Rabu, 23 Juni 2021

Desa Wisata Rammang-rammang, Maros


Setelah satu dekade mau kesini akhirnya beneran kesini. Ini ngak lebay yah, benar-benar satu dekade. Dari rencananya mau prewedding disini sampai akhirnya anak kedua berumur 2.5 tahun baru kesampaian ke sini. Padahal dari Makassar, hanya butuh waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam untuk mencapai dermaga 2 sebelum akhirnya naik perahu wisata untuk mencapai desa wisata Rammang-rammang.  

Desa Wisata Rammang-rammang menawarkan keindahan yang berbeda untuk sunrise dan sunsetnya. Bagi kamu si sunrise hunter, kamu akan disuguhkan pemandaangan golden sunrise dari balik gunung Karst yang tinggi menjulang ini. Namun bagi kamu si sunset hunter, kamu bisa banget menikmati langit yang berubah romantis disore hari, perjalanan balik ke dermaga ditemani kunang-kunang dan tentu saja kerla-kerlip bintang yang akan menemani mu sepanjang perjalanan pulang.

Kali ini kami memilih perjalanan sore hari. Kami berangkat dari Makassar sekitar pukul 14.30 dan tiba di dermaga 2 kurang lebih 45 menit setelahnya. Setibanya kami disana, segera kami menyelesaikan keperluan di wc dan membeli air mineral botol kecil untuk dibawa. Setelah semuanya selesai, kami pun naik ke perahu yang akan membawa kami selama 30 menit menyusuri sungai ke desa wisata Rammang-rammang. Di dermaga sudah banyak perahu berwarna-warni yang siap mengantarkan wisatawan. Tarif perahu pun sudah jelas dan legal, jadi tidak perlu bingung lagi dan takut merasa rugi jika salah menawar harga perahu. Di dermaga 2 juga ada penyewaan topi bagi kamu yang merasa membutuhkan topi untuk menghalau sinar matahari. Karena kami menaiki perahu pada pukul 4 sore, sinar mataharinya sudah pas banget. Kami bisa duduk santai diperahu tanpa merasakan terik matahari, justru ditemani angin yang bergerak sepoi-sepoi sepanjang perjalanan kami.

Perjalanan 30 menit yang tidak terasa sama sekali, anak-anak yang awalnya tegang menaiki perahu yang berjarak sangat dekat dengan air pun akhirnya mulai nampak menikmati. Tangan dan pelukan mereka mulai merenggang dan mulai berani untuk menengok ke kiri kanan sungai untuk melihat pemandangan. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang berbeda, dimulai dari dermaga dengan perahu berwarna-warni, perkampungan pinggir sungai dan jembatan yang masih digunakan pendudukan, ada cafe dan penginapan yang terletak tidak jauh dari dermaga 1, bebatuan kars yang kadang terlihat muncul ditengah-tengah sungai atau berdiri tegak disisi kanan kiri sungai seperti pintu masuk yang menyambut kami ke desa wisata Rammang-rammang. 

Sesampainya kami di desa Rammang-rammang ini, kami segera disuguhi bukit kars yang menjulang tinggi dihadapan kami seperti menjadi benteng yang mengelilingi desa ini. Perahu akan parkir di dermaga menunggu kita hingga pulang. Yes, perahu ini kita sewa untuk trip pulang pergi seharian sebenarnya. Jadi bagi kalian yang datang sebelum makan siang dan baru beranjak meninggalkan dermaga disore hari, why not?

Setiap sudut desa ini terlalu instagramable, bahkan foto dengan sapi pun rasanya lucu juga *wink. Kami mulai berjalan menyusuri persawahan yang hijau menuju ke arah bukit kars. Selanjutnya kami mencoba untuk menikmati pemandangan desa ini dari tempat yang lebih tinggi. Desanya tidak besar, sehingga semua spot kita dapat capai hanya dengan berjalan kaki. Setelah sedikit menyusuri jalanan menanjak dan tangga alami dari perbukitan kars, sampailah kami diarea bukit kars yang nampaknya sengaja telah dipangkas dan dibuat rata agar dapat ditempati beberapa warung lokal. Tidak ada makanan berat yang dijual disini, hanya indomie, kopi, teh dan beberapa cemilan yang dijajakan.


Bagi orang tua dan anak saya, rasanya lebih baik jika mereka menunggu saja diwarung ini selama kami melanjutkan perjalanan ke spot berikutnya. Selanjutnya kami ingin melihat Gua Berlian. Sekali lagi lokasinya sama sekali tidak jauh dari lokasi kedua kami. Kami mulai menuruni perbukita kars tadi dan kembali berjalan menyusuri sawah hingga akhirnya kami tiba di perbukita kars yang membentuk seperti benteng desa tadi. Ada jalan kecil yang kami lalui untuk tiba di bawah kaki bukit kars ini. Ternyata kami belum tiba, kami masih harus sedikit mendaki jalanan tanah liat yang lumayan licin ini. Gua Berlian ini sangat kecil dan sempit, pintu masuk ke dalam gua pun vertikal. Tidak kebawah seperti gua lainnya, namun keatas. Untungnya sudah disediakan tangga dari kayu serta tali yang bisa kami pegang menuju ke mulut gua. Hanya satu orang yang bisa masuk kedalam mulut gua. Sempit sekali guys, tapi tidak perlu khawatir karena di dalam gua sudah ada warga lokal yang siap membantu kita naik. Setelah melewati mulut gua yang sempit, kita langsung dikelilingi kegelapan 100% cuy. Gua ini buntu hanya seluas kamar tidur saja. Tidak terdapat jalan lain yang dapat ditempuh. Warna lokal pun membantu dengan menyinari sudut goa dengan senter dan menunjukkan kerlap kerlip di seluruh dinding gua. Kerlap kerlip inilah yang disebut berlian oleh warga lokal. Setelah berfoto dengan group kami pun beranjank turun kembali, bergantian dengan group lainnya yang ingin masuk. Bye-bye jeans putih! kamu tidak akan pernah sama lagi :(.

 

Setelah matahari mulai beranjak turun, kami pun memutuskan untuk kembali ke dermaga. Sepanjang perjalanan kami dapat menikmati sunset dengan langit yang berubah warna dari orange hingga ke pink. Setelah langit menjadi gelap, pemandangan pun berubah menjadi sungai dengan pohon yang dihiasi kerlap kerlip kunang-kunang. Kami pun duduk tenang mempercayakan arah perahu kepada nahkodanya karena sesungguhnya aliran sungai ini benar-benar gelap hanya di hiasi cahaya kunang-kunang. Mata bapaknya setajam silet nampaknya.

Demikianlah perjalan kami kali ini, next balik kesini lagi mungkin bisa mencoba menghabiskan malam di salah satu penginapan di dermaga 1 yang sempat kami lewati tadi. Sampai jumpa!

Selasa, 18 Mei 2021

Ada Hujan Salju di Trans Snow World Bintaro

Libur lebaran kali ini seperti libur sekolah buat anak-anak. Kami memilih untuk merayakan lebaran tahun di Jakarta lagi. Kedua kakak ipar saya yang akhirnya terbang ke Jakarta untuk merayakan lebaran bersama-sama. Nah ada satu sepupu anak-anak yang sudah dua tahun tidak main bareng dengan mereka, itulah mengapa liburan kali ini banyak di isi dengan mengujungi theme park. Salah satu theme park yang kami kunjungi hari ini adalah Trans Snow World Bintaro. 

Trans Snow World Bintaro ini lebih baru dari pendahulunya di Bekasi, secara ukuran pun lebih besar. Kalau dari tempat tinggal kami juga lebih dekat sih, jadilah kami memilih untuk mencoba yang di Bintaro saja. Untuk tiket masuknya sendiri adalah Rp. 250.000/orang weekday dan Rp.300.000/orang weekend. Harga ini adalah harga yang berlaku untuk semua kalangan usia. Sebenarnya kami berkunjungnya weekeday, namun weekday setelah lebaran itu harga tiketnya terhitung Rp.300.000 juga. Jadilah suami saya iseng nelpon ke bagian sales/marketing dari Trans Snow World untuk menanyakan apakah ada paket untuk group. Di Jakarta, setiap theme park punya harga sendiri untuk group. Biasanya mereka tawarkan ke group visit sekolah/kantor yang suka ada cara gitu kan. 

Dan benar saja donk, sekarang lagi ada paket family untuk 8 orang. Dengan minimal 8 orang, kita hanya perlu bayar Rp.285.000/orang. Harga ini sudah termasuk 2 sledge anak dan 2 snow tube singlenya. Menang banyak deh. Kemarin sih saya hanya nambah 1 sledge untuk dewasa seharga Rp.40.000/pcs sudah untuk pemakaian sepuasnya. Dengan snow tube single pun sudah seru banget untuk dipakai berganti-gantian dan udah bs juga tandem dengan satu anak. Oh iya ada tambahannya lagi bisa main extra 1 jam dan waktu reguler yang hanya 3 jam.

Sledge Anak
Sledge Dewasa
Single Snow Tube
Sekarang lanjut ketika sudah sampai disana. Ketika sampai kita akan menentukan ukuran sepatu booth apa yang akan kita gunakan. Ukuran kakinya sudah di display dengan rapi sehingga mudah saja mengetahui ukuran alas kaki kita. Bagus juga nih karena yang disediakan hanya alasnya saja jadi less contact dengan tangan. Setelah tahu ukurannya, tinggal ke counter sepatu, nanti kita akan diberikan beberapa box plastik berisikan sepatu dengan ukuran masing-masing lengkap dengan kaos kakinya (asikkan bagi yang lupa bawa kaos kaki, gak perlu bayar nih). Sepatu yang kita gunakan pun tinggal dimasukkan kembali ke box plastik tersebut dan dikembalikan ke counter sepatu untuk dititipkan.

Diarea dalam/ area theme park ada kursi dan meja canteen yang telah disediakan sebenarnya. Jadi bagi yang ingin membawa masuk tas untuk baju ganti dan snacknya boleh saja. Tidak ada pemeriksaan dan larangan untuk membawa makanan dari luar. Namun bagi yang mau lebih ringkes dapat menyewa locker seharga Rp.50.000/koin. Sistemnya koin yah, jadi cuma boleh ditutup buka sekali saja. Lokernya cukup untuk barang bawaan keluarga. Kami ada 3 keluarga kecil nih yang datang, jadinya sewa 3 loker. Barang berharga (dompet/hp), handsanitiser dan masker cadangan cukup dimasukkan ke tas selempang kecil saja. 

Setelah semuanya siap sekarang kita masuk ke area theme parknya. Pintu masuknya ada kipas angin donk untuk mendorong udara dari dalam keluar apa gimana gak tau juga. Langsung kepikiran, apakah pakaian kita cukup tebal agar tidak kedinginan didalam. Ternyata seletelah melewati blower itu, udaranya tetap dingin tapi tidak sedingin tadi. Ada baiknya menggunakan baju yang beneran serius sih. Jaket yang memang untuk menghangatkan badan, celana yang lumayan tebal dan jangan lupa kaos tangan. Lebih baik kalau bukan yang bahan kaos atau rajut agar tidak menyerap air lebih cepat ketika lagi main.

Di dalam area theme park secara garis besar dibagi 3. Area meluncur dan bermain salju anak, area meluncur dengan lintasan, area meluncur bebas. Di area meluncur dengan lintasan ini kamu bisa meluncur dengan single tube maupun double tube. Sedangkan di area meluncur bebas kamu bisa menggunakannya untuk meluncur dengan sledge maupun bermain sky. Tapi jangan lupa usahanya mendaki dikit ke area atas sebelum akhirnya bisa meluncur. Untuk sky ada biaya tambahan Rp.100.000/session. Kamu bisa belajar menggunakannya terlebih dahulu, selanjutnya baru belajar meluncur dan seterusnya. Dengan kata lain harus datang lagi nih kesini *wink.

Selain yang meluncur-luncur, ada wahana lain juga yang bisa kami coba tanpa membayar tambahan dan bisa berulang-ulang aja. Kita bisa naik kereta gantung. Kereta gantungnya akan membawa kita menuju puncak seluncuran es dan berbelok kembali kearah bawah. Jadi untuk liat-liat pemandangan sambil bersantai-santai sejenak setelah lelah mendaki. Kalau ternyata duduk naik turun aja tidak mengobati lelah, kamu bisa coba istirahat diarea kantin. Lagi kedinginan kemudian melihat kepulan asap dari panci bakso dan ramen, belum lagi cokelat/kopi/teh hangat yang dibawa pengunjung lainnya. Rasanya susah untuk tidak memesan makanan dan minuman didalam area ini. Minuman berkisar Rp.15k s.d Rp.30k sedangkan makanan dimulai dari dari Rp.40k.

Sebelum kita mengakhiri perjalanan kali ini saya mau kasi info BEST DEAL!. Ini beneran best deal dan saya baru sadar diakhir kunjungan. Jadi selama diarea sana akan ada banyak fotografer yang siap untuk motret kamu dari masuk, sambil main atau bahkan kalau kamu hanya ingin difoto bersama-sama dengan kelompok kamu. MANFAATKAN MEREKA!. Jangan takut untuk difoto dan males-malesan toh nanti gak ada niat untuk beli hasilnya.

Ternyata kalau dihitung-hitung ulang, harga fotonya sangat lebih murah loh untuk harga group. Semua file foto kamu dengan background yang sudah ciamik plus hasil cetak 5R dan 8R sudah dapat kamu bawa pulang. Semuanya hanya dengan membayar Rp.xxx. Bayangin aja kalau selama didalam theme park kami benar-benar minta tolong ke staffnya untuk fotoin setiap kegiatas kami, tentu lebih banyak lagi soft copy file yang bisa kami dapatkan. Jadi bagi kamu yang datangnya beromobongan, tidak perlu gantian lagi nih foto-fotonya, semua bisa ada dalam satu frame yang sama.

Demikianlah perjalanan kali ini, sampai jumpa di cerita liburan lebaran lainnya. 

Stay safe, patuhi protokol.


 



Jumat, 14 Mei 2021

Review Hotel: Adventure Room Century Park Hotel

Finally dapat donk kamar Adventure Room ini setelah dua bulan menunggu. Yup kamar ini program baru dari Hotel Atlet Century. Pihak hotel menawarkan adventure room yang terdiri dari dua kamar premium dengan connecting door. Yang menarik adalah salah satu kamarnya di renov dengan tema piknik lengkap dengan mainan didalamnya. Harganya pun ok banget nih dengan Rp.1.500.000,- sudah dapat dua kamar mahalnya Atlet Century, aktifitas buat dua anak, sarapan dan makan malam buat dua anak didalam kamar, dan juga fasilitas sarapan didalam kamar. Worth for every penny I've spent.

Prosedur Covid

Dari lobby hingga pintu masuk, prosedur covidnya standard yah dengan pengukuran suhu tubuh dan juga membersihkan tangan dengan hand santizer. Selanjutnya antrian di area recepsionist juga diberi jarak. Untuk penggunaan lift dibatasi hanya 4 orang saja dan juga ada sistem antrian untuk masuk lift dijam sibuk seperti ketika check-in maupun ketika sarapan/berenang pagi.

Namun dijam-jam tidak sibuk sih bisa jadi sporadis aja pengunjungnya mau ngantri seperti apa dan kadang maksain buat gabung kedalam lift yang sama. Kalau ini bisa ditegur yah, ngak usah gk enakan yang berujung gondok sendiri :D
 
Check In/ Check Out
Seperti yang sudah sedikit dijelaskan sebelumnya bahwa ada antrian yang lumayan nih ketika check-in. Ternyata staycation jadi pilihan orang-orang Jakarta yang gak bisa mudik. Keadaan yang sama juga terjadi nih katanya ketika tahun baru. Meskipun dilarang merayakan dijalan, anak Jakarta tetap staycation buat hiburan. 

Selain kamar adventure room saya juga memesan kamar lainnya tipe deluxe untuk keluarga yang lain. Maklum yah keluarga besar. Kenapa gak sekalian ambil dua paket adventure aja? Nope. Kagak bisa karena kamar tipe adventure ini itu hanya satu aja nih di Hotel Atlet Century. Nah kejawabkan kenapa bookingnya harus jauh-jauh hari. Selain kamarnya hanya satu, banyaknya orang yang masih wfh juga yang bikin kamar ini tetap full booked diweekday. Ngomong-ngomong dengan tipe kamar yang saya pesan tambahan ternyata gak bisa berada disatu lantai dengan adventure room kami. Satu lain hanya di isi dengan tipe kamar yang sama ternyata. Tapi agar penonton tidak kecewa, kami dapat upgrade kamar cuma-cuma lagi nih ke tipe executive. Tetap gak bisa selantai, at least beda dua lantai aja buat saling mengunjungi.

Lanjut ke proses check-outnya lebih gampang. Barang-barang kami yang seperti pindahan rumah ini dibantu oleh bell boy, kemudian salah satu dari kami ke receptionist untuk check-out and voila kelar. Yang lucu itu adalah muka bell boy ketika harus menumpuk barang-barang kami. Kamar deluxe barangnya udah keburu dibawa bergabung ke kamar kami. Jadilah koper dewasa 2 dan ada koper anak 3 pcs beserta mainan dan souvenir hotel yang mesti dibawain oleh bell boynya. Takutnya aja nih bell boy ngak tau kalau kami ada kamar tambahan lainnya, lah kok ini yang tidur ampe 8 orang :p.


Kamar
Berhubung kamar ini ada dua bagian, bahas kamar utamanya dulu kali yah sebelum ke kamar anak. Kamar premiernya ok banget nih ambiancenya, remang-remang jadi cocok buat istirahat. Kemudian banyak kacanya juga, wah remang-remang banyak kacanya ok banget nih buat ISTIRAHAT. Jadikan kesannya luas dan nyaman gitu pasti maksud interior designernya. 

Ukuran kasurnya king size, lengkap dengan lemari yang gede banget ampe bisa masukin semua koper kedelam lemari. Makinlah enak buat anak-anak berlarian didalam kamar tanpa perlu kesandung dengan koper. Juga seru buat jadi tempat persembunyian dikalam main hide & seek dengan bocah. 

Didalam kamar utama juga dilengkapi dengan kamar mandi yang terpisah antara shower dan bathupnya. Bathupnya ukuran lama nih jadinya luas, tiga anak masuk kedalam masih ok banget buat berenang bareng, paling ada sedikit peperangan aja diakhir acara *ihik. 

Untuk kulkas, pemanas air dan mini bar semuanya ada dikamar utama, ini yang bikin kamar anak kesannya makin luas karena minim furniture yang bisa menghalangi gerak apalagi kemungkinan gelas-gelar dipecahin kalau lain main. Untungnya tidak begitu yah. 

Lanjut ke kamar anak. Apa yang menarik dikamar ini adalah dua tempat tidur dengan tenda kerucut diatasnya. Bocah-bocah langsung seneng banget karena bisa membayangkan sedang tidur ditenda gitu. Kasurnya pun langsung digeletakin dilantai aja jadi minim aksi terjatuh saat bermain maupun ditinggal tidur sendirian. Dikasur dan lemari pajangan juga dilengkapi dengan banyak boneka, dari ukurannya yang paling kecil hingga yang segede adek hihihi. Langsung rebutan peluk bonek buat tidur siang deh. 

Selain dua tempat tidur, didalam kamar juga ada mainan mirip playground. Seluncuran, ayunan, panjat-panjatan semua bisa banget dilakukan didalam kamar tanpa harus sharing playground dengan orang lain. Ok banget kan buat mengganti kerinduan bocah dengan taman bermain indoor. Disudut kamar lainnya juga terdapat meja dengan sepasang kursi, ini diperuntukkan untuk anak ketika melakukan kegiatan kreatifitas didalam kamar, maupun menyantap makanan yang telah disediakan oleh hotel. Masih bisa nambah baby crip? masih bisa banget donk, bahkan gw bawa kasur pompa ukuran 140cm sebagai jaga-jaga kalau ada yang rusuh tidurnya. Itu semuanya tertata apik dikamar anak.

Oh iya, kamar ini sudah termasuk paket kreatifitas. Paketan kamar hanya untuk dua anak, namun boleh nambah dengan harga Rp.45.000/ kegiatan. Kegiatan boxnya ada yang berhubungan dengan prakarya, melukis dan merangkai manik-manik. Nah pilihan kami ke melukis karana bisa lebih umum buat adek, kakak serta abang. Box kegiatasnya ngak main-main sih, dapat cat air yang udah ditakar dalam wadah, kuas dan papan untuk dilukis. Nah cat air ama kuasnya bisa banget untuk dibawa pulang lagi dan kembali digunakan dirumah. Anak senang, emak riang serasa emaknya yang dapat gratisan :p.

Selain kamar tipe adventure, untuk kamar dengan area bermain lainnya juga ada nih. Bisa pilih family king room dan family connecting room. Kayaknya yang bawa anak cuma satu masih cocok banget buat nginep di family king room karena ada satu kasur anak yang benar-benar disediakan didalam tenda *wink.
 
Restoran
Maaf yah teman-teman ngak bisa cerita tentang common restaurantnya soalnya untuk makan malam dan sarapannya kami memilih makan didalam kamar saja. Tapi kita ceritain aja pengalaman makanan didalam kamarnya baik dewasa maupun anak-anak. 
 
Untuk makananny, fasilitas kamar sudah termasuk sarapan untuk 4 orang. Kami request makan didalam kamar. Requestnya harus sehari sebelumnya yah, itu normal sih untuk menghindari cancelation dari pihak hotel atau menunggu sarapannya kelamaan jika baru order dipagi hari. Kemarin berhubung hotel lagi rame banget karena long weekend lebaran, pihak hotel agak berat menyanggupi untuk mengantarkan sarapan kami ke kamar dengan alasan hotel lagi ramai. Namun suami dengan kekeh juga mengatakan "justru saya mau sarapan dikamar dengan alasan itu" :D. Gimana donk yah, influencer yang review kamar ini sebelumnya pun sarapan dikamar, jadi kami punya harapan besar memang bisa sarapan dikamar. Covid ini bikin kita jadi control freak sih tapi apalah yah demi keselamatan keluarga. Akhirnya bisa sarapan dikamar, dengan ekspekatasi yang tidak terlalu tinggi. Namun ternyata kami kenyang dan rasa sarapannya juga ok untuk sarapan dikamar. Masih lengkap gitu untuk appetiser, main ama desertnya. Minumannya pun dibawain susu dan jus, kalau untuk kopi ama teh mending dari kamar biar masih hangat. 

Kalau untuk makan malamnya kita juga udah dapat dua paket nih. Menunya bisa pilih dari menu kids yang ditawarkan hotel. Kalau mau nambah pun masih boleh banget tinggal bayar extra aja sesuai dengan harga yang tertera. Harganya juga masih masuk akal, lebih masuk akal lagi karena menunya kids tapi porsinya pas datang bikin orang dewasa juga kenyang :D.
Fasilitas
 
*Kolam Renang
Kolam renangnya memanjang dan juga melebar. Area kolam renang sudah direnovasi dari terakhir saya member renang dihotel ini. Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, area kolam renang dibatasin dengan tali yang umumnya digunakan dipembatasan kolam. Jadi bagi yang mau berenang bisa berenang dilintasan renang yang sudah disediakan. Bagus juga nih, jadinya satu lintasan digunakan oleh 1-2 orang saja bolak balik.

Sedangkan setengah kolam lainnya dapat digunakan keluarga dengan anaknya yang hanya ingin nyebur-nyebur. Sekali lagi nih dikarenakan lagi banyak yang nginap dihotel, tentu saja area kolam renang juga lumayan padat. Untungnya kami memilih berenang lebih pagi sebelum sarapan berat (hanya minum susu) jadinya pengunjung hotel masih pada sibuk sarapan dengan anaknya. 

Bentuk lantai kolam juga miring, jadi anak-anak setinggi ade yang 70 cm sudah bisa turun dikolam, namun area ini rame banget. Akhirnya pakai pelampung dan membawa anak-anak lebih ketengah. Jangankan anaknya, banyak orang tua juga yang lebih memilih dipinggir kolam bersama anaknya daripada seperti kami ngapung-ngapung diarea tengah. Tak apalah, anak-anak juga senang berenang dengan pelampung tanpa harus berpapasan dengan anak/ orang lain. Oh iya jam operasional kolam dari pukul 08.00 s.d 17.00, jadi yang suka berenang kesorean tolong diperhatikan nih.

*Gym dan Spa
Ada fasilitas Gym dan Spa juga dihotel ini yah. Spa last ordernya jam 20.00 p.m. Seperti biasa, kami bukan penggunakan fasilitas tersebut. Bisa dicoba yah jika tertarik. Semua buka selama PSBB transisi ini. Oh iya bagi yang mau sekedar sauna juga bisa banget nih, kamar ganti diarea kolam sudah dilengkapi dengan fasilitas sauna ini :D.

*Mall, MRT dan Gelora Bung Karno
Bagi yang mungkin tinggal cukup jauh dari hotel ini. Mungkin luar pulau ataupun luar kota, posisi hotel Atlet Century Park terbilang sangat strategis denga harga yang sangat bersaing dengan hotel-hotel di ring 1 kota Jakarta. Hotel ini kelilingin dengan beberapa mall besar yang bisa kamu kunjungi hanya dengan berjalan kaki. Sebut saja FX Sudirman, Plaza Senayan dan Senayang City. Kalau denger kata FX Sudirman langsung kebayang gak perlu mengeluarkan ongkir lagi nih buat makan malam selama nginep disini. Cukup keluar hotel dan berjalan +/- 100 meter pun sudah tiba di FX Sudirman. 

Bagi yang juga ingin mencoba menaikin MRT mumpung lagi di Jakarta juga boleh banget loh. Jarah statiun terdekat ada di stasiun Senayan, jaraknya kurang lebih +/- 200 meter dari hotel. Bisa mencoba naik MRT menuju ke Blora untuk melihat kehidupan malam disana maupun naik MRT menuju stasiun akhir Lebak Bulus untuk foto distasiunnya dikala senja. Beneran nih, sunset disana ok banget buat dijadikan backgroung foto.

Kemudian ada satu lagi nih, Gelora Bung Karno. Bagi yang ingin lari pagi, sepedaan maupun melihat-lihat taman kota di dalam area Gelora Bung Karno boleh banget nih jadi salah satu aktifitas kamu selama staycation di Hotel Atlet Century Park. Selamat menikmati dan tetap jaga prokes yah. Bhay!

Sampai jumpa di staycation aman dan sehat selanjutnya *wink
Terima kasih



Sabtu, 08 Mei 2021

Worknest: Private Playground and Meeting Point

Buka puasa tahun ini bikin pusing. Kalau tahun lalu bener-bener gak ada temen yang ngajakin untuk buka puasa bareng, nah tahun ini tentu saja semangat banget nih untuk bukber. Pakai acara nungguin salah satu temen yang kerja diluar kota dulu kan. Nunggu dia mudik baru kita mau bukber, maklum anak genknya jumlahnya seupil jadi nungguin banyakan dikit yang ngumpul. Masalah berikutnya adalah semua mau bawa anak. OMG! lagi covid begini dan mau bawa anak buat nongkrong. Dan nongkrongnya ini pas buka puasa. Ditempat dan rumah makan mana sih yang tidak akan ramai. Ini sih udah lampu merah banget ini ama laki. Ada teman dari luar kota, nongkrong ditempat umum dan bawa anak. Bawa diri aja susah, apakabar bawa anak yey kan. 

Tapi karena jiwa nongkrong mamak yang tidak terbendung lagi, akhirnya mamak merajuk dan merongrong ke laki untuk gimana caranya biar kita tetap bisa nih buka puasa bareng. And yes! Tuhan tahu kebutuhan hambanya, nongkrong itu butuh bukan ingin lagi *wink. Akhirnya ketemu nih ama konsep private area yang bisa kita sewa namanya Worknest.

Worknest ini sebenarnya dibuat untuk ibu-ibu friendly yang bekerja. Jadi areanya dibagi menjadi area kerja/meeting dan area playground. Jadi ibunya kalau ada meeting offsite maupun onsite bisa di Worknest sambil melihat anaknya bermain diarea playground. 

Apakah ibunya tidak terganggu saat kerja?. Bagi kita yang sudah makan asam garam WFH sambil dihibur anak, kayaknya kita udah bisa banget nih membagi konsentrasi kerja sambil dengerin teriakan bocah. Kalau ada babysitter sendiri lebih gampang, tapi kalau tidak ada babysitter, Worknest menyediakan jasa untuk nemenin anak bermain. Untuk kunjungan pertama gratis, untuk berikutnya baru deh bayar. 

Seperti work place lainnya, Worknest juga menyediakan makanan dan minuman selama bekerja disana. Jadi seperti one stop working yah. Bisa kerja, anak bisa ikutan sambil main, bisa nongkorng dengan makanan dan minuman cafe, dan yang paling takjub lagi ada nursery roomnya yang super lengkap.

Nursery room dilengkapi dengan ruang ganti anak bayi, kursi panjang yang enak banget dipakai kalau mau pumping, bouncer, dan juga tempat tidur siang buat anak yang lebih gede. Mindfull banget yah pengelolanya, sampai mikirin kalau anak yang ikut kerja pasti capek dan butuh tidur.

Nah sekarang kita kembali kecerita buka puasa saya. Ini pas banget nih buat kita. Selama pandemic, Worknest hanya menerima dua kelompok tamu seharinya. Tamu pertama dari pukul 09.00 s.d 13.00 (4 jam) dan tamu kedua dari pukul 15.00 s.d 19.00 (bisa extend hingga pukul 21.00). Setiap pergantian tamu, pihak Worknest akan melakukan sterilisasi dan penyemprotan di area yang telah digunakan oleh tamu sebelumnya. Prosedur covid yang mereka jalankan juga adalah semua karyawannya menggunakan baju seperti hazmat dan tentu saja selama kami berada disana semua karyawannya selalu mengenakan masker. Tidak hanya dengan karyawan, prosedur covid pun dijalankan pada pengunjung. Pengunjung harus mengisi form kesehatan, check suhu tubuh, mencuci tangan, alas kaki disemprot dengan disinfektant dan sepatu diletakkan teratur disuatu tempat. Nah kalau kami, karena kami datangnya beda-beda dan mempunyai kegiatan yang berbeda, kami dengan sadar diri melakukan swab-antigen perkeluarga sebagai perwakilan gitu. 

Ketika semua terasa lebih aman, anak-anak kami bolehkan bermain bersama. Kalau lagi mau pakai masker yah pakai, kalau ngak yah buka deh. Untuk orang tuanya, sebisa mungkin kami tetap memakai masker kecuali pada saat makan dan foto bersama :p. Ngomong-ngomong tentang makan, Worknest punya paket buka puasa. Paketnya ini bisa dipilih makan tengah (prasmanan) dengan menu ke chiness food resto atau paket makanan full set perorang (appetizer, main, desert) kalau yang ini lebih ke western. Untuk makanan prasmanan start dari Rp.239k/pax s.d Rp. 339k/pax tergantung menu yang dipilih dan banyaknya orang. Sedangkan untuk menu set nya dimulai dari Rp.210k/set s.d Rp.290k/set. Kalau menu anak beda lagi harganya Rp.150k/set sudah include 1 activity.  Baik harga untuk makanan prasmanan maupun makanan set per orang, semua sudah termasuk harga tiket masuk, wall climbing anak, 1 kegiatas experiment buat anak tapi kemarin dapat dua donk hihihihi dan 2 kakak yang siap menemani anak bermain. 

Bisa ala carte? Iya bisa saja kita datang bayarnya satu-satu, harga tiket masuk Rp.75.000/orang, harga minumnya rata-rata di Rp.35k, harga makanan start dari Rp.55k s.d Rp.260k. Kalau kemarin kami gabung sih, untuk orang tuanya kita pilih menu set perorang sedangkan untuk baby sitternya kami pilih minuman dan manakan ala carte. Asiknya digratisin tiket masuknya ama owner. Asik! Yup karena kami termasuk yang kelompok besar 12 orang. Rasanya ngak habis-habis gratisannya, kelompok 10 orang dapat video cinematic gitu selama kami berada disana. Ok banget kan? buka puasa lengkap dengan dokumentasi (foto dan video). 

Oh iya, buka puasa kami tidak hanya buka puasa ditempat loh, kami sempat banget nih buka puasa secara virtual juga dengan teman-teman yang lain. Worknest tentu saja sudah menyediakan wifi, laptop untuk zoom dan juga LCD TV biar anak-anak yang lain yang gak ikut buka puasa bisa nontonin kita buka puasa dar jarak jauh hahahahah. Untuk info silahkan di info aja ke pihak Worknestnya, nanti staff mereka yang akan setting semua peralatannya untuk kita gunakan. Nah kelar zoom meeting, kayaknya rugi nih LCD TV nya disia-siakan, boleh banget donk kalau karaokean dulu? tentu saja boleh. Ngak ada mic-nya sih tapi cukup dengan lirik dan lagu nostalgia udah ok bet kan yah?

Orang tuanya sibuk apa, anaknya tentu saja tidak ada capek-capeknya bermain kesana kemari. Ada banyak buku yang bisa dibaca oleh kakak. Tinggal pilih buku yang mana, kakak dari Worknest siap banget bacain bukunya sepanjang malam. Ada permaian dapur-dapurnya yang lengkap dengan buah dan pisah potong kayunya. Rasanya tidak tanggung-tanggung, dapurnya dilengkapi dengan wastafel yang beneran bisa mengeluarkan air :D. 

Bosan membaca dan bermain dengan mainan kayu, mereka lanjut lagi minta untuk climbing wall. Untuk mencoba permainan ini, nanti akan ada kakak dari Worknest lainnya yang membantu. Anak-anak akan dipakaikan alat keselamatan seperti pendaki sungguhan. Selanjunya kakak dari Worknest akan mengontrol tali yang membantu si anak naik sekaligus untuk menjaga kalau-kalau kaki dan tangan mereka tidak kuat ketika memanjat. Wall climbing ini mereka bisa coba berkali-kali selama berada disini. 

Kelar wall climbing, masih ada yang lain donk. Ada dua kegiatan menarik buat anak yang sudah disediakan oleh kakak-kakak dari Worknest. Kegiatan pertama adalah menyeduh teh. Anak-anak diajarin perubahan warna yang terjadi dari proses satu ke proses lainnya. Kegiatannya simple tapi mereka tetatp takjub ketika melihat warna teh berubah dari warna hijau menjadi berwarna ungu setelah ditambahkan katalis. Jangankan anaknya, orang tuanya juga kagum dalam hati *wink. Selanjutnya anak-anak diajak untuk membuat kopi dolce gusto. Apa yang menarik dari kegiatan ini? mereka bisa bergantian menggunakan mixer untuk mengaduk campuran kopi dan gula tadi. Satu persatu secara bergantian dibantu oleh kakak dari Worknest. Setelah kopinya selesai, mereka bisa menambahkan topping berubah gula dalam bentuk sparkling stone kecil-kecil. Langsung deh pada baris foto dengan orang tua masing-masing :D.

Tidak terasa banget yah akhirnya, jam 9 pun sudah menyudahi acara buka puasa kali ini. Kalau buka puasanya seperti ini kan, kita pulang pun dengan hati yang lebih tenang yah. Bagi kamu yang mau arisan atau sekedar reunian dengan teman. Boleh banget yah untuk datang ke Worknest. Sampai jumpa di cerita lainnya selama pandemic. Bhay!

 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver