewakan disekitar pantai. Dari pantai Ketapang, kami sudah dapat melihat pulau Kelagian dengan sangat jelas. Untuk mencapai pulau Kelagian dibutuhkan waktu sekitar 15 menit lagi perjalanan dengan kapal. Dari pinggir pantai hingga ke pulau Kelagian, pemandangan indah pun selalu menemani kami.

Harga sewa kapal Rp. 600.000 sudah termasuk pelampung dan alat snorkling untuk 8 orang. Sebenarnya kapal ini kita sewa untuk berbagai kegiatan, selain mengantar pergi dan pulang, kapal juga bisa mengantarkan pengunjung ke spot snorkling terdekat, Namun mamak-mamak ini sudah lelah jika harus menghabiskan waktu ditengah laut, jadilah kami memilih untuk menghabiskan waktu setengah hari di pulau Kelagian. 

Di pulau Kelagian pun kita bisa melakukan banyak kegiatan seperti naik banana boat, donut dan juga berenang dipantai. Harganya cukup terjangkau yaitu Rp.30.000 s.d Rp.35.000 per orang. Bagi yang kurang senang untuk kegiatan beradrenalin seperti ini, juga tetap bisa berfoto-foto dan tiktokan dengan latar pemandangan yang indah bukan.

Bentukan perairan di pulau ini adalah pantai bertebing yah. Jadi dari pinggir pantai anak-anak masih dapat menikmati berenang di perairan dangkal. Namun tidak jauh dari bibir pantai, kurang lebih 10 meter saja, perairan langsung terasa dingin karena langsung ada jurang lautnya gitu. Jadi tolong orang tua selalu mengawasi anaknya baik yang berenang maupun yang ingin mencoba lompat dari pinggir dermaga. Orang dewasa yang tidak bisa berenang pun tetap berhati-hati yah, ada baiknya tetap menggunakan pelampung jika ingin berenang lebih jauh dari dermaga.

Pulau ini juga nampak instragamable banget yah, dilihat dari warna lautnya yang bergradasi, banyak dibangun ayunan pinggir laut, kapal-kapal wisatawan yang bersandar di pantai, akar-akar pohon tumbang yang dibiarkan memperindah pantainya, dan juga ada spot rumah kayu yang dibangun dipinggir pantai maupun ditengah-tengah air untuk kita gunakan bersantai maupun melompat ke air. Kakak sih seneng banget dibiarin melompat dari tempat ini. Tentu saja ada papi diatas yang berjaga dan mami dibawah yang siap menangkap ketika kakinya tidak sampai menginjak pasir pantai.

Setelah anak-anak lelah bermain di air, ini waktunya bilas. Dipulau ini sudah banyak wc umum yang dibangun seadanya. Namun berhubung ini tengah pulau, jadi air bilas yang kita gunakan tentu saja air payau. Lumayanlah buat bersihin pasir yang menempel dirambut dan juga agar badan tidak lengket rasanya setelah bermain air laut. Sesampainya dihotel masih bisa bilas lagi, kalau saya sih tidak perlu bilas lagi, udah glowinglah dari sananya hahahahahaah.

Disepanjang pantai ada saung-saung yang dapat kita gunakan untuk makan siang dan beristirahat. Senderan dikit sih langsung hilang ke alam mimpi. Cuaca hari ini benar-benar mendukung untuk bersantai dipantai. Oh iya ada baiknya kalau kita membawa makan siang dari luar pulau, jadi dipulaunya kita cukup memesan air kelapa muda maupun kopi/teh dari warung sekitar. Kalau saja saya jalan hanya dengan keluarga sendiri sih kayaknya saya akan lebih lama lagi di pulau ini, rugi rasanya jika setelah makan siang langsung pulang. Rasanya enak gitu bisa tidur siang dan bermalas-malasan sedikit disaung ini sebelum akhirnya pulang dan menyetir satu jam lagi ke arah kota. Tapi apa mau dikata, saya pun harus ikut rombongan untuk pulang setelah makan siang ini.

Pulau-pulau dan pantai di Lampung ini memang selalu membuat ketagihan untuk dikunjungi kembali. Semoga ada rejeki untuk datang sekeluarga lagi, kami ini menunjungi pulau Pahawang yang jaraknya sekitar 30 menit lagi dari Pulau Kelagian ini. Amin ya Allah semoga Corona-nya segera berakhir ;D.  

Baca juga cerita tentang perjalanan lain di Lampung yang bisa kalian coba yah.

 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver