Sabtu, 17 Februari 2018

Madame Tussauds Singapore Sangat Attractive

Hari ini adalah hari terakhir kami di Singapura. Kami akan kembali ke Indonesia dengan pesawat malam, jadi kami masih dapat mengunjungi Madame Tussauds dipagi harinya. Cuaca hari ini cerah berbinar-binar banget yah, untung saja yang ingin kami kunjungi adalah ruangan ber-ac (lagi-lagi tempat yang ramah anak sama dengan ruangan ber-ac). 

Sebelumnya saya dan suami telah mengunjungi Madame Tussauds di Belanda, namun karena perjalanan saya kali ini juga mengajak anak dan adek saya yang sebelumnya belum pernah mengunjungi Madame Tussauds, jadilah kami mengunjunginya saja di Singapura. Hari ini kami juga hanya ber-4, salah satu adek saya lebih memilih menghabiskan waktu untuk shopping di Orchard Road. 

Madame Tussauds Singapore terletak di Sentosa sehingga kami kembali menggunakan MRT menuju Vivo City. Sama seperti ke Universal Studio (USS) kemarin, kami pun melanjutkan dengan kereta dari Vivo City menuju Sentosa setelah antrian panjang hari ini. Maklum saja, Sentosa selalu ramai dan bertambah ramai diwaktu weekend. 

Sesampainya kami diarea yang berdekatan dengan Madame Tussauds, kami pun segera masuk setelah menukarkan tiket online yang telah kami beli sebelumnya (online tiket Madame Tussauds ). Sesaat setelah masuk kami diarahkan ke layar hijau untuk berfoto. Tidak di Indonesia tidak di Singapura tetap ada bisnis foto kelilingnya yah. Baek-baek nih jual souvenir juga ujung-ujungnya. 

Layout ruangan di Madame Tussauds ini kita diajak berjalan-jalan dari satu ruangan ke ruangan lainnya.Ruang pertama yang kami temui berisi tokoh-tokoh penting dari berbagai negara. Yang bikin bangga karena ada dua  patung lilin dari tokoh nasional Indonesia yaitu  Ir. Soekarno dan Ir. Djoko Widodo. Wow banget yah patung kedua bapak bangsa ini berdiri dengan patung pemimpin lainnya seperti bapak bangsa Singapura Lee Kuan Yew, Barack Obama dan Ratu Inggris.


Area berikutnya adalah area atlet. Banyak atlet terkenal yang patung lilinnya di dispaly diarea ini. Seperti biasa, layout ruangan disesuaikan dengan sang atlet sehingga kita dapat ikutan berfoto dengan atlet dengan berbagai gaya. Hasilnya? nyata dikitlah udah kayak sohib lagi main bareng. 


Si banyak gaya 1

Si banyak gaya 2

Next!. Area ini yang menurut saya paling seru karena menampilkan banyak artis dunia yang terkenal. Diarea artis bollywood, kami melihat ada big screen yang menampilkan dancer yang sedang menari berkelompok. Ketika kami mendekat, ternyata gambar kami pun dapat masuk kedalam big screen. Tidak perlu diminta ataupun dibunjuk, kami langsung menari. Jangan salah, kami menari berempat termasuk anak saya yang dengan senang hati bergoyang menari mengikuti dancer didalam screen. 

Diarea terakhir tentu saja toko souvenir. Hasil foto yang tadi ternyata lumayan juga, rasanya tidak masalah deh kalau dibeli yah kan, lagian itu dengan frame yang kaca yang lumayan kok (pembenaran diri padahal harganya muantap abies).Selain hasil foto dan frame tadi, disini juga menjual souvenir patung lilin yang dapat dicustome. Patung lilinnya dapat dibentuk dari tangan kita ataupun tangan kita dan pasangannya. Nantinya dapat menjadi hiasan lampu tidur atas sekedar pajangan di rumah. 

Saya sibuk dengan souvenir, adik dan suami saya sibuk juga ingin mencoba permainan balap mobil dengan VR (Virtual Reality). Karena ini attraction yang belum pernah dicoba sebelumnya, bahkan pengamalam yang ditawarkan adalah 4D a.k.a pegal-pegal karena mobilnya akan digerakkan seperti keadaaan kita saat mengendara. Berat stirnya pun disamakan seperti lagi lomba sebenarnya. Untuk menikmati ini, kita dapat beli tiket tambahan di counter souvenir atau kamu bisa beli diawal (website) jika memang akan mencobanya nanti. Mungkin saja ada tiket lebih murah untuk paket combonya.

Demikianlah cerita dan perjalan kami kali ini, semoga nanti ada cerita lengkap jalan dengan kakek nenek dan haidaitaulan lainnya yang lengkap lagi. Amin.

Cek juga perjalanan saya selanjutnya di link dibawah:

Flower Dome & Green Forest

dan

Future World & Arab Street

Berburu Spot Foto di Future World & Arab Street Singapore

Hari ketiga berjalan-jalan di Singapura. Hari ini kami akan menuju wisata ramah anak lainnya. Tempat kali ini juga belum pernah saya dan suami kunjungin sebelumnya. Bisa dibilang ini adalah wahana barulah di Singapura. Perjalanan dimulai tidak terlalu pagi, setelah beres sarapan dan mandi dengan tenang kami berangkat menuju Marina Bay Sands. Untuk pagi hari kami berencana untuk mengunjungi Art Science Museum kemudian siangnya barulah kami berencana mengunjungi Kampung Arab.

 

Future World, Art Science Museum


Untuk ke Future World kami menggunakan MRT menuju Bay Front MRT Station. Selanjutnya berjalan ke Marina Bay Sands. Masuk mall keluar mall menuju area terbuka dibelakang Marina Bay Sands.  Selanjutnya kami perlu berjalan ke arah gedung Art Science Museum. Bentuknya eksentrik terpisah dari Marina Bay Sands sehingga mudah untuk ditemukan. Jam berkunjung di Art Science Museum, antara pukul 10.00 s.d 19.00. Waktu yang kami butuhkan untuk berkeliling dan menikmati light attraction didalamnya sih berkisar 2 jam. Ada baiknya tidak terburu-buru agar anak dapat menikmati berbagai kegiatan dan permainan yang ada didalam.

 

Saat memasuki gedung kita akan merasa memasuki toko buku dan souvenir, kami kemudian menggunakan lift ke basement 2 untuk menuju ke Future World. Sebelum masuk kita harus membeli tiket atau menukarkan voucher tiket yang telah kita beli sebelumnya (https://id.marinabaysands.com/museum/ticket.html). Pertama memasuk kami ditunjukkan arah untuk masuk kedalam sebuah ruangan dimana cahaya dari proyektor memantul ke kiri kanan atas bawah ruangan membawa kami merasakan suasana luar angkasa dengan gemintangnya.

Selesai pertunjukannya kami melanjutkan kunjungan kearea lain. Ada area dengan big bean sofa lengkap dengan cahaya proyektor yang memenuhi ruangan dengan deburan ombak. Selanjutnya kami menuju kearea aktifitas. Didalam area ini ada seluncuran yang lengkap dengan cahaya proyektor yang berwarna warni. Tentu saja anak sangat bahagia yah naik turun seluncuran yang berbeda dari biasanya. Selain seluncuran tadi, disini juga ada screen raksasa yang memenuhi salah satu bagian ruangan. Dibawah screen banyak kursi dan meja yang disediakan untuk mewarnai gambar. Yang menarik adalah gambar yang telah selesai dapat discan dimesin yang telah disediakan. Setelah discan, Voila! gambar kami langsung masuk menjadi animasi dalam Big Screen tadi. Tentu saja ini adalah pengalaman yang menakjubkan yah, tidak hanya untuk anaknya tapi orang tuanya juga tidak mau kalah untuk memasukkan hasil gambarnya.



Masih diarea yang sama, disini juga ada kolam bola. Tapi tentu saja kolam bola ini berbeda karena bercahaya warna warni menambah keseruan anak untuk bermain. Anaknya sibuk main bola, orang tuanya sibuk bermain di tembok yang lain. Ada proyektor lain yang menampilkan gambar abstrak dengan icon-icon gambar seperti zaman purba. Jika kita berhasil menyentuh gambar ditembok tersebut, sensor akan mengubah icon tadi menjadi gambar dengan bentuk sunggahannya.

Puas diarea bermain ini, kami melanjutkan jalan-jalannya kearea lain yang wajib banget dipakai berfoto oleh para pengunjung. Lighing area disini dibuat seperti jalur berkelok-kelok sehingga memberikan kesempatan ke beberapa pengujung bersamaan masuk dan berfoto didalamnya tanpa mengganggu pengunjung lain. Night Mode di kamera nampaknya sering banget dan bener-bener dibutuhkan deh selama kami ada didalam. Meskipun tidak membawa kamera DSLR, namun cukup terbantu dengan kamera mirrorless dan handphone.

 

Setelah mengelilingi seluruh area kami pun keluar dan ternyata anak saya malah tertarik untuk berfoto disalah satu foto booth disana. Memang ada beberapa pernak-pernik untuk foto yang disediakan. Biar anak senang jadinya mami "terpaksa" deh ikutan foto juga *wink.

Merlion

 

Kok ke Merlion lagi sih? Hehehehe. Nampaknya setiap kali ke Singapura kami pasti banget ke area ini. Tentu saja karena kami selalu pergi dengan teman perjalanan yang berbeda-beda. Tempat wisata lain boleh yah disesuaikan tergantung jalannya dengan siapa, tapi kalau untuk Merlion tentu saja pasti harus dikunjungin oleh siapa pun di kunjungan pertamanya ke Singapura.




Arab Street


Destinasi berikutnya adalah berburu spot foto untuk Instagram ;P. Dari merlion kami menggunakan MRT kembali menuju Bugis MRT Station (Exit B). Selanjutnya kami berjalan kaki hingga ke Arab Street melewati Raffles Hospital disebelah kanan kami. Perjalanannya lumayan juga yah, untung senang :D. Setelah kami sampai di Arab Street, kok sepanjang jalan ini tidak ada mural seperti yang dibagikan oleh orang-orang di social media yah. Ada beberapa mural tapi kecil dan terselip disalah satu bagian café saja. Dengan kecewa saya pun mulai keluar masuk jalanan disekitar café, ternyata ketemu mural-murah besar didinding. Mural-mural ini memang perlu usaha sedikit untuk menemukannya. Mural yang menarik justru terletak diujung jalan Arab Street dan dekat dengan Mesjid Besar Singapura.


Selain murah-mural ini, kami pun menemukan banyak toko pernak pernik yang menjual barang homemade dan unik lainnya. Selanjutnya, ini mungkin informasi tambahan yang bermanfaat nih ketika ingin berjalan-jalan keliling Singapura. Kami menemukan moda transportasi baru yang bisa digunakan untuk berkeliling Singapura. Sekarang kita bisa sewa sepeda, caranya gampang yaitu cukup mendownload aplikasi dan mengikuti step-step yang di informasikan disepeda.

Jika ingin menghabiskan malam di kawasan ini, kita punya banyak pilihan makanan. Disekitar Arab Streeb kita bisa menikmati makanan yang arabic, namun jika kamu ingin menikmati pilihan makanan chinese dan melayu, maka kamu dapat kembali ke area sekitaran Bugis MRT station.


Demikianlah perjalanan hari ini, anak batita masih butuh tidur banyak, jadi ngak boleh jalan malam-malam om tante mau pulang. See you tomorrow!


Cek juga perjalanan saya selanjutnya di link dibawah:

Madam Tussauds Singapore

dan

Flower Dome & Green Forest



Kamis, 15 Februari 2018

Setengah Hari di Singapore - Garden Bay The Bay

Perjalanan kali ini berbeda dari sebelumnya karena kami memilih tempat wisata di Singapura yang lebih ramah anak. Ini adalah perjalanan kedua kami membawa anak ke luar negeri. Jadi terhitung sudah lebih kebayanglah tempat yang bisa dinikmati oleh anak dan tentu saja yang tidak mengganggu jadwal bangun pagi, tidur siang dan istirahat malamnya. Senangnya juga ke Singapura karena sudah memiliki infrastruktur transportasi dan jalan yang stroller friendly. Siang ini kami sudah sampai di Singapura. Kami memilih untuk makan di bandara terlebih dahulu karena sudah tidak sabar untuk mengobati kerinduan dengan grilled chicken Nandos. Meskipun setelah kenyang dan bayar terasa ada sedikit perasaan menyesal, udah tau donk yah harga di bandara lebih mahal dari Restoran di Mallnya, yah bye bye makan siang sejuta Bhay!

 

Selanjutnya kami menuju penginapan yang telah kami pesan sebelumnya di www.airbnb.com. Ternyata kamar yang kami pesan adalah salah satu kamar di rumah pribadi. Kami memesan kamar untuk 6 orang. Ada 2 tempat tidur bunk bed (3 susun) untuk kami ber-5. WCnya diluar namun berseberangan tepat dengan pintu kamar tidur kami. Meskipun sharing gedung dengan pemilik tapi tidak menjadi masalah karena pemiliknya tinggal di lantai 1 sedangkan kami menempati kamar di lantai 2. Kelar check-in, selanjutnya kami langsung memutuskan untuk berkeliling Singapura. Satu yang kurang dari penginapan kami ini adalah jaraknya yang sekitar 500 meter dari MRT Station. Untung saja prinsip hidup liburan "Yang penting bahagia, jalan ajaaaa!"


Tujuan kami hari ini adalah ke Garden Bay The Ba,  tapi kali ini bukan Supertree Grove yang ingin kami kunjungi. Kami ingin mengunjungi area lain di Garden Bay The Bay yaitu Flower Dome dan Green Forest. Sekarang saya baru sadar loh kalau yang selama ini saya kunjungi itu bernama Supertree Grove, selama ini saya mengira Garden Bay The Bay yah Supertree Grove. Ternyata ada 4 area besar yang bisa dikunjungi di Garden Bay The Bay yaitu Supertree Grove, Flower Dome, Cloud Forest dan Dragon Fly Lake.

 

Flower Dome


Waktu berkunjung di Flower Dome ini adalah pada pukul 09.00 s.d 21.00, jadi tidak masalah bagi kami yang baru menuju kesana di siang hari. Untuk tiketnya kami sudah bisa beli online yah jadi tinggal tunjukin aja dipintu masuk ketika berkunjung (tiket garden by the bay attraction). Area Flower Dome ini luas banget dan dipenuhi dengan semua bunga yang sudah bermekaran. Dengan settingan taman yang indoor, tentu saja berbagai bunga yang biasanya tumbuh di dataran tinggi dapat ditanam dan dirawat dengan baik di dalam Flower Dome.




Selain suhu ruangan yang sejuk, layour area yang naik turun dan berkelok-kelok menjadi pengalaman menarik sendiri buat kami dan anak. Dia tampak senang sekali berlarian kesana kemari tanpa harus ditegur "hati-hati, awas" dan berbagai peringantan khas orang tua lainya. Anaknya sibuk berlarian, yang orang dewasanya bergantian antara foto dan jaga anak. Suasana di dalam Flower Dome yang dipenuhi bunga dan settingan taman outdoor ini membuat kita lupa kalau sekarang sebenarnya kita sedang berada di dalam taman indoor buatan.

 

 

Green Forest


Berikutnya kami mengunjungi area lain yaitu Green Forest. Berbeda dengan area sebelumnya yang mendatar dan diset seperti taman bunga Eropa, Green Forest ini landscapenya vertikal. Kita diajak mengelilingi taman dengan settingan hutan. Jalannya pun dibuat meliuk keatas mengelilingi Air Terjun buatan. Anggap saja ini yang namanya glamour tracking. Sepanjang jalan kita bisa loh terasa percikan air terjun, tapi itu bukan dari air terjun buatan tapi dari mesin udara yang menyeprotkan uap disepanjang jalan. Jadi suasana yang tercipta itu seperti lagi berkabut didalam hutan.

 

Meskipun ini settingannya hutan, namun suhu ruangan di dalam Green Forest terasa cukup dingin. Ada baiknya jika tetap membawa jaket atau cardigan ketika kesini, terlebih jika masuk Green Forest disaat matahari sudah terbenam seperti saya ini.


Karena ini masih hari pertama, kami memilih untuk segera pulang setelah selesai makan di Marina Bay. Kami butuh menyiapkan tenaga agar esok harinya kuat jalan seharian di  Universal Studio. See yaa :D.


Cek juga perjalanan saya selanjutnya di link dibawah:

Madam Tussauds Singapore

dan

Future World & Arab Street

 

Copyright © Makan sambil Jalan *wink. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver